Konten dari Pengguna

Teknik Pengumpulan Data, Pengertian, Jenis dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teknik pengumpulan data. Foto: Pexels/PhotoMIX Company
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknik pengumpulan data. Foto: Pexels/PhotoMIX Company

Teknik pengumpulan data merupakan salah satu tahapan yang sangat penting ketika menulis atau mengerjakan karya ilmiah. Tahapan ini ditujukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam rangkaian penelitian.

Peneliti tentu harus memilih teknik pengumpulan data yang tepat. Teknik tersebut dinilai sangat krusial atau penting demi kelancaran penelitian yang dilakukan. Selain itu, juga harus dilakukan agar penelitian lebih terarah dan terkendali.

Terdapat beberapa teknik yang harus dilakukan dalam tahapan pengumpulan data untuk meminimalisasi adanya hambatan, kesalahan, atau masalah yang terjadi selama penelitian berlangsung. Sehingga, teknik pengumpulan data yang dipilih juga harus tepat dan berlangsung secara sistematis.

Daftar isi

Pengertian Teknik Pengumpulan Data

Ilustrasi teknik pengumpulan data. Foto: Pexels/Lukas

Teknik pengumpulan data adalah serangkaian metode atau cara yang digunakan dalam proses penelitian untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Mengutip dari buku Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian karya Riduwan (2010), pengertian teknik pengumpulan data adalah metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data.

Pengertian lainnya, mengutip dari buku Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D karya Sugiyono (2010), teknik pengumpulan data merupakan bagian paling penting dalam sebuah penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Pengumpulan data adalah tahap awal yang sangat penting dalam melakukan penelitian apapun. Proses ini melibatkan pengumpulan, pengukuran, dan analisis data yang akurat menggunakan teknik-teknik teruji dan terbukti.

Pengumpulan data dilakukan untuk mengumpulkan informasi atau fakta yang relevan dengan masalah penelitian yang sedang dilakukan hingga menjadi sumber analisis penelitian.

Hasil dari pengumpulan data ini akan digunakan oleh peneliti untuk mengevaluasi hipotesis yang diajukan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi peneliti untuk memastikan bahwa data yang mereka kumpulkan adalah akurat dan valid agar hasil penelitiannya dapat diandalkan dan memiliki kegunaan yang maksimal.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengumpulan Data

Ilustrasi teknik pengumpulan data. Foto: Pexels/Lukas

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti dalam melakukan pengumpulan data, antara lain:

  • Data biasanya sudah ditentukan oleh beberapa variabel penelitian. Ketika semua data terkumpul, langkah berikutnya adalah mengolah data, sehingga data yang dikumpulkan memiliki arti karena diolah dengan sistematis.

  • Data yang sudah diolah tersebut dipakai dan dipilih berdasarkan data yang berhubungan atau relevan dengan konsep, kejadian, atau objek penelitian. Datanya bisa berbentuk huruf, angka, simbol, gambar, dan lainnya.

  • Setelah itu, pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian yang diungkap dalam bentuk hipotesis yaitu jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian.

  • Data yang sudah dikumpulkan ditentukan oleh berbagai variabel yang ada di dalam hipotesis dan dikumpulkan dalam bentuk sampel yang sudah ditentukan sebelumnya dan sampelnya digunakan untuk menganalisis sasaran penelitian.

Jenis Teknik Pengumpulan Data

Ilustrasi teknik pengumpulan data. Foto: Pexels/Lukas

Untuk lebih memahami tentang serangkaian proses penelitian, berikut ini beberapa jenis teknik pengumpulan data yang paling sering digunakan dalam penelitian.

1. Observasi

Mengutip dari buku Memahami Penelitian Kualitatif karya Basrowi dan Suwandi, observasi diartikan sebagai cara-cara mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati tingkah laku individu atau kelompok yang diteliti secara langsung.

Teknik pengumpulan data observasi dilakukan melalui pengamatan langsung dilakukan oleh peneliti kepada objek yang diteliti secara langsung di tempat terjadinya peristiwa, bisa berupa perilaku manusia, fenomena, atau proses perubahan. Adapun kelebihan dan kekurangan dari observasi, antara lain:

Kelebihan

  • Dapat mengumpulkan data dari responden secara besar-besaran.

  • Dapat mengumpulkan data dari responden yang berasal dari berbagai latar belakang dan demografi.

  • Dapat memperoleh data yang representatif dari populasi.

Kekurangan

  • Survei dapat memiliki tingkat kecurangan dan bias dalam jawaban responden.

  • Survei dapat memiliki tingkat kecurangan dan bias dalam pemilihan responden.

  • Survei dapat memerlukan biaya dan waktu yang besar.

Contoh

Observasi dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang perilaku hewan, interaksi sosial antar individu, dan aktivitas ekonomi suatu daerah.

2. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya-jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau wawancara dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).

Dalam wawancara, data diambil secara langsung dengan melakukan komunikasi dengan responden atau informan. Wawancara bisa memberikan pemahaman mendalam mengenai pengalaman, pandangan, atau pengetahuan individu mengenai topik penelitian. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari wawancara.

Kelebihan

  • Memungkinkan peneliti untuk mengubah atau menyesuaikan pertanyaan berdasarkan jawaban dari responden.

  • Memberikan informasi rinci dan menyeluruh tentang subjek yang diteliti.

  • Membantu peneliti untuk membangun hubungan dan kepercayaan dengan responden, yang pada gilirannya dapat membantu memperoleh informasi yang lebih akurat dan bermakna.

  • Memperoleh informasi yang tidak dapat ditemukan melalui teknik pengumpulan data lain seperti survei atau observasi.

Kekurangan

  • Memerlukan biaya dan waktu yang cukup besar, terutama jika dilakukan secara lanskap.

  • Memiliki bias dalam pemilihan responden dan pertanyaan.

  • Beberapa responden dapat tidak jujur atau tidak terbuka dalam memberikan jawaban.

Contoh

  • Penelitian Sosial: Wawancara dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang pandangan, sikap, dan perilaku responden terhadap masalah sosial tertentu.

  • Penelitian Kualitatif: Wawancara dapat digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif yang berkaitan dengan persepsi, pandangan, dan pengalaman responden.

  • Penelitian Kesehatan: Wawancara dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang kesehatan, gaya hidup, dan perilaku kesehatan responden.

3. Kuesioner

Angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Teknik ini bisa membantu mendapatkan jawaban responden dalam jumlah yang besar. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari teknik pengumpulan data berupa kuesioner.

Kelebihan

  • Dapat mengumpulkan data dari banyak responden sekaligus.

  • Fleksibel, karena dapat dilakukan secara online atau melalui telepon.

  • Mudah dilakukan, karena hanya membutuhkan kuesioner atau formulir.

  • Data yang diperoleh dapat dianalisis secara statistik.

Kekurangan

  • Responden dapat memiliki bias atau tidak bersedia untuk memberikan informasi yang akurat.

  • Kuesioner dapat terdistorsi oleh penyusunan pertanyaan atau interpretasi responden.

  • Respon dari responden mungkin tidak mencerminkan situasi sebenarnya.

Contoh

Kuesioner dapat digunakan untuk mengumpulkan data tentang opini dan pandangan masyarakat terhadap suatu masalah, preferensi konsumen, dan tingkat kepuasan pelanggan.

4. Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka, dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian.

Dengan dokumentasi, peneliti dapat menggunakan sumber-sumber yang telah ada untuk mendukung hipotesis mereka, dan juga untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang subjek penelitian tanpa perlu melakukan pengumpulan data secara langsung melalui metode observasi atau wawancara.

5. Studi Literatur

Studi literatur merupakan teknik penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah buku, majalah, atau literatur lainnya yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian.

Teknik ini bertujuan untuk mencari berbagai teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang sedang diteliti sebagai bahan rujukan dalam pembahasan hasil penelitian. Kelebihan dan kekurangan dari studi literatur, diantaranya:

Kelebihan

  • Dapat mengumpulkan data secara detail dan akurat.

  • Dapat mengumpulkan data dari sumber yang komprehensif dan valid.

  • Dapat memperoleh informasi dari sumber yang tidak terdistorsi.

Kekurangan

  • Studi kasus dapat memakan waktu dan biaya yang besar.

  • Studi kasus dapat memiliki bias dalam pemilihan kasus yang diamati.

  • Studi kasus dapat terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal yang tidak terkontrol.

Contoh

  • Penelitian Bisnis: Studi kasus dapat digunakan untuk mempelajari strategi bisnis suatu perusahaan yang sukses, misalnya dalam mengatasi tantangan atau mencapai tujuan tertentu.

  • Penelitian Kesehatan: Studi kasus dapat digunakan untuk mempelajari kasus penyakit langka atau yang belum dipahami dengan baik, atau kasus pasien yang menerima perawatan yang sukses atau gagal.

  • Penelitian Pendidikan: Studi kasus dapat digunakan untuk mempelajari keefektifan metode pengajaran tertentu, misalnya dengan membandingkan hasil belajar siswa yang belajar melalui pendekatan yang berbeda.

  • Penelitian Lingkungan: Studi kasus dapat digunakan untuk mempelajari dampak lingkungan dari proyek pembangunan tertentu, misalnya dengan mengevaluasi pengaruhnya terhadap keanekaragaman hayati atau kualitas air.

Faktor yang Memengaruhi Teknik Pengumpulan Data

Ilustrasi teknik pengumpulan data. Foto: Pexels/Kindel Media

Pemilihan teknik pengumpulan data yang tepat sangat penting untuk memastikan keakuratan dan keandalan data yang diperoleh dalam sebuah penelitian. Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi teknik pengumpulan data.

1. Tujuan Penelitian

Pemilihan teknik pengumpulan data harus selaras dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Jika penelitian ditujukan untuk mengukur prevalensi suatu masalah atau perilaku di populasi tertentu, teknik survei mungkin lebih tepat.

Namun, jika tujuan penelitian adalah untuk memahami pengalaman atau persepsi individu terhadap suatu fenomena, teknik wawancara atau studi kasus mungkin lebih sesuai.

2. Karakteristik Responden

Karakteristik responden seperti usia, gender, pendidikan, dan latar belakang budaya dapat memengaruhi pemilihan teknik pengumpulan data.

Misalnya, jika responden adalah anak-anak atau orang tua yang lebih tua, maka teknik pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan tertulis atau kuesioner mungkin kurang efektif dibandingkan dengan teknik wawancara.

3. Konteks Penelitian

Konteks penelitian juga perlu dipertimbangkan dalam memilih teknik pengumpulan data. Misalnya, jika penelitian dilakukan di lingkungan yang tidak familiar, teknik observasi mungkin lebih cocok daripada teknik wawancara atau kuesioner.

4. Ketersediaan Sumber Daya

Faktor sumber daya seperti waktu, biaya, dan ketersediaan teknologi juga memengaruhi pemilihan teknik pengumpulan data.

Misalnya, jika sumber daya terbatas, teknik pengumpulan data yang lebih efisien seperti kuesioner online mungkin lebih disukai daripada teknik wawancara tatap muka.

5. Keahlian Peneliti

Keahlian peneliti dalam penggunaan teknik pengumpulan data tertentu juga harus dipertimbangkan. Peneliti harus memilih teknik yang sesuai dengan keterampilan dan pengalaman mereka, serta memastikan bahwa mereka dapat menghasilkan data yang valid dan dapat diandalkan.

Demikian, itulah penjelasan mengenai teknik pengumpulan data yang perlu diketahui ketika melakukan suatu penelitian, dilengkapi dengan pengertian, jenis dan contohnya.

(SUCI)

Baca Juga: Data Primer: Pengertian, Contoh dan Cara Mendapatkannya