Tari Kreasi Daerah: Unsur Pembentuk dan Jenis-jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tari kreasi merupakan salah satu bentuk dari perkembangan seni tari dari waktu ke waktu. Tari kreasi adalah suatu bentuk penataan baru karya seni tari yang diungkapkan secara bebas. Bebas artinya tidak terikat oleh tatanan yang sudah ada.
Perubahan masyarakat dan budaya yang menyebabkan lahirnya karya seni tari kreasi. Lahirnya tari kreasi merupakan suatu modifikasi yang terjadi dalam sebuah perangkat serta gagasan, yang disetujui oleh masyarakat tempat tari tersebut lahir dan berkembang.
Salah satu jenis tari kreasi yang semakin berkembang, yaitu tari kreasi daerah. Tari kreasi daerah adalah tarian yang berasal dari daerah tertentu dan mengalami beberapa perubahan seiring berkembangnya zaman. Bentuk dan koreografi tari kreasi daerah pun beragam.
Mengutip buku Seni Tari dan Seni Musik SMA Kelas X karya Sigit Astono, S.Kar,. M.Hum (2007: 48), fungsi tari kreasi daerah adalah menyajikan suatu hiburan yang telah dikreasikan sedemikian rupa dalam bentuk koreografi tertentu, tanpa menghilangkan unsur budaya aslinya.
Lantas, apa saja unsur-unsur dari tari kreasi daerah? Apa saja jenis-jenisnya? Simak penjelasan berikut ini yang dirangkum dalam berbagai sumber.
Unsur-Unsur Tari Kreasi Daerah
Berdasarkan buku Seni Budaya untuk Kelas XII SMA karangan Harry Sulastianto dkk, (2006: 42) terdapat dua unsur utama yang membangun terciptanya tari kreasi daerah di antaranya sebagai berikut.
1. Tema Tari
Tema tari sangat penting ditentukan terlebih dahulu sebelum melakukan eksplorasi gerak. Sebab, tema merupakan sumber atau hal yang melatarbelakangi penciptaan karya tari.
Segala sesuatu yang ada dalam karya tari disesuaikan dengan tema tari tersebut, termasuk gerakannya.
2. Bentuk Karya Tari
Bentuk karya tari perlu ditentukan sebelum melakukan gerakan. Sebab, bentuk tari akan memengaruhi hasil dari gerakan yang dicari. Eksplorasi bentuk tari tunggal akan berbeda dengan eksplorasi bentuk karya tari berpasangan maupun bentuk karya tari kelompok.
Jenis-Jenis Tari Kreasi Daerah
Tari kreasi daerah dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tari kreasi daerah baru, tari kreasi daerah tunggal, dan tari kreasi daerah berpasangan.
Berikut masing-masing penjelasannya yang dikutip dari buku Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Kelas 5 oleh Drs. Dedi Nurhadiat, M.Pd (2012: 40).
1. Tari Kreasi Daerah Baru
Tari kreasi jenis ini adalah tari daerah klasik yang mendapatkan penambahan berdasarkan aransemennya, karena mengikuti perkembangan zaman.
Tari kreasi daerah baru juga tidak menghilangkan ciri khas dan makna yang ada terkandung di dalamnya. Contoh tari kreasi daerah baru adalah:
Tari Nguri asal Kerajaan Sumbawa
Tari Merak asal Jawa Barat
Tari Kupu-Kupu asal Bali
2. Tari Kreasi Daerah Tunggal
Tari kreasi daerah tunggal adalah jenis tari ini yang mengalami perkembangan zaman dan hanya dipertunjukan oleh satu orang saja. Contoh tari kreasi daerah tunggal:
Tari Legong dari Bali
Tari Gambyong dari Surakarta
Tari Gambir Anom dari Jawa Tengah
3. Tari Kreasi Daerah Berpasangan
Tari kreasi daerah berpasangan adalah jenis tari yang mengalami perkembangan zaman dan akan dipertunjukan secara berpasangan. Contoh tari kreasi daerah berpasangan:
Tari Serampang Dua Belas dari Melayu Deli
Tari Janger dari Bali
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa fungsi tari kreasi daerah?

Apa fungsi tari kreasi daerah?
Fungsi tari kreasi daerah adalah menyajikan suatu hiburan yang telah dikreasikan sedemikian rupa dalam bentuk koreografi tertentu, tanpa menghilangkan unsur budaya aslinya.
Apa dua unsur utama yang membangun terciptanya tari kreasi daerah?

Apa dua unsur utama yang membangun terciptanya tari kreasi daerah?
Tema tari dan bentuk karya tari.
Apa saja jenis tari kreasi daerah?

Apa saja jenis tari kreasi daerah?
Tari kreasi daerah baru, kari kreasi daerah tunggal, dan tari kreasi daerah berpasangan.
