Topologi Mesh: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Topologi mesh adalah salah satu jenis dari topologi jaringan. Dalam buku Pengantar Jaringan Komputer kaya Melwin Syafrizal dkk., topologi jaringan atau arsitektur jaringan merupakan suatu gambaran dari perencanaan hubungan antarkomputer dalam Local Area Network (LAN).
Topologi jaringan membutuhkan kabel sebagai media transmisi dengan konektor, ethernet card, dan perangkat pendukung lainnya.
Jenis topologi jaringan selain topologi mesh, yaitu topologi daisy chain (linear), topologi bus, topologi ring, topologi star, topologi tree (hierarchical), dan topologi hybrid.
Pada artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai topologi mesh. Untuk itu simak penjelasannya berikut ini.
Topologi Mesh
Topologi mesh adalah topologi yang jaringannya menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Mengutip dari buku Pengantar Jaringan Komputer kaya Melwin Syafrizal dkk., jumlah saluran yang perlu disediakan untuk membentuk jaringan mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1. Bila dituliskan dengan rumus seperti ini:
n-1, n = jumlah sentral
Tingkat kerumitan pada jaringan mesh sebanding dengan peningkatan jumlah sentral yang terpasang. Jaringan topologi mesh terbilang kurang ekonomis dan relatif mahal dalam proses operasinya.
Topologi mesh adalah teknologi khusus (ad hock) yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan karena sistemnya begitu rumit. Akan tetapi, topologi mesh bisa dibuat dengan teknologi nirkabel karena bisa dipastikan tidak akan ada kabel yang berantakan.
Biasanya untuk memperkuat sinyal transmisi data yang dikirimkan, di tengah area antarkomputer yang kosong ditempatkan perangkat radio (air point). Fungsinya sama seperti repeater, yakni untuk memperkuat sinyal sekaligus untuk mengatur arah komunikasi data yang terjadi.
Jenis-Jenis Topologi Mesh
Topologi mesh digolongkan menjadi dua jenis, yaitu Topologi Mesh Fully Connected dan Topologi Mesh Partial Connected. Berikut penjelasannya dikutip dari laman baktikominfo.id.
1. Topologi Mesh Fully Connected
Pada topologi jenis ini masing-masing perangkat komputer saling terhubung secara penuh. Sebagai contoh, apabila ada lima komputer dalam suatu jaringan, setiap komputer terhubung dengan empat komputer lainnya.
2. Topologi Mesh Partial Connected
Topologi jenis ini tidak seperti topologi jenis Mesh Fully Connected. Pada Topologi Mesh Partial Connected tidak semua komputer saling terhubung satu sama lain. Dengan demikian hanya ada beberapa komputer yang saling terhubung dalam satu jaringan, sedangkan sisanya tidak.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh
Berikut kelebihan dan kekurangan dari topologi mesh dikutip dari baktikominfo.id.
Kelebihan
Ada hubungan dedicated link sehingga memungkinkan data lebih cepat sampai ke komputer tujuan karena tak melewati komputer lainnya.
Pada topologi mesh keamanan data yang dibagikan dalam satu jaringan bisa diatur berdasarkan kebutuhan penggunanya.
Tidak memengaruhi komputer lain bila ada satu komputer yang bermasalah.
Dapat mengetahui kesalahan dalam jaringan dengan cepat.
Kekurangan
Penggunaan kabel yang banyak membuat biaya pembuatan juga jadi lebih besar jika dibandingkan dengan topologi lainnya.
Topologi mesh membutuhkan biaya perawatan yang cenderung lebih mahal.
Proses memasang topologi mesh cukup rumit dan hanya bisa dipasangkan oleh orang yang ahli pada bidangnya.
Proses konfigurasi ulang setiap komputer dan peralatan lainnya tergolong rumit.
(ZHR)
