Tari Yapong Betawi, Tari Tradisional DKI Jakarta dan Keunikannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai Ibu Kota Indonesia, DKI Jakarta memang sudah banyak terpengaruh budaya asing. Meski demikian, Jakarta menyimpan segudang budaya di dalamnya, termasuk Tari Yapong yang menjadi ikon sendratari daerah tersebut.
Tari Yapong merupakan bentuk tarian dari Jakarta yang diciptakan untuk sebuah pertunjukan. Tarian ini bukan jenis tarian pergaulan seperti tari daerah kebanyakan.
Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan, Tari Yapong sering dijadikan sebagai tarian pergaulan untuk mengisi sebuah acara. Tari Yapong biasanya dilakukan oleh penari perempuan.
Asal-usul Tari Yapong
Tari Yapong pertama kali diciptakan oleh Bagong Kussudiardjo pada tahun 1977. Saat itu, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta meminta kesediaan seniman tersebut untuk membuat sebuah pagelaran tari massal sebagai bagian dari hari ulang tahun Jakarta ke-450.
Bagong kemudian melakukan penelitian selama beberapa bulan. Mengutip situs Ensiklopedia Jakarta, Bagong melakukan observasi langsung terhadap kehidupan masyarakat Betawi serta mempelajari buku hingga film tentang kebudayaan itu.
Sendratari ciptaannya itu kemudian dipentaskan di balai Sidang Senayan, Jakarta, pada 20 dan 21 Juni 1977. Pementasan didukung oleh 300 artis/penari dan musikus.
Penamaan Tari Yapong sendiri sebenarnya tidak memiliki makna khusus. Kata yapong muncul dari teriakan para penari yang berbunyi “ya, ya, ya” dan suara musik yang terdengar “pong, pong, pong” sehingga muncullah istilah “ya-pong” yang kemudian berkembang menjadi yapong.
Keunikan Tari Yapong
Tari Yapong dikenal sebagai tarian lepas yang menggambarkan kegembiraan dan suasana pergaulan. Pementasan Tari Yapong kebanyakan dibawakan oleh penari perempuan, tetapi ada juga yang menyertakan lelaki. Jumlah penari umumnya 5 sampai 10 orang yang berjajar simetris.
Busana yang dipakai penari Yapong cenderung berwarna terang dan dipadukan dengan kain batik khas Betawi. Ada pula penutup kepala berupa mahkota bunga serta selempang yang dipakai di bagian dada dan diikatkan dengan perhiasan di bagian perut.
Pementasan Tari Yapong diiringi dengan musik tetabuhan tradisional Betawi, seperti rebana hadroh, rebana biang, dan rebana ketimpring.
Namun, dalam perkembangannya, gamelan dan tetabuhan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah turut disertakan untuk menghasilkan irama yang lebih semangat dan dinamis.
Gerakan Tari Yapong terbilang cukup sederhana, tetapi dinamis dan eksotis. Gerakannya berumpu pada kaki, tangan, dan pinggul. Para penari memainkan tangan dan kaki secara bergantian, sedangkan pinggul mengikuti gerakan keduanya.
Beberapa gerakan Tari Yapong, yaitu:
Gerak megol lembehan kanan, yaitu posisi jalan di tempat, tangan kiri diletakkan di dada dan ibu jari diletakkan di pinggul (penari laki-laki) dan menempel di dada (penari perempuan).
Enjer loncat, yaitu gerakan sebelah tangan yang dibengkokkan, sedangkan tangan lainnya lurus. Penari lalu melompat ke arah tangan yang dibengkokkan.
Singgetan ngigel, yaitu posisi tangan berada di depan mata dan melakukan ngigel (berputar).
Gerak yapong, yaitu gerakan tangan diletakkan di atas kepala dan telapak tangan dibuka. Kemudian bergerak seperti menyapu angin ke kiri dan ke kanan.
Meski bersifat kontemporer, Tari Yapong menjadi ikon kesenian Betawi yang kerap ditampilkan dalam berbagai acara, seperti acara menyambut tujuh belasan, acara kebudayaan maupun perayaan HUT DKI Jakarta.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Berapa jumlah penari dalam Tari Yapong?

Berapa jumlah penari dalam Tari Yapong?
Jumlah penari umumnya 5 sampai 10 orang yang berjajar simetris.
Apa kostum yang digunakan penari Yapong?

Apa kostum yang digunakan penari Yapong?
Busana yang dipakai penari Yapong cenderung berwarna terang dan dipadukan dengan kain batik khas Betawi, penutup kepala berupa mahkota bunga, dan selempang.
Bagaimana gerak megol lembehan kanan pada Tari Yapong?

Bagaimana gerak megol lembehan kanan pada Tari Yapong?
Gerak megol lembehan kanan, yaitu posisi jalan di tempat, tangan kiri diletakkan di dada dan ibu jari diletakkan di pinggul (penari laki-laki) dan menempel di dada (penari perempuan).
