Tolak Ukur atau Tolok Ukur, Mana Bahasa Indonesia yang Benar?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang yang masih belum paham mana yang benar dalam bahasa Indonesia, apakah tolak ukur atau tolok ukur. Penggunaan frasa yang salah masih sering ditemukan dalam sebuah artikel atau karya ilmiah.
Kedua frasa ini memiliki bentuk dan makna kata dasar pertama yang berbeda, yaitu tolak dan tolok. Pemilihan frasa yang tepat wajib diketahui untuk menghindari kekeliruan makna dalam tata bahasa Indonesia yang baku.
Tolak Ukur atau Tolok Ukur?
Dalam laman resmi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), frasa yang benar dalam bahasa Indonesia adalah tolok ukur. Sedangkan tolak ukur merupakan bentuk tidak baku dari tolok ukur.
Tolok ukur memiliki makna sesuatu yang dipakai sebagai dasar mengukur/menilai, patokan, atau standar. Frasa tolok ukur terbentuk dari dua kata dasar, yaitu tolok dan ukur.
Dalam KBBI, tolok merupakan kata benda yang bermakna banding, imbangan, tara, dan ukuran pembanding. Kata kerja dari tolok adalah menolok yang berarti membandingkan dan menyamakan dengan ukuran yang benar.
Baca Juga: Persamaan dan Lawan Kata Prestasi sesuai Ilmu Bahasa
Kata benda lain dari tolok adalah penolok, artinya ukuran yang digunakan sebagai patokan. Sedangkan ukur bermakna sukat, pengukur, dan ukuran.
Kata kerja ukur adalah mengukur yang bermakna menghitung ukuran (panjang, besar, luas, tinggi, dan sebagainya) dengan alat tertentu. Kata kerja lainnya adalah berukuran yang berarti mempunyai ukuran, mempunyai format (panjangnya, luasnya, lebarnya, besarnya, dll).
Jika digabungkan, kedua kata ini memiliki makna pembanding ukuran. Jadi, frasa tolok ukur digunakan untuk menyatakan patokan ukuran tertentu.
Sedangkan tolak ukur merupakan frasa yang tidak tepat karena kata dasarnya memiliki makna yang berbeda. Kata tolak memiliki arti sorong dan dorong. Jika kata tolak dan ukur digabungkan, maknanya menjadi aneh.
Contoh Penggunaan Tolok Ukur
Berikut ini contoh penggunaan frasa tolok ukur dalam kalimat bahasa Indonesia yang umumnya ditemukan sebagai judul artikel atau karya ilmiah.
Fasilitas kampus kini menjadi salah satu tolok ukur akreditasi perguruan tinggi di Indonesia.
Tolok ukur keberhasilan pembangunan adalah terjadinya pertumbuhan ekonomi.
Nilai akademik tidak selalu menjadi tolok ukur keberhasilan seorang anak.
Uji transportasi umum ini menjadi tolok ukur pemerintah untuk memperbaiki fasilitas umum untuk masyarakat setempat.
Jangan jadikan kekayaan sebagai tolok ukur kebahagiaanmu.
Pengikut di media sosial bukanlah tolok ukur kesuksesan seorang aktor.
Tolok ukur keberhasilan kegiatan belajar mengajar ini adalah tingkat pemahaman siswa terhadap materi.
Baca Juga: Lawan Kata Amanah dalam Bahasa Indonesia Lengkap dengan Artinya
Frequently Asked Question Section
Apa arti kata tolok ukur?

Apa arti kata tolok ukur?
Tolok ukur adalah sesuatu yang dipakai sebagai dasar mengukur (menilai, dan sebagainya), patokan, standar.
Apa kata kerja dari tolok?

Apa kata kerja dari tolok?
Kata kerja dari tolok adalah menolok yang berarti membandingkan dan menyamakan dengan ukuran yang benar.
(ALS)
