Tahapan Pembelahan Mitosis, Pengertian, dan Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap makhluk hidup memiliki sel dalam tubuh dan mengalami pembelahan. Pembelahan dalam sel makhluk hidup tersebut memiliki dua jenis, salah satunya adalah pembelahan mitosis. Lantas, bagaimana pengertian tahapan pembelahan mitosis?
Pembelahan mitosis merupakan salah satu materi yang ada dalam mata pelajaran IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam dan Biologi. Dalam materi tersebut, siswa diajarkan tentang pembelajaran mitosis, tahapan-tahapannya dan ciri-cirinya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Pembelahan Mitosis
Mengutip dari laman uma.ac.id, pembelahan mitosis merupakan peristiwa pembelahan sel yg membuat dua sel anak dengan jumlah kromosom sama seperti sel induknya. Pembelahan mitosis hanya terjadi pada sel eukariotik.
Hal ini dikarenakan sel prokariotik tidak mempunyai nukleus (inti sel), membran inti sel, dan mitokondria, sedangkan mitosis memerlukan organel-organel tadi. Proses pembelahan mitosis terjadi pada seluruh sel-sel tubuh (somatis), kecuali sel-sel kelamin (gamet).
Pada tumbuhan, pembelahan mitosis terjadi di jaringan meristem, seperti ujung akar dan ujung tunas batang. Pembelahan mitosis berfungsi untuk pertumbuhan sel tubuh, membarui sel-sel tubuh yg rusak (regenerasi), dan mempertahankan jumlah kromosom.
Ciri-ciri Pembelahan Mitosis
Mengutip dari buku Biologi, Dianti Rahayu S,Pd., Susi Nurul Fitri, S.Pd, Eni Yulianti, S.Pd, pada laman resmi kemdikbud.go.id, berikut adalah ciri-ciri pembelahan mitosis:
Prosesnya berlangsung pada sel somatik dan menghasilkan dua sel anakan yang sifatnya identik dengan sel induknya.
Terjadi satu kali pembelahan dengan 4 fase yaitu : Profase, Metafase, Anaphase dan Telofase.
Antara satu pembelahan dengan pembelahan selanjutnya, terdapat suatu fase yang disebut interfase (fase istirahat).
Sel anak memiliki jumlah kromosom yang sama dengan jumlah kromosom induknya dan sel anak mampu untuk membelah lagi.
Pada usia muda, dewasa dan tua, pembelahan secara mitosis dapat terjadi.
Fase mitosis (fase terjadi pembelahan) tidak diawali oleh interfase, melainkan interfase merupakan fase antara mitosis dengan mitosis selanjutnya.
Jadi antara mitosis dengan mitosis selanjutnya terdapat interfase, dimana pada interfase tersebut sel melakukan berbagai persiapan untuk proses mitosis selanjutnya. Pembelahan sel secara mitosis terbagi pula menjdi 2 fase yaitu kariokinesis dan sitokinesis:
1. Kariokinesis
Kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa tahap diantaranya : Profase, Metafase serta Telofase. Dan setiap fase-fase tersebut terdapat pula ciri-ciri yang berbeda didalam tiap-tiap fase tersebut.
Diantara beberapa aspek yang berbeda adalah pada kromosom, membran inti, mikro tubulus dan sentriol. Berikut fase pada kariokinesis beserta ciri-cirinya :
A) Profase
Hilangnya nukleus (inti) dan nukleolus (anak inti).
Benang-benang kromatin berubah menjadi kromosom dan selanjutnya, setiap keromosom membelah menjadi kromatid dengan 1 sentromer.
Pasangan sentriol yang berada dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kekutub yang berlawanan.
Benang-benang spindel atau disebut juga dengan serat-serat gelendong, terbentuk diantara 2 kutub pembelahan.
Setiap kromosom yang terdiri atas satu pasang kromatid menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang ekuator (bidang pembelahan), dan kemudian menggantung pada benang spindle melalui sentromer atau kinetokor.
B) Metafase
Setiap kromosom yang terdiri atas satu pasang kromatid menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang ekuator (bidang pembelahan), dan kemudian menggantung pada benang spindle melalui sentromer atau kinetokor.
C) Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom, membelah sehingga menjadi dua bagian dengan masing-masing 1 kromatida.
Selanjutnya setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan bergerak menuju kekutub yang berlawanan. Dan pada akhir anaphase, semua kromatida sampai pada kutub masing-masing.
D) Telofase
Kromatida yang berada pada kutub berubah kembali menjadi benang-benang kromatin.
Dinding inti terbentuk kembali dan nukleolus membentuk dua inti baru.
Benang-benang spindle menghilang.
Terjadi sitokinesi (pembelahan sitoplasma) menjadi dua bagian, dan terbetuk membran plasma(membran sel) pemisah ditengah bidang ekuator (bidang pembelahan). Hasilnya terbentuklah 2 sel anak yang memilik kromosom yang sama dengan kromosom indunya.
2. Sitokinesis
Pada proses sitokinesis, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi 2 melalui terbentuknya cincin kontraktil yang dibentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel, dimana cincin kontraktil tersebut membentuk alur pembelahan yang akhirnya terbentuknya dua sel anak.
Masing-masing sel anak yang terbentuk tersebut mengandung organel-organel sel dan inti sel.
Tahapan Pembelahan Mitosis
Mengutip dari laman uma.ac.id, berikut adalah tahapan pembelahan mitosis secara lengkap.
Terdapat empat tahap atau fase pembelahan mitosis, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. akan tetapi sebelum keempat fase ini dimulai, terdapat yang namanya fase pendahuluan atau interfase. Berikut penjelasannya.
Interfase
Pada interfase, terjadi proses persiapan dan penimbunan energi oleh sel buat melakukan pembelahan. Selama interfase, inti sel (nukleus) serta anak inti sel (nukleolus) tampak terlihat jelas.
Namun, kromosom pada sel tidak terlihat karena masih dalam bentuk kromatin, yaitu benang-benang halus yang tersusun atas molekul DNA, RNA, dan protein.
Pada bagian luar inti sel terdapat sentrosom, yaitu organel sel yang berfungsi untuk mempertahankan jumlah kromosom antara sel induk serta sel anak agar tetap sama selama pembelahan sel. Jika di sel hewan, setiap sentrosom akan mengandung sepasang sentriol yg berbentuk mirip badan silindris mungil.
Termin interfase terbagi sebagai 3, yaitu fase G1 (gap pertama), fase S (buatan), serta fase G2 (gap ke 2). Berikut di antaranya:
Fase G1 diklaim juga dengan fase pertumbuhan serta perkembangan sel. Hal ini ditandai dengan berkembangnya sitoplasma (cairan sel), organel sel, serta buatan bahan-bahan yg akan dipergunakan buat fase berikutnya, yaitu fase S.
Pada fase S, terjadi replikasi atau duplikasi DNA menjadi materi genetik yang akan diturunkan pada sel anak, sebagai akibatnya nantinya akan didapatkan dua salinan DNA.
Fase terakhir, yaitu fase G2, replikasi DNA sudah selesai. Terjadi peningkatan buatan protein menjadi tahap akhir persiapan sel buat melakukan pembelahan.
1. Profase
Selanjutnya, kita masuk ke tahap awal pembelahan sel, yaitu tahap profase. pada awal profase, sentrosom mengalami replikasi, sehingga membuat 2 sentrosom. lalu, setiap sentrosom akan bergerak ke kutub-kutub inti sel yang letaknya berlawanan.
Ketika yg bersamaan, mikrotubulus mulai terlihat pada antara dua sentrosom.
Mikrotubulus ini merupakan serat protein panjang yg memanjang dari sentriol ke segala arah, lama -kelamaan, mikrotubulus akan membentuk seperti gulungan benang-benang spindel.
Pada tahap ini, benang-benang kromatin mulai mengalami penebalan yang kemudian membuat kromosom. Nah, kromosom ini terdiri asal 2 kromatid identik yang terikat pada sentromer (kepala kromosom).
Setiap sentromer memiliki dua kinetokor yg adalah perpaduan protein dan menjadi kawasan melekatnya benang-benang spindel nantinya. Pada akhir tahap profase, nukleus dan membran inti sel mulai menghilang.
Selain itu, sentrosom telah hingga pada kutubnya masing-masing. Benang-benang spindel pun akan membentang dari kutub satu ke kutub yang lain. Benang spindel ini nantinya akan berperan buat menarik kromosom ke bagian tengah inti sel di termin selanjutnya.
2. Metafase
Pada tahap ini, nukleus serta membran inti sel telah tidak terlihat. Masing-masing kinetokor di sentromer dihubungkan ke satu sentrosom oleh benang-benang spindel.
Kemudian, pasangan kromatid beranjak ke bagian tengah inti sel (bidang ekuator) dan menghasilkan lempeng metafase.
Posisi kromosom yang terletak di bagian tengah inti sel ini membuat jumlah kromosom bisa dihitung menggunakan sempurna serta bentuk kromosom juga bisa diamati dengan kentara.
3. Anafase
Termin anafase ditandai menggunakan pemisahan kromatid asal bagian sentromer yang kemudian membuat kromosom baru. Masing-masing kromosom ditarik oleh benang-benang spindel menuju kutub yg berlawanan.
Jumlah kromosom yang menuju ke kutub yang satu akan sama menggunakan jumlah kromosom yang menuju ke kutub lainnya. Pada termin akhir anafase, kromosom hampir sampai ke kutubnya masing-masing. Selain itu, sitokinesis juga mulai terjadi.
Sitokinesis adalah fase pembelahan atau pemisahan sitoplasma, organel, serta membran selular. Pembelahan ini dimulai asal pinggir sel (membran sel) menuju ke bagian tengah sel, sebagai akibatnya akan menghasilkan dua sel yg disebut sel anak.
4. Telofase
Selanjutnya, kita telah masuk ke termin akhir pembelahan mitosis, yaitu termin telofase. pada tahap ini, kromosom telah hingga pada kutubnya masing-masing.
Benang-benang spindel mulai menghilang serta membran inti sel jua mulai terbentuk pada antara dua kelompok kromosom yang terpisah.
Kromosom semakin usang akan menipis dan berubah menjadi benang-benang kromatin balik, kemudian, sitokinesis sudah selesai. Sel telah membelah serta membentuk dua sel anak dengan kromosom diploid (2n).
Setelah menyimak penjelasan tentang tahapan pembelahan mitosis dan pengertiannya di atas, semoga kita bisa kembali ingat tentang materi tersebut. (APR)
Baca Juga: 7 Fungsi Membran Sel untuk Makhluk Hidup dan Penjelasannya
