Tekanan Darah Manusia di dalam Pembuluh Darah Menggunakan Prinsip Hukum Apa?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tekanan darah manusia di dalam pembuluh darah menggunakan prinsip Hukum Pascal. Tekanan pada pembuluh darah ini termasuk jenis tekanan yang terdapat pada tempat tertutup.
Pada saat jantung berkontraksi memompa darah, maka darah akan mendapat tekanan yang sama besar sehingga darah akan mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah tertutup.
Untuk mengetahui lebih jelas tekanan darah pada proses peredaran darah manusia ini, simak pembahasan berikut.
Konsep Tekanan Darah pada Proses Peredaran Darah Manusia
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tekanan pada pembuluh darah manusia menggunakan prinsip kerja Hukum Pascal.
Dikutip dari Inti Materi IPA SMP/MTs kelas 7, 8, 9 oleh Tim Maestro Genta, tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri adalah ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia.
Tekanan darah merupakan faktor pemicu terbentuknya denyut jantung. Tekanan darah dapat berubah-ubah setiap saat dalam rentang akan tertentu, bergantung pada posisi, aktivitas, dan kondisi tubuh.
Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah ketika istirahat dan dalam keadaan duduk atau terbaring. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah adalah spigmomanometer (tensimeter).
Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia
Tekanan darah normal angkanya berkisar di atas 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.
Angka pertama menunjukkan tekanan sistole, yaitu tekanan yang terjadi saat bilik jantung berkontraksi, sehingga menyebabkan darah terdorong keluar dari bilik jantung.
Angka kedua menunjukkan diastole, yaitu tekanan saat bilik jantung berelaksasi, sehingga darah masuk ke dalam bilik jantung. Tekanan darah normal bisa naik atau turun tergantung aktivitas fisik yang dijalani dan kondisi emosional yang tengah dialami.
Dikutip dari laman resmi Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bantul, berikut batas tekanan darah normal yang dibagi berdasarkan kelompok usia.
1. Tekanan Darah Normal pada Anak-Anak
Tekanan darah normal pada usia anak-anak dibagi menjadi dua kelompok, antara lain:
Anak usia prasekolah (3-5 tahun), batas normal tekanan sistole berkisar antara 95-110 mmHg dan tekanan diastole berkisar antara 56-70 mmHg.
Anak usia sekolah (6-13 tahun), batas normal tekanan sistole berkisar antara 97-112 mmHg dan tekanan diastole berkisar antara 57-71 mmHg.
2. Tekanan Darah Normal pada Remaja
Pada remaja usia 13-18 tahun, batas normal tekanan sistolenya berkisar antara 112-128 mmHg dan diastole berkisar antara 66-80 mmHg.
Variasi tekanan darah di dalam batas normal seorang remaja dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti tinggi badan, jenis kelamin, dan waktu pengukuran tekanan darah.
3. Tekanan Darah Normal pada Dewasa
Pada umumnya, orang dewasa dikatakan memiliki tekanan darah normal jika angkanya berada di atas 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.
Pada ibu hamil, perubahan hormonal menyebabkan kisaran tekanan darah menjadi lebih rendah. Bahkan pada ibu hamil, tekanan darah 120/80 mmHg sudah termasuk kategori harus berhati-hati akan risiko preeklamsia.
Preeklamsia, yaitu gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urine.
4. Tekanan Darah Normal pada Usia Lanjut
Tekanan darah normal pada orang lanjut usia (lansia) cenderung lebih tinggi, yaitu <150 mmHg untuk tekanan sistole dan <90 mmHg untuk tekanan diastole.
Hal ini disebabkan pembuluh darah pada lansia cenderung lebih kaku, sehingga jantung memerlukan tekanan lebih tinggi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Jika tekanan darahnya terlalu rendah, lansia malah bisa mengalami pusing dan hipotensi ortostatik sehingga meningkatkan risiko jatuh dan cedera.
(SFR)
