Tari Gatotkaca: Ragam Unsur Gerak, Tata Rias, dan Fungsinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu budaya kesenian yang dimiliki Indonesia adalah tari Gatotkaca. Tari Gatotkaca merupakan budaya khas Indonesia yang mengangkat kisah percintaan salah satu tokoh pewayangan yang sangat terkenal, yaitu Gatotkaca.
Kemunculan tari Gatotkaca sebenarnya sudah ada sejak zaman pemerintahan Mangkunegara V Kesultanan Surakarta. Hingga kini, keberadaan tarian ini masih terus dilestarikan keberadaanya. Beberapa acara adat pernikahan di Indonesia masih menampilkan tari Gatotkaca sebagai pagelaran hiburannya.
Gatotkaca merupakan tokoh pewayangan dalam kisah Mahabarata, putra dari Bimasena, yang berasal dari bangsa Rakshasa. Gatotkaca dikisahkan sebagai tokoh yang memiliki kekuatan luar biasa, yang terkenal dengan julukan “otot kawat balung wesi”.
Tari Gatotkaca disajikan dalam bentuk tarian secara berpasangan, yaitu antara tokoh Gatotkaca dan Dewi Pergiwa. Tidak hanya memiliki kesaktian yang luar biasa, Gatotkaca memiliki sisi lemah lembut yang diperlihatkan ketika jatuh cinta dengan Dewi Pergiwa.
Lalu, apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai pementasan tari Gatotkaca? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Ragam Unsur Gerak Tari Gatotkaca
Dikutip melalui buku Pembelajaran Seni Tari Indonesia dan Mancanegara karya Arina Restian (2017: 278), berikut ini beberapa gerakan yang terdapat dalam Tari Gatotkaca.
Gerak pokok, terdiri dari adeg-adeg, jangkung ilo, minced, gedut dan lengkahan.
Gerak khusus, yaitu gerakan yang menjadi karakteristik tari Gatokaca. Sebagai contoh, gerakan ini menunjukkan aksi Gatotkaca ketika monggawa, ngalana, dan pakbang.
Gerak peralihan, yaitu salah satu gerakan yang berfungsi sebagai sisipan antara gerak pokok dan gerak penghubung.
Gerak penghubung, yaitu gerak peralihan yang memiliki fungsi sebagai penghubung koreografi.
Menurut buku Seni Budaya Kelas 2 karangan Yoyok RM dkk (2008: 182), selain kesempurnaan gerak tari, penggunaan tata rias dan busana juga merupakan kunci keberhasilan sebuah tari Gatotkaca ketika sedang dibawakan.
Tata Rias dan Busana Tari Gatotkaca
Sebelum memulai pementasan tari Gatotkaca, baiknya mempersiapkan properti yang dibutuhkan, di antaranya sebagai berikut.
Mahkota, untuk digunakan di atas kepala yang memiliki warna emas, Mahkota ini menggambarkan bahwa Gatotkaca adalah seorang pangeran.
Kain/baju dan celana setengah panjang yang terbuat dari kain beludru hitam. Tak ketinggalan, kain ini juga dihiasi permata dari manik-manik yang memiliki beraneka ragam warna.
Selendang, terletak di belakang yang berguna sebagai sayap. Sayap ini menggambarkan bahwa Gatotkaca adalah salah satu ksatria yang dapat terbang ke luar angkasa.
Fungsi Tari Gatotkaca
Tari Gatotkaca menjadi salah satu sarana hiburan yang diciptakan hanya untuk ditonton. Tarian ini digarap sesuai dengan kebutuhan yang dipertontonkan, dengan mementingkan nilai estetika dan penyampaian pesan di dalamnya.
Dalam Tari Gatotkaca ditunjukkan sisi romantisme tokoh Gatotkaca, yang selalu diidentikkan sebagai ksatria yang gagah perkasa di medan perang. Di balik kegagahannya, ketika sedang jatuh cinta, Gatotkaca memiliki hati yang lemah lembut dan penyayang terhadap pasangannya.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Siapa itu Gatotkaca?

Siapa itu Gatotkaca?
Gatotkaca merupakan tokoh pewayangan dalam kisah Mahabarata, putra dari Bimasena, yang berasal dari bangsa Rakshasa.
Apa saja jenis gerak dalam Tari Gatotkaca?

Apa saja jenis gerak dalam Tari Gatotkaca?
Gerak pokok, gerak khusus, gerak peralihan, dan gerak penghubung.
Apa fungsi gerak peralihan?

Apa fungsi gerak peralihan?
Gerak peralihan, yaitu salah satu gerakan yang berfungsi sebagai sisipan antara gerak pokok dan gerak penghubung.
