Konten dari Pengguna

Tiga Macam Berbaik Sangka yang Wajib Diamalkan Umat Muslim

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berbaik sangka atau husnudzon kepada Allah SWT. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berbaik sangka atau husnudzon kepada Allah SWT. Foto: Pixabay

Berbaik sangka atau husnudzon adalah perilaku terpuji yang harus dimiliki seorang Muslim. Lawan kata dari husnudzon adalah suudzon atau berburuk sangka.

Berburuk sangka merupakan perilaku tercela yang akan mendatangkan mudarat, baik bagi pelakunya maupun orang lain. Allah SWT melarang berburuk sangka, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al Hujurat ayat 12 yang artinya berbunyi:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Tak heran, Islam mengajak umatnya untuk membiasakan diri berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari. Lantas, apa saja bentuk berbaik sangka yang diajarkan dalam Islam? Selengkapnya ada di bawah ini.

Umat Muslim diajarkan berbaik sangka kepada Allah SWT, diri sendiri, dan sesama manusia. Foto: Pixabay

Bentuk-Bentuk Berbaik Sangka dalam Islam

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tulisan Aris Abi Syaifullah dkk (2021: 76), berbaik sangka ada tiga macam, yaitu:

1. Berbaik sangka kepada Allah SWT

Orang yang berbaik sangka kepada Allah SWT akan senantiasa bersyukur atas semua kenikmatan dari-Nya dan bersabar atas semua cobaan.

Mengapa manusia harus bersyukur? Sebab, Allah SWT telah memberikan karunia dan kenikmatan yang tidak ternilai harganya kepada manusia. Maka, sudah seharusnya manusia bersyukur kepada Allah SWT.

Lantas, mengapa manusia juga harus bersabar atas semua cobaan? Allah SWT memiliki sifat-sifat sempurna dan tidak mungkin Allah SWT menghendaki keburukan bagi hamba-hamba-Nya.

Cobaan ini bukan bertujuan untuk menyakiti hamba-Nya, melainkan untuk menguji ketaatan, keimanan, dan kesabarannya.

2. Berbaik sangka kepada diri sendiri

Setiap manusia pasti pernah mengalami fase tersulit dalam hidupnya. Jika pernah, cara menyikapi terbaik yang Islam ajarkan kepada umatnya adalah berbaik sangka kepada diri sendiri.

Seseorang yang berbaik sangka kepada diri sendiri akan memiliki kepercayaan diri, optimis, dan bekerja keras. Sebaliknya, seseorang yang berburuk sangka kepada diri sendiri, ia akan merasa pesimis, tidak percaya diri, dan malas berusaha.

3. Berbaik sangka kepada orang lain

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu membutuhkan orang lain. Sesama manusia harus saling memperlakukan secara baik, santun, saling menghormati, sekaligus menyayangi.

Berbaik sangka kepada orang lain akan menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, sikap buruk sangka hanya akan memicu perpecahan dan konflik. Banyak pertikaian dan kerusuhan terjadi karena sikap tercela ini.

Jika ada isu-isu negatif, hendaknya tabayyun (teliti) terlebih dahulu, agar tidak terjerumus kepada sikap curiga dan berburuk sangka. Oleh sebab itu, tumbuhkan prasangka baik kepada keluarga, teman, tetangga, dan sesama manusia, agar kebahagiaan dunia dan akhirat dapat tercapai.

Perilaku berbaik sangka akan mendatangkan kebaikan dan manfaat yang luar biasa. Foto: Pixabay

Manfaat Berbaik Sangka

Seseorang yang membiasakan diri berbaik sangka akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • Hidup menjadi tenang dan optimis.

  • Yakin bahwa terdapat hikmah di balik segala penderitaan dan kegagalan.

  • Membentuk pribadi yang tangguh.

  • Menjadikan seseorang yang teguh terhadap pendiriannya, sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain.

  • Menjadikan seseorang kreatif.

  • Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa.

  • Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik.

  • Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama.

  • Selalu senang atas kebahagiaan orang lain.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Apa lawan kata dari husnudzon?

chevron-down

Lawan kata dari husnudzon adalah suudzon atau berburuk sangka.

Apa bentuk berbaik sangka kepada Allah SWT?

chevron-down

Orang yang berbaik sangka kepada Allah SWT akan senantiasa bersyukur atas semua kenikmatan dari-Nya dan bersabar atas semua cobaan.

Apa bentuk berbaik sangka kepada orang lain?

chevron-down

Sesama manusia harus saling memperlakukan secara baik, santun, saling menghormati, sekaligus menyayangi.