Konten dari Pengguna

Tes Koran: Pengertian hingga Tips dan Trik Mengerjakannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain wawancara, sebuah perusahaan atau instansi biasanya mengadakan psikotes untuk mengetahui gambaran dari kepribadian para pelamar kerja. Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Selain wawancara, sebuah perusahaan atau instansi biasanya mengadakan psikotes untuk mengetahui gambaran dari kepribadian para pelamar kerja. Sumber: Pexels.com

Saat seseorang melamar kerja, biasanya suatu perusahaan atau instansi yang dilamar akan mengadakan tes. Salah satu tes yang sering dilakukan oleh para pencari kerja adalah psikotes.

Psikotes secara umum adalah sebuah tes yang dapat mengukur konstruksi psikologis, seperti fungsi kognitif dan emosional dari seseorang.

Para ahli psikologi banyak sekali mengembangkan beberapa tes yang dapat mengukur kepribadian seseorang. Salah satu dari tes tersebut adalah tes Pauli atau tes koran.

Tes Pauli disebut sebagai tes koran karena lembaran pengerjaannya menggunakan kertas sebesar koran. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai tes ini, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Tes Koran/Tes Pauli

Dikutip dari buku Update Paling Lengkap Drilling Semua Jenis Soal Tes CPNS Sistem CAT + CD oleh Windyastuti C.Unifah, dkk, tes koran adalah tes pada selembaran kertas besar (dua kali kertas folio) yang berisikan sederetan angka.

Deretan angka yang digunakan dalam tes ini adalah 0-9 dan operasi yang digunakan adalah metode penjumlahan. Tes ini membutuhkan kecepatan berhitung serta ketelitian dalam proses mengerjakannya.

Tes koran dilakukan untuk mengukur kerja maksimal dari seseorang serta konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi, dan daya tahannya.

Contoh lembaran soal tes koran. Sumber: Kemendikbud.

Cara Mengerjakan Tes Koran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tes koran dikerjakan secara vertikal dan menggunakan metode operasi penjumlahan.

Meski demikian, metode penjumlahan dalam tes ini memiliki perbedaan dengan penjumlahan biasanya. Berikut penjelasan mengenai perbedaannya:

Contoh 1

2 + 3 = 5

Berdasarkan contoh soal tersebut, hasil dari pertanyaan tersebut hanya menghasilkan satu digit angka saja. Oleh karena itu, peserta cukup menuliskan 5 untuk hasilnya.

Contoh 2

5 + 9 = 14.

Pada contoh kasus ini, penjumlahan 5+9 menghasilkan dua digit angka, yakni 14. Peserta tidak perlu menuliskan kedua digit angka tersebut.

Peserta tes koran cukup menuliskan angka pada digit terakhir yang dalam kasus tersebut adalah 4.

Tips dan Trik Mengerjakan Tes Koran

Berikut beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan oleh peserta tes koran dalam pengerjaannya.

Salah satu tips dalam mengerjakan tes koran adalah berlatih dan mengasah kemampuan. Foto: Pexels.com

Tips

  1. Sebelum memulai, peserta sebaiknya mengecek setiap barisan angka pada lembaran kertas tes koran.

  2. Memahami cara mengerjakan tes koran.

  3. Mendengarkan arahan dari panitia pelaksana tes atau pengawas tes.

  4. Penulisan jawaban ditulis secara menurun, yakni tepat di samping kanan soal (barisan angka).

  5. Gunakanlah waktu yang terbatas dengan sebaik mungkin.

  6. Gunakan garis bantu atau khayal untuk menandakan soal-soal yang sudah dikerjakan.

Trik

  1. Mengasah atau berlatih kemampuan dalam mengerjakan soal tes koran.

  2. Jangan mengerjakan soal secara acak sebab akan berakibat fatal atau terjadi kesalahan pada perhitungan

  3. Jangan terlalu banyak mencorat-coret lembaran tes.

  4. Gunakan jari sebagai penunjuk soal-soal yang telah diselesaikan.

(SAI)