Tata Cara Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua sesuai Sunnah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ziarah ke makam orang tua merupakan bentuk bakti seorang anak kepada mereka yang sudah tiada atau meninggal. Sebagai seorang muslim, mengetahui tata cara ziarah kubur ke makam orang tua itu penting.
Bahkan Nabi Muhammad saw. juga menganjurkan dalam hadisnya, sebagaimana berikut ini:
"Aku (Rasulullah) dahulu pernah melarang kalian berziarah kubur, dan kini berziarahlah." (HR Muslim, Ahmad, & Nasa'i)
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tata Cara Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua
Dikutip dari laman bnp.jambiprov.go.id, ziarah kubur dengan berdoa dan membersihkan makam orang tua, kerabat, dan orang terdekat merupakan salah satu anjuran dalam agama Islam.
Kegiatan ini memiliki banyak keutamaan, seperti meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah Swt. sebagai pengingat peziarah tentang kematian. Berikut adalah tata cara ziarah kubur ke makam orang tua sesuai sunnah yang perlu diketahui umat muslim.
1. Berwudu
Sebelum pergi untuk ziarah, hendaknya umat muslim berwudu terlebih dahulu untuk menyempurnakan dan menyucikan niat saat menjalankan ziarah kubur.
2. Mengucapkan Salam
Mengucapkan salam merupakan anjuran yang dilakukan di mana saja. Mengucapkan salam pada penghuni kubur dengan menghadap wajah mereka.
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Latin: Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun.
Artinya: “Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”
3. Membaca Istighfar
Membaca istighfar memberikan banyak manfaat. Begitu juga ketika sedang berziarah ke makam orang tua, dianjurkan untuk membaca istighfar. Berikut bacaannya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi.
Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
4. Membaca Doa dan Surat Pendek
Membaca doa dan surat pendek dilakukan dengan mengangkat tangan dan menghadap kiblat.B acaan surat pendeknya bisa Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.
5. Mendoakan Mayat
Rasulullah Saw pernah berziarah ke salah satu kuburan sahabatnya dan memohon ampunan untuk mereka. Diperbolehkan untuk memanjatkan doa dan disarankan menghadap kiblat.
Bahkan menangis saat melakukan ziarah kubur diperbolehkan Rasulullah saw tetapi tidak boleh berlebihan.
Mendoakan bisa dengan mengirimkan surat Yasin kepada kedua orang tua yang sudah meninggal. Hal ini juga telah diriwayatkan dalam sejumlah hadis.
اقْرَؤُا عَلَى مَوْتَاكُمْ "يس"
Artinya: "Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang meninggal [di antara] kalian." (HR Abu Dawud).
مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ أَوْ أَحَدِهِمَا ، فَقَرَأَ عِنْدَهُمَا أَوْ عِنْدَهُ : يس ، غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ ذَلِكَ آيَةً أَوْ حَرْفًا
Artinya: "Barangsiapa berziarah ke kuburan kedua orang tuanya setiap Jumat lalu membacakan di sisinya surat Yasin, niscaya akan diampuni sebanyak jumlah ayat dan huruf yang dibaca." (HR Ibnu 'Adi)
6. Tidak Memakai Sandal
Pada saat pergi berziarah kubur dan berjalan di atas kuburan, kecuali tanahnya panas atau basah sebaiknya melepas alas kaki. Dalam ziarah, disarankan untuk tidak memakai alas kaki, hal ini dilakukan untuk memberikan penghormatan kepada penghuni kubur.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini:
يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، أَلْقِ سِبْتِيَّتَكَ! فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُوْلَ اللهِ، خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا
Latin: Yaa shaa’ibal-sabbitayni, alqi sibtiyataka! Fanadhara ar-rajulu falammaa ‘arafa Rasulallaahi, khal’ahuma faramaa bihimaa.
Artinya: Wahai orang yang memakai sandal, lepaskanlah sandalmu! Lalu, orang itu melihat, dan ketika dia menyadari bahwa yang menegurnya adalah Rasulullah saw., dia melepas dan melemparkan sandalnya. (HR. Abu Daud).
7. Tidak Menduduki atau Menginjak Pusara Kuburan
Ketika sedang ziarah kubur, Rasulullah saw. melarang peziarah untuk duduk atau menginjak pusara kuburan. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah saw.,
لأنْ يَجْلِسَ أحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ، فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ
Latin: Li-ann yajlis ahadukum ‘ala jamratin, fatuhrqa thiyabahu fa takhlusa ila jildihi khayrun lahu min an yajlis ‘ala qabrin.
Artinya: Lebih baik bagi seseorang di antara kalian untuk duduk di atas bara api yang menyebabkan pakaiannya terbakar dan menyisakan kulitnya daripada duduk di atas kuburan. (HR. Muslim)
8. Diperbolehkan untuk Menyiram Air atau Menabur Bunga di Atas Pusara Kuburan
Dalam berziarah kubur, menyiram atau menaburkan bunga di atas pusara diperbolehkan. Hal ini didasarkan pada hadis:
أن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) رش على قبر ابراهيم ابنه ووضع عليه حصباء
Latin: An-nabi (ṣallā llāhu ʿalayhi wa sallam) rasha ‘ala qabri Ibrahima ibnahu wa wadha’a ‘alayhi ḥaṣabā’a.
Artinya: Rasulullah saw. menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya. (HR. Abu Daud)
Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua
Ketika sedang ziarah ke makam orang tua, peziarah bisa membaca doa. Berikut adalah doa ziarah kubur untuk orang tua:
1. Doa Ziarah Kubur Pertama
السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ
Latin: Assalaamu 'alaikum ala' ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, asalu Allahu lanaa wa lakumul 'aafiyah.
Artinya: "Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat." (HR. Muslim, dari Buraidah)
2. Doa Ziarah Kubur Kedua
السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ
Latin: Assalaamu 'alaikum 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba'un.
Artinya: "Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum mukminin dan kaum muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian." (HR. Nasa'i & Ibnu Majah)
3. Doa Ziarah Kubur Ketiga
السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ
Latin: Assalaamu 'ala ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta'khiriina, wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun.
Artinya: "Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang mukminin dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu." (HR. Muslim dari Aisyah)
4. Doa Ziarah Kubur Keempat
Umat Islam juga bisa membaca doa ziarah kubur untuk orang tua dengan lafaz sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut ini:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa'ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.
Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR. Muslim)
Baca Juga: Bacaan Niat Itikaf di Masjid dan Tata Caranya
Demikian pembahasan mengenai tata cara ziarah ke makam orang tua. Ketika ke makam orang terdekat, maka diperbolehkan untuk menangis. (Umi)
