Konten dari Pengguna

Tanda Mula dengan Mol, Ketahui Perbedaan dan Fungsinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui tata letak not dalam paranada menjadi hal yang harus dipahami. Biasanya dalam paranada ditemukan beberapa tanda kromatis, seperti tanda mula dengan kres, tanda mula dengan mol, dan tanda pugar.

Ilustrasi: Tanda Mula dengan Mol. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Tanda Mula dengan Mol. Foto: Pixabay

Melansir buku berjudul Teknik Vokal Paduan Suara oleh N. Simanungkalit, kroma berarti warna. Di masa lalu, apabila seseorang memberi warna merah pada paranada, itu berarti tanda untuk menaikkan nada setengah lebih tinggi. Sedangkan warna biru bermakna menurunkan setengah tinggi nada.

Namun, saat ini tanda warna tersebut diubah dengan beberapa simbol. Misalnya, tanda berwarna merah diganti dengan simbol pagar (#) atau disebut tanda kromatis kres. Sedangkan warna biru menjadi tanda kromatis mol (b).

Kita juga dapat menemukan tanda pugar dalam tanda kromatis. Tanda tersebut berguna untuk mengembalikan nada-nada yang sebelumnya ditinggikan atau direndahkan ke nada semula.

Selain digunakan untuk menaikkan dan menurunkan nada, tanda kres (#) dan mol (b) juga digunakan untuk menuliskan tanda mula. Tanda tersebut menentukan nada dasar sebuah notasi komposisi lagu.

Lalu, bagaimana mengetahui suatu nada memiliki tanda mula dengan mol? Berikut penjelasannya.

Nada Dasar dengan Tanda Mol (b)

Tinggi rendahnya nada dalam sebuah musik membawa suasana yang berbeda. Penggunaan nada-nada rendah membawa atmosfer haru, sedangkan nada-nada tinggi menimbulkan suasana senang.

Sebelum itu, ada baiknya kita mengetahui susunan nada kromatis yang diturunkan setengah nada dengan adanya tanda mol (b). Simak penjelasannya di bawah ini!

  1. Nada dasar C = Nada kromatis C dengan mol (b), nama kromatisnya Ces

  2. Nada dasar D = Nada kromatis D dengan mol (b), nama kromatisnya Des

  3. Nada dasar E = Nada kromatis E dengan mol (b), nama kromatisnya Es

  4. Nada dasar F = Nada kromatis F dengan mol (b), nama kromatisnya Fes

  5. Nada dasar G = Nada kromatis G dengan mol (b), nama kromatisnya Ges

  6. Nada dasar A = Nada kromatis A dengan mol (b), nama kromatisnya As

  7. Nada dasar B = Nada kromatis B dengan mol (b), nama kromatisnya Bes

Tanda Mula dengan Mol (b)

Untuk menentukan tinggi rendahnya sebuah not, kita perlu mengetahui letak not dalam paranada. Pun begitu dalam memahami keberadaan tanda mula.

Melansir buku Seni Budaya Tingkat SMA/SMK oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tanda mula memiliki keterkaitan yang erat dengan nada dasar. Adapun cara menentukannya adalah dengan memperhatikan urutan tangga nada natural.

Urutan tangga nada natural dianggap bernada dasar 1 = C (do sama dengan C) dan tidak ada tanda mol yang menyertainya. Untuk nada dasar selanjutnya, dipakai patokan nada keempat dari urutan nada tersebut. Maka, nada dasar berikutnya adalah 1 = F dengan satu mol dan seterusnya.

Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan di bawah ini!

  • Nada dasar 1 = C dengan jumlah mol 0. Maka susunan nadanya menjadi C-D-E-F-G-A-B-C’

  • Nada dasar 1 = G dengan jumlah mol 1. Maka susunan nadanya menjadi F-G-A-Bes-C-D-E-F’

  • Nada dasar 1 = D dengan jumlah mol 2. Maka susunan nadanya menjadi Bes-C-D-Es-F-G-A-Bes’

  • Nada dasar 1 = A dengan jumlah mol 3. Maka susunan nadanya menjadi Es-F-G-As-Bes-C-D-Es

  • Nada dasar 1 = E dengan jumlah mol 4. Maka susunan nadanya menjadi As-Bes-C-Des-Es-F-G-As

  • Nada dasar 1 = B dengan jumlah mol 5. Maka susunan nadanya menjadi Des-Es-F-Ges-As-Bes-C-Des

  • Nada dasar 1 = Fis dengan jumlah mol 6. Maka susunan nadanya menjadi Ges-As-Bes-Ces-Des-Es-F-Ges

  • Nada dasar 1 = Cis dengan jumlah mol 7. Maka susunan nadanya menjadi Ces-des-Es-E-Ges-As-Bes-Ces

Nah, itulah penjelasan singkat terkait tanda kromatis mol dan tanda mula dengan mol. Dasar-dasar notasi dapat membantu kita dalam memahami susunan nada pada sebuah komponen lagu.

(ANM)