Konten dari Pengguna

Tari Seudati, Seni Tradisional Khas Aceh Sekaligus Sarana Penyebaran Islam

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerakan dalam Tari Seudati. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Gerakan dalam Tari Seudati. Foto: Suparta/acehkini

Tari Seudati merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Sebelumnya, Tari Seudati dikenal dengan kesenian yang bernama Retoih atau Saman, kemudian berganti menjadi Syahadati, dan hingga akhirnya menggunakan nama Tari Seudati.

Awalnya, Tari Seudati digunakan untuk menyebarkan agama Islam kepada masyarakat Aceh. Namun, seiring berjalannya waktu, tarian ini digunakan untuk mengisahkan kepahlawanan yang mengobarkan semangat juang orang-orang Aceh dalam melawan penjajahan Belanda pada zaman tersebut.

Saat ini, Tari Seudati sudah berkembang ke seluruh daerah Aceh dan digemari oleh masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai media dakwah, tarian ini kerap menjadi pertunjukan hiburan untuk rakyat.

Lantas bagaimana sebenarnya asal usul Tari Seudati? Apa saja komponen yang terdapat dalam tarian ini? Agar lebih memahaminya, simak penjelasan lengkap berikut ini.

Tari Seudati saat penutupan OS2N 2019 di Banda Aceh. Foto: Suparta/acehkini

Asal-Usul Tari Seudati

Tari Seudati mulanya tumbuh di Desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie yang dipimpin oleh Syekh Tam. Meski belum ada catatan pasti mengenai asal-usul Tari Seudati, diyakini tari ini berkembang sejak Islam masuk ke Aceh sekitar abad ke-16 Masehi.

Seudati diambil dari bahasa Arab yaitu "syahadati" atau "syahadatain" yang artinya mengaku Allah SWT itu satu dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul yang diutus. Selain itu, terdapat sumber lain yang menerangkan bahwa Seudati diambil dari bahasa Aceh yakni "seurasi" yang berarti kompak dan harmonis.

Gerakan menepuk dada dalam Tari Seudati. Foto: Suparta/acehkini

Komponen Tari Seudati

Agar pertunjukan Tari Seudati berjalan secara maksimal, terdapat komponen tarian yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dikutip dalam buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara karya Resi Septiana Dewi, S.Pd (2012: 09), komponen Tari Seudati yang juga mencirikan tarian ini antara lain:

1. Penari

Pemain Tari Seudati berjumlah delapan orang laki-laki sebagai penari utama yang terdiri dari pemimpin (syeikh), satu pembantu syeikh, dua orang pembantu syeikh di sebelah kiri (apeet wie), satu pembantu belakang (apeet bak), dan tiga penari lainnya adalah pembantu biasa.

2. Tempo dan Irama

Tari ini tak menggunakan alat musik sebagai pengiring melainkan melalui beberapa gerakan penarinya, seperti tepukan tangan ke dada dan pinggul, hentakan kaki ke tanah, dan petikan jari.

Selain itu, terdapat suara nyanyian yang berasal dari suara penari itu sendiri dan disesuaikan dengan gerakannya. Gerakan disesuaikan dengan tempo dan sangat dinamis juga penuh semangat.

Beberapa gerakan yang terlihat kaku memiliki makna keperkasaan dan kegagahan penari.

3. Perlengkapan Penari

Dalam Tari Seudati, ada beberapa perlengkapan yang digunakan untuk penari laki-laki dan perempuan. Merangkum buku Seni Budaya dan Keterampilan untuk Sekolah Dasar Kelas 4 oleh Drs. Dedi Nurhadiat, M.Pd (2006: 41), berikut perlengkapan yang digunakan penari laki-laki dan perempuan.

  • Penari Laki-Laki

Adapun perlengkapan yang digunakan penari laki-laki di antaranya yaitu:

  1. Celana panjang hitam yang disebut lu weu pha keu murah

  2. Baju kaus putih lengan panjang

  3. Teunglok Aceh (penutup kepala)

  4. Kain sutra pengikat pinggang

  • Penari Perempuan

Untuk penari perempuan, perlengkapan yang digunakan adalah sebagai berikut.

  1. Baju gunting Cina

  2. Kain sarung tenunan Aceh

  3. Celana panjang

  4. Sanggul Aceh yang miring ke kanan

  5. Kembang goyang untuk tusuk konde

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Di mana asal daerah Tari Seudati?

chevron-down

Tari Seudati berasal dari Aceh, mulanya tumbuh di Desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie yang dipimpin oleh Syekh Tam.

Dari mana asal-usul kata Seudati?

chevron-down

Seudati diambil dari bahasa Arab yaitu "syahadati" atau "syahadatain" yang artinya mengaku Allah SWT itu satu dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul yang diutus.

Berapa orang penari dalam Tari Seudati?

chevron-down

Pemain Tari Seudati berjumlah delapan orang laki-laki sebagai penari utama yang terdiri dari pemimpin (syeikh), satu pembantu syeikh, dua orang pembantu syeikh di sebelah kiri (apeet wie), satu pembantu belakang (apeet bak), dan tiga penari lainnya adalah pembantu biasa.