Konten dari Pengguna

Teknik Analisis Data: Pengertian, Jenis, dan Tip Memilihnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teknik analisis data. Foto: Unsplash/Carlos Muza
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknik analisis data. Foto: Unsplash/Carlos Muza

Teknik analisis data penting untuk dipelajari oleh siapa saja yang sedang maupun akan melakukan penelitian. Hal ini karena teknik tersebut digunakan untuk mengolah berbagai data penelitian menjadi suatu informasi bagi para pembaca.

Dikutip dari laman sampoernauniversity.ac.id, proses analisis data memiliki banyak tujuan dalam penelitian, di antaranya yaitu untuk menguraikan data agar lebih mudah dipahami, mendapatkan penjelasan mengenai suatu fenomena, dan sebagainya.

Tujuan-tujuan tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya keterlibatan teknik yang benar. Maka dari itu, selain mengetahui pengertiannya, peneliti juga harus memahami tentang pembagian jenis dan cara memilihnya, sebagaimana ulasan di bawah ini.

Daftar isi

Pengertian Teknik Analisis Data

Ilustrasi teknik analisis data. Markus Winkler on Unsplash

Pada dasarnya, teknik analisis data merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah data dari sebuah fenomena. Untuk lebih jelasnya, simaklah pengertiannya menurut beberapa ahli, berikut (sampoernauniversity.ac.id):

1. Bogdan

Bogdan mengartikan teknik ini sebagai proses sistematis untuk mencari dan menyusun data yang didapat dari dokumentasi, wawancara, dan sebagainya ke dalam suatu kategori, untuk kemudian hasil susunnya menjadi sebuah kesimpulan.

2. Lexy J. Moleong

Menurut Moleong, teknik dalam analisis data merupakan suatu kegiatan pemeriksaan terhadap instrumen penelitian, seperti dokumen, catatan, maupun rekaman, untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat menjadi informasi.

3. Spradley

Pengertian analisis data menurut Spradley adalah suatu kegiatan yang terkait dengan pengujian di dalam bagian-bagian penelitian, dengan tujuan untuk mencari pola tertentu. Pola inilah yang nantinya menjadi sumber pemecahan masalah.

4. Qomari

Qomari berpendapat bahwa analisis data merupakan suatu kegiatan untuk mengolah dan menyajikan data, di mana susunan data yang sudah diolah ini akan menjadi jawaban dari berbagai permasalahan yang sedang diteliti saat itu.

Jenis-Jenis Teknik untuk Analisis Data

Ilustrasi teknik analisis data. UX Indonesia on Unsplash

Secara umum, teknik yang dipakai untuk menganalisis data dalam suatu penelitian terbagi menjadi dua, yaitu teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Untuk lebih memahami kedua istilah tersebut, simaklah pembagian jenis teknik analisis, berikut:

1. Teknik Kuantitatif

Istilah data kuantitatif diartikan sebagai data yang memiliki sifat numerik, yaitu sifat yang dapat dihitung karena berbentuk angka statistik. Lazimnya, jenis data ini didapatkan dari kuesioner, angket, survei, maupun eksperimen secara langsung oleh peneliti.

Dari pengertian tersebut, disimpulkan bahwa jenis data kuantitatif yang berbentuk angka ini harus diolah menggunakan teknik analisis data dalam model matematika atau statistik. Teknik analisis kuantitatif ini terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Analisis Deskriptif Analisis ini dilakukan dengan cara memahami rekam jejak data di masa lalu untuk mendapatkan kesimpulan penelitian. Umumnya, teknik deskriptif digunakan pada penelitian yang melibatkan data dengan jumlah sangat banyak, seperti data demografi.

  • Analisis Inferensial Teknik analisis inferensial merupakan cara mengolah data menggunakan metode statistik. Proses perhitungan pada teknik ini biasa dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, seperti SPSS, untuk mendapatkan hasil yang akurat dari berbagai aspek.

2. Teknik Kualitatif

Berkebalikan dengan data kuantitatif, data kualitatif diartikan sebagai data-data penelitian yang bersifat non-numerik atau tidak dapat dihitung. Data ini diketahui bersifat deskriptif, yakni menggambarkan subjek atau objek teliti secara mendalam.

Pada penelitian, data kualitatif ini biasa didapatkan melalui sesi wawancara dan proses observasi. Adapun teknik yang digunakan untuk mengolah data sejenis ini adalah dengan analisis wacana, naratif, dan analisis konten, sebagaimana penjelasan berikut:

  • Analisis Wacana Teknik yang dilakukan dalam analisis wacana yaitu dengan menganalisis interaksi antara orang-orang dalam suatu konteks sosial. Analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tahu hal yang terkait pola-pola dalam suatu aktivitas komunikasi.

  • Analisis Naratif Analisis naratif dilakukan dengan cara berfokus pada deskripsi berbagai peristiwa yang didapatkan dari narasumber, seperti penelitian biografi. Kumpulan deskripsi yang didapat tersebut kemudian disusun dan disajikan dalam bentuk deskripsi cerita.

  • Analisis Konten Sesuai dengan namanya, analisis konten dilakukan dengan fokus pada konteks tertentu, seperti budaya di dalam suatu kelompok atau individu. Analisis ini lazimnya didapatkan dari transkrip wawancara, rekaman, video, dan sumber lain yang sejenis.

Model Teknik Analisis

Ilustrasi teknik analisis data. Campaign Creators on Unsplash

Dalam melakukan analisis data, terdapat dua model teknik analisis yang dapat dipakai, yaitu model deduktif dan model induktif. Untuk mengetahui perbedaannya, simaklah ulasan terkait pembagian model teknik analisis, berikut ini:

1. Model Deduktif

Model deduktif merupakan proses pengolahan data yang dilakukan dengan cara mencari dan memahami teori-teori yang berkaitan terlebih dahulu, untuk kemudian dilanjutkan dengan tahapan mencari fakta-fakta di lapangan saat melakukan penelitian.

Model deduktif juga dikenal sebagai pendekatan ilmiah yang digunakan untuk menguji suatu teori atau hipotesis yang didapatkan dari sumber-sumber yang ada, melalui observasi dan bukti empiris/fakta di lapangan saat itu.

2. Model Induktif

Berbeda dengan model deduktif, model induktif justru mendahulukan pencarian fakta-fakta terlebih dahulu sebelum mencari dan memahami teori terkait penelitian. Adapun teori yang dipakai adalah teori yang mendukung atau berkenaan dengan fakta yang ada.

Model ini kerap digunakan dalam pembahasan mengenai permasalahan sosial. Kelemahannya, model induktif ini dapat mengakibatkan pencarian data yang berulang-ulang, karena kebutuhan data valid sesuai dengan hipotesis berdasar fakta.

Tahapan Olah Data

Ilustrasi teknik analisis data. Myriam Jessiermjessier on Unsplash

Untuk mengolah data dalam suatu penelitian hingga menjadi sebuah kesimpulan yang dapat menjadi informasi, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Berikut merupakan tahap-tahap dalam mengolah data tersebut:

1. Mengumpulkan Data

Dalam suatu penelitian, tahapan ini menjadi sangat krusial, karena menentukan kesuksesan tahapan selanjutnya. Tanpa data-data yang dikumpulkan, penelitian tidak akan berlanjut, sehingga sebaiknya data yang ada harus dicatat atau direkam.

2. Proses Sunting

Proses sunting atau penyuntingan merupakan proses pemeriksaan segala macam data yang telah didapatkan. Pada tahap ini, data-data yang didapatkan akan dipilah terkait kesesuaiannya dengan rumusan masalah dalam penelitian.

3. Tahap Coding

Coding atau pengkodean adalah tahap pemberian tanda atau simbol pada data-data yang ada dan telah disunting, untuk tahapan lanjutan yaitu analisis. Dengan adanya tanda pada data, data dapat secara mudah dipilah untuk proses tertentu.

4. Proses Tabulasi

Setelah diberi kode, data-data yang didapat harus melalui tahap tabulasi, yaitu proses pemilahan data-data yang sesuai dengan simbol tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyusun data-data tersebut dalam suatu tabel.

5. Analisis Data

Tahap krusial selanjutnya adalah proses analisis data. Tahapan ini akan menentukan hasil atau simpulan informasi yang akan disajikan, di mana data akan diolah sesuai dengan teknik penelitian yang dipilih, kualitatif atau kuantitatif, dengan hasil kata atau angka.

6. Menafsirkan Data

Pada tahap analisis data, hasil yang didapatkan bisa dikatakan belum sempurna untuk dipahami pembaca. Oleh karena itu, diperlukan tahap penafsiran, di mana pada tahapan ini data hasil akan disajikan dalam bentuk kalimat simpulan yang sesuai dengan analisis.

Tip Memilih Teknik untuk Analisis Data

Ilustrasi teknik analisis data. Scott Graham on Unsplash

Pemilihan teknik analisis pada data merupakan hal yang paling beresiko apabila terjadi kesalahan. Untuk itu, perlu diketahui kiat dalam memilih tekniknya. Simaklah tip memilih teknik untuk analisis data dalam penelitian, berikut ini:

1. Pahami Karakteristik Penelitian

Pahami karakteristik penelitian, yaitu permasalahan yang akan diteliti, karena, dengan begitu peneliti dapat menentukan teknik analisis tepat yang harus dipilih. Misal, jika masalah terkait budaya, pilih kualitatif, sedangkan, jika ekonomi masyarakat, pilih kuantitatif.

2. Ketahui Data yang Didapat

Ketahuilah jenis data yang akan didapat selama penelitian untuk menentukan jenis teknik analisis apa yang harus digunakan. Misal, jika data yang akan didapat berupa data numerik atau angka maka tertuju pada teknik kuantitatif, dan sebaliknya jika non-numerik.

3. Pahami Karakter Populasi

Karakteristik dari populasi yang ada dalam ruang lingkup statistik ini terkait dengan kepadatan dan ukuran dari besaran populasi objek yang akan diteliti. Karakteristik tersebut bisa berupa jumlah individu, satuan luas, atau ruang yang ditempati.

4. Perhitungkan Banyaknya Variabel

Dalam suatu populasi, mencakup berbagai macam variabel yang harus diperhitungkan. Jumlah variabel menentukan teknik analisisnya, misal, teknik analisis dua variabel berbeda dengan variabel yang lebih dari itu. Contoh variabel: angka kelahiran dan kematian.

Baca juga: 3 Teknik Analisis Peluang Usaha untuk Bisnis Baru

Demikian ulasan terkait teknik analisis data, mulai dari pengertian, jenis, hingga tip memilihnya yang dapat pembaca simak. Agar lebih memahami ulasan tersebut, pelajarilah contoh kasus dari berbagai sumber terpercaya lainnya.