Konten dari Pengguna

Tes Kraepelin: Ketentuan, Aspek Penilaian, Tips dan Trik Mengerjakan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustarasi tes kraepelin. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Illustarasi tes kraepelin. Foto: Pixabay

Tes Kraepelin atau disebut tes koran sering dijumpai saat melakukan tes psikologi seleksi kerja. Istilah tersebut muncul karena kertas yang berisi angka ini berukuran lebar seperti koran.

Tes ini merupakan ujian yang mengandalkan kecepatan. Soal yang disajikan pun memuat banyak angka dan dikerjakan dalam waktu terbatas.

Dikutip dari buku Kupas Tuntas Psikotes Gambar karya The King Eduka, awal mula dinamakan tes Kraepelin karena diambil dari nama penemunya, yakni Emil Kraeplin. Ia adalah seorang psikiater yang berasal dari Jerman.

Emil Kraeplin menggunakan metode ini untuk mendiagnosis gangguan otak alzheimer maupun membedakan antara orang normal dan tidak normal.

Seiring berkembangnya zaman, tes Kraepelin menjadi standar untuk memperoleh data kepribadian. Tes ini diterapkan dalam angkatan bersenjata dan perusahaan guna menyeleksi kandidat pelamar kerja.

Faktor yang Memengaruhi Tes Kraepelin

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil tes Kraepelin, di antaranya:

  • Kecepatan

Tempo pengerjaan sangat penting mengingat hal utama dari tes Kraepelin adalah kecepatan. Semakin cepat peserta mengerjakan tes ini, semakin baik hasil yang didapat. Faktor kecepatan mengindikasikan kecepatan peserta tes dalam bekerja.

  • Ketelitian

Peserta harus tepat dalam mengerjakan soal karena menandakan bahwa peserta memiliki kepribadian yang teliti. Seperti yang kita ketahui, dalam dunia kerja sikap teliti sangat diperlukan.

  • Keajekan

Hasil tes Kraepelin yang peserta kerjakan akan dilihat sebagai grafik. Sebaiknya, puncak atau garis tertinggi dan terendah tidak terlalu jauh berbeda. Sebab, hal tersebut memperlihatkan stabilitas emosi peserta yang berubah-ubah.

  • Ketahanan

Semua perintah yang diberikan harus peserta lakukan karena akan memengaruhi daya tahan dalam mengerjakan soal tes Kraepelin. Hal ini mengindikasikan ketahanan peserta saat bekerja di bawah tekanan.

Ketentuan Pengerjaan Tes Kraepelin

Tes Kraepelin menyajikan deretan angka dari 0 hingga 9 yang terdiri dari 45 kolom dan 60 baris. Ketentuan pengerjaan tes Kraepelin sebagai berikut:

  1. Peserta tes menjumlahkan angka-angka yang berdekatan dari bawah ke atas.

  2. Peserta menuliskan hasil penjumlahan di sebelah kanan antara kedua angka yang dijumlahkan.

  3. Jika hasil penjumlahan lebih dari 9, yang ditulis hanya angka satuan.

  4. Setiap 30 detik akan ada instruksi "Pindah!", maka peserta wajib berpindah melanjutkan penghitungan di kolom berikutnya.

  5. Jika terdapat kesalahan dan ingin menggantinya, coret angka yang salah kemudian hasil yang benar ditulis di sebelah kanan. Peserta tidak perlu mencoret secara berlebihan.

  6. Peyelenggara tidak menyediakan lembar kerja tambahan jika waktu sudah habis.

Penilaian dan Interpretasi Tes Kraepelin

  1. Grafik dengan penurunan yang tajam mengindikasikan epilepsi atau gangguan susunan saraf.

  2. Banyaknya kesalahan hitung mengindikasikan adanya distraksi mental. Peserta dinilai mengalami gangguan kecemasan dan rasa tidak nyaman.

  3. Hasil penjumlahan yang sangat rendah mengindikasikan adanya gejala depresi atau gangguan mental karena trauma atau tekanan yang terlalu berat.

  4. Rentang grafik yang terlalu besar antara puncak tertinggi dan puncak terendah mengindikasikan gangguan emosional. Misalnya, kecemasan dan kemarahan yang terlalu kuat, sulit berhubungan dengan orang lain, atau mengalami konflik yang berat.

Tips dan Trik Mengerjakan Tes Kraepelin

  1. Persiapkan alat tulis pulpen beserta cadangannya. Ada baiknya tidak menggunakan pensil karena bisa saja patah saat mengerjakan sehingga butuh waktu untuk merautnya.

  2. Ketika menuliskan hasil penjumlahan, lirik soal berikutnya yang berdekatan dan langsung pikirkan hasilnya. Lakukan seterusnya agar waktu menjadi efektif.

  3. Angka yang dijumlahkan pada setiap kolom usahakan stabil. Sebab, grafiknya akan lebih baik dibanding memaksakan mengerjakan di awal.

  4. Salah satu trik penjumlahan adalah meningkatkan daya ingat. Trik sederhana jika menemukan penjumlahan angka 9 adalah dengan mengurangi 1 lawan penjumlahannya. Untuk penjumlahan angka 8 kurangi lawan penjumlahan oleh 2. Adapun saat menemukan penjumlahan 7, kurangi lawan penjumlahannya oleh 3.

  5. Menjaga kesehatan ketika hendak mengikuti tes, seperti tidur yang cukup. Usahakan agar perut tidak dalam keadaan kosong saat akan melakukan tes.

(ZHR)