Teori Tektonik Lempeng: Pengertian, Penemu, dan Jenis-Jenis

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori tektonik lempeng adalah teori yang berperan penting dalam pembentukan permukaan bumi, seperti gunung, gunung berapi, hingga gempa bumi.
Mengutip jurnal tentang Pergerakan Lempeng Tektonik yang disusun oleh Universitas Riau, teori tektonik lempeng merupakan sebuah teori yang muncul untuk memberikan penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar.
Teori lempeng tektonik juga menjelaskan tentang interaksi dari lempeng-lempeng dan akibat-akibat dari interaksi ini. Semua hal tersebut berdasarkan beberapa asumsi, yaitu:
Pembentukan material lempeng yang baru.
Material litosfer yang baru, ketika terbentuk akan menjadi bagian dari lempeng yang kaku ini.
Luas area permukaan bumi tetap konstan.
Lempeng litosfer mampu mentransmisikan tekanan sampai pada jarak horizontal yang cukup besar tanpa adanya penyambung.
Penemu Teori Tektonik Lempeng
Teori lempeng tektonik pertama kali ditemukan oleh Alfred Lothar Wagener. Teori ini disampaikan pada bukunya yang berjudul The Origin of Continents an Oceans.
Alfred Lothar Wagener menyebutkan bahwa benua yang padat ini sesungguhnya terapung dan bergerak di atas massa yang relatif lembek, yang disebut continental drift.
Karena hal itu, teori ini disebut sebagai teori pengapungan kontinen. Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi tidak bersifat permanen, melainkan bergerak secara mengapung.
Teori lempeng tektonik juga memegang prinsip litosfer. Maksudnya, pergerakan lempang tektonik disebabkan oleh litosfer yang memiliki ketebalan dan jika bagian kulit dari litosfer keluar, akan terjadi pergerakan.
Litosfer sendiri adalah lapisan kulit bumi bagian terluar, di mana panas dialirkan dengan konduksi dan astenosfer (lapisan di bagian bawah litosfer). Panas tersebut kemudian dialirkan melalui proses konveksi dan menghasilkan pergerakan lempeng yang mungkin bertabrakan satu sama lainnya.
Tiga Jenis Batas Lempeng Tektonis
Teori lempeng tektonik juga menimbulkan berbagai macam jenis gerakan yang pada akhirnya menghasilkan batasan-batasan. Jenis-jenis batasan ini yang berpengaruh pada fenomena yang ada di permukaan bumi. Apa saja batasan tersebut?
1. Batas divergen
Batas divergen adalah zona pertambahan ataupun pembuatan lempeng, lempeng bergerak saling menjauh satu sama lainnya. Pada batas ini juga, materi lempeng yang mengisi kekosongan pergerakan mulai menjauh. Ini karena litosfer yang kembali mengeluarkan panas.
2. Batas konvergen
Batas konvergen terjadi jika ada dua lempeng yang saling berdekatan. Akibat kedua lempeng yang saling berdekatan, terbentuklah zona yang dinamakan dengan zona subduksi. Contoh batas konvergen ini, yakni pantai selatan pulau Jawa dan sepanjang pantai barat pulau Sumatera.
3. Batas konservatif
Batas konservatif bisa disebut juga sebagai batas geser atau batas transform. Pada batas konservatif, tidak ada litosfer yang dihasilkan dan dihancurkan.
Akibatnya, batas konservatif menimbulkan patahan. Contoh patahan yang ada di dunia, yakni patahan San Andreas, California, dan lain-lain.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Siapa penemu teori lempeng tektonik?

Siapa penemu teori lempeng tektonik?
Teori lempeng tektonik pertama kali ditemukan oleh Alfred Lothar Wagener.
Apa yang dimaksud dengan prinsip litosfer dalam teori lempeng tektonik?

Apa yang dimaksud dengan prinsip litosfer dalam teori lempeng tektonik?
Maksudnya, pergerakan lempang tektonik disebabkan oleh litosfer yang memiliki ketebalan dan jika bagian kulit dari litosfer keluar, akan terjadi pergerakan.
Apa itu litosfer?

Apa itu litosfer?
Litosfer sendiri adalah lapisan kulit bumi bagian terluar, di mana panas dialirkan dengan konduksi dan astenosfer (lapisan di bagian bawah litosfer).
