Konten dari Pengguna

Tiga Domain Apresiasi Seni: Perasaan hingga Empati

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap karya seni membutuhkan apresiasi agar dapat dikembangkan dan juga dinikmati. Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Setiap karya seni membutuhkan apresiasi agar dapat dikembangkan dan juga dinikmati. Sumber: Pexels.com

Karya seni adalah sebuah karya yang memiliki nilai-nilai artistik dan mengandung suatu makna atau pesan tertentu yang dibuat oleh seorang seniman.

Setiap karya seni membutuhkan sebuah apresiasi agar dapat mendukung dan menghargai setiap karya seni tersebut. Selain itu, dengan adanya apresiasi, para seniman dapat mengembangkan karya-karyanya selanjutnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, secara disadari atau tidak, orang melakukan apresiasi pada tingkat tertentu. Mulai dari mengunjungi pameran, mendengarkan musik, menghadiri sebuah konser, menonton film di TV, dan sebagainya.

Secara umum, apresiasi karya seni merupakan suatu upaya untuk memahami dan menghargai suatu karya seni. Untuk dapat mengapresiasi suatu karya seni, dibutuhkan tiga domain penting.

Tiga domain penting tersebut ialah feeling, valuing, dan emphatizing. Untuk memahami ketiga domain tersebut, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Apresiasi Seni

Menurut Claire Holt dalam bukunya yang berjudul Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia, apresiasi seni adalah upaya seseorang untuk mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk-beluk sesuatu hasil seni.

Bukan hanya untuk menambah pengetahuan kesenian, melainkan juga untuk menjadi sensitif terhadap segi-segi estetiknya, sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut dengan semestinya.

Salah satu tingkatan dalam mengapresiasi sebuah karya seni ialah apresiasi estetik, yaitu apresiasi menilai karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam. Sumber: Pexels.com

Berikut beberapa tingkatan dalam mengapresiasi sebuah karya seni, yakni:

  • Apresiasi empatik, yaitu sikap apresiasi yang menilai suatu karya seni yang tertangkap sebatas indra saja.

  • Apresiasi estetik, yaitu apresiasi menilai karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam.

  • Apresiasi kritik, yaitu apresiasi karya seni dengan mengklasifkasi, mendeskripsikan, menjelaskan, menganalisis, menafsirkan dan mengevaluasi serta menyimpulkan hasil pengamatannya.

Tiga Domain Apresiasi Seni

Seperti yang disebutkan sebelumnya, dalam suatu kegiatan apresiasi seni, terdapat tiga domain utama yang bermain di dalamnya.

Melansir dari modul pembelajaran Seni Budaya Kelas XI SMA/SMK yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menurut Brent G. Wilson, berikut tiga domain apresiasi seni, yakni:

Tiga domain apresiasi seni ialah perasaan, penilaian, dan empati. Sumber: Pexels.com

1. Perasaan

Domain yang pertama ialah perasaan atau feeling. Domain ini berkaitan dengan perasaan yang dirasakan oleh setiap penikmat karya seni yang didapatkan ketika melihat suatu karya seni.

2. Penilaian

Domain selanjutnya ialah penilaian atau valuing. Kegiatan penilaian tentunya dilakukan ketika seseorang ingin mengapresiasi karya seni.

Domain ini berkaitan dengan nilai-nilai artistik atau seni yang dimiliki oleh suatu karya seni. Domain ini dibutuhkan agar penikmat seni dapat memberikan penilaiannya mengenai karya seni tersebut

3. Empati

Dikutip dari buku Seni Budaya Paket C Tingkatan V terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, empati ialah melakukan sesuatu kepada orang lain, dengan menggunakan cara berpikir orang lain tersebut.

Dengan kata lain, domain empati berkaitan dengan kondisi yang membuat setiap apresiator dapat memahami pemikiran dan kontribusi yang diberikan oleh seniman dalam membuat suatu karya seni.

(SAI)