Teks Ulasan: Pengertian, Struktur, hingga Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Teks ulasan umumnya memberi tahu pembaca tentang informasi sebuah barang atau karya. Teks ini berisi pendapat yang ditulis dari pengguna barang atau penikmat karya tersebut.
Dalam bahasa Indonesia, teks ulasan memiliki struktur dan kaidah kebahasaannya sendiri. Simak informasi lengkap soal teks ulasan dalam uraian berikut ini.
Pengertian Teks Ulasan
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ulasan berarti kupasan, tafsiran, atau komentar. Menurut buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia Sekolah Dasar, ulasan tersebut dapat dijumpai secara lisan atau tulisan.
Ulasan lisan dapat dijumpai dalam diskusi secara lisan pada sebuah karya yang sedang diulas. Adapun ulasan tulis atau teks ulasan berupa resensi yang bisa ditemukan dalam media cetak atau daring.
Lebih Lanjut, mengutip dari E-Modul Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester Genap, teks ulasan adalah sebuah teks yang berisi komentar atau penilaian dari sebuah karya (film, buku, dan lainnya) atau barang. Sehingga, pembaca teks ulasan bisa mengetahui kualitas, kelebihan, dan kekurangan dari karya tersebut.
Baca Juga: Struktur Teks Editorial, Pengertian, dan Contohnya
Struktur Teks Ulasan
Struktur teks adalah bagian-bagian yang membangun sebuah teks menjadi suatu teks yang utuh. Setiap jenis teks dalam bahasa Indonesia memiliki strukturnya sendiri-sendiri, termasuk teks ulasan.
Dirangkum dari E-Modul Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester Genap, berikut ini struktur teks ulasan:
1. Identitas Karya
Bagian pertama adalah identitas karya atau produk. Pada bagian ini misalnya berisi judul novel, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, dan ukuran buku. Bagian ini tak dinyatakan secara langsung, tetapi ditulis dalam bentuk poin-poin.
2. Orientasi
Setelah memberikan informasi terkait identitas karya atau produk, paragraf pertama berisi orientasi teks ulasan. Orientasi ini merupakan penjelasan tentang keberadaan karya yang ditulis. Misalnya, keberadaan novel yang telah mendapatkan penghargaan atau bagaimana popularitasnya di masyarakat.
3. Sinopsis
Kemudian dilanjut dengan sinopsis, yakni berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi karya atau produk yang sedang diulas.
4. Analisis
Lalu, analisis yang berupa paparan tentang keberadaan unsur-unsur dalam karya yang diulas. Misalnya, ulasan novel memiliki unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, dan alur.
5. Evaluasi
Pada bagian terakhir teks ulasan berisi evaluasi, yakni paparan tentang kelebihan dan kekurangan sebuah karya atau produk. Evaluasi bisa ditulis usai penulis melakukan tafsiran yang cukup terkait produk atau karya tersebut.
Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan
Masih dikutip dari E-Modul Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester Genap, berikut ini kaidah kebahasaan dari teks ulasan:
Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti bahwa, yaitu, yakni, adalah.
Banyak menggunakan konjungsi temporal, seperti sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
Banyak menggunakan konjungsi penyebab, seperti karena dan sebab.
Menggunakan pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi di bagian akhir teks. Umumnya ditandai dengan kata jangan, harus, atau hendaknya.
Langkah-langkah Menyusun Teks Ulasan
Memberi ulasan sama dengan memberi komentar atau penjelasan tentang sebuah barang atau karya. Sebelum mengulas, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tema yang akan diulas, kemudian membuat penafsiran atau penjelasan. Setelah itu, baru menyusun teks ulasannya.
Disadur dari E-Modul Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester Genap, berikut ini langkah-langkah yang bisa diikuti untuk menyusun teks ulasan:
Mencatat identitas karya atau produk yang akan diulas.
Mencatat hal-hal penting dan menarik dari karya atau produk tersebut.
Menelaah kelebihan dan kekurangan dari karya atau produk tersebut.
Merumuskan kesimpulan dari isi dan kesan dari karya atau produk secara keseluruhan.
Menyusun saran untuk pembaca, berupa rekomendasi apakah karya atau produk tersebut layak untuk dinikmati atau tidak.
Contoh Teks Ulasan
Untuk lebih memahami tentang teks ulasan, di bawah ini dibagikan contoh teks ulasan sebuah novel berjudul Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.
Identitas Karya
Judul: Sang Pemimpi
Penulis: Andrea Hirata
Jenis buku: Fiksi
Penerbit: Bentang
Cetakan I: Juli 2006
Tebal: X +292 halaman
Orientasi
Sang Pemimpi merupakan novel kedua dari tetralogi Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata. Novel ini mengisahkan kehidupannya di Pulau Belitong yang dililit kemiskinan. Ada tiga remaja SMA yang bermimpi untuk melanjutkan sekolah hingga ke Prancis, menjelajah Eropa, hingga ke Afrika. Pemuda tersebut yakni Ikal, Arai, dan Jimbron.
Sinopsis
Pada bab pertama novel Sang Pemimpi, Andrea Hirata mengisahkan bahwa dirinya (Ikal) dan kedua temannya (Arai dan Jimbron) adalah tiga remaja yang nakal. Mereka dibenci Pak Mustar, tokoh antagonis dalam Sang Pemimpi. Namun, berbeda dengan Kepala Sekolah, bernama Pak Balia, cerminan guru teladan, di mana beliau yang telah memberikan mimpi-mimpi kepada Ikal, Arai, dan Jimbron.
"Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika yang eksotis. Temukan berliannya budaya sampai ke Prancis. Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Satre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra, dan seni, hingga mengubah peradaban," itulah kata-kata yang sering diucapkan pak Balia.
Pada bab selanjutnya, pembaca akan membaca potongan kisah yang seperti berdiri sendiri. Novel ini berisi kumpulan cerpen. Meskipun demikian, setiap isi cerpen tersebut memiliki hubungan yang erat satu sama lain, seperti mozaik-mozaik dalam kehidupan.
Analisis
Novel yang disajikan dengan indah ini dapat menyihir pembaca sehingga mereka dapat merasakan kebahagiaan, semangat, hingga kesedihan. Selain itu, buku ini menghadirkan lelucon-lelucon yang tak biasa, cerdas, dan akan membuat pembaca tertawa. Dengan begitu, pembaca dapat mengetahui bahwa Andrea Hirata memiliki pribadi yang cerdas dalam mengolah kata-kata dan berwawasan luas.
Meskipun begitu, sebagai buku kedua tetralogi Laskar Pelangi, dalam buku ini nyaris tak ada hubungannya dengan Laskar Pelangi. Sang Pemimpi menyebutkan kata Laskar Pelangi hanya satu kali saja. Keponakan yang Ikal biayai saat di Jawa pun tak disebut sama sekali, padahal pada novel sebelumnya telah diceritakan dengan jelas.
Evaluasi
Dengan mengesampingkan beberapa kekurangan pada novel Sang Pemimpi yang sudah disebutkan di atas, novel ini benar-benar menjadi novel yang sangat dibutuhkan remaja Indonesia. Novel ini berisi motivasi, semangat, dan mimpi anak-anak yang patah semangat supaya tetap melanjutkan pendidikan hingga ke yang lebih tinggi. Selain itu, Sang Pemimpi juga mengajarkan bahwa ketidakmungkinan dapat terwujud dengan kerja keras.
(NSF)
