Umat Beragama Apa yang Merayakan Tahun Baru Imlek? Cari Tahu di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Imlek merupakan perayaan tahun baru China yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa berdasarkan sistem penanggalan China.
Menurut Oktavia Sanjaya dalam penelitiannya yang berjudul Fungsi dan Makna Penyambutan Hari Raya Imlek Pada Masyarakat Etnis Tionghoa, Imlek dirayakan untuk menyambut musim semi, setelah musim dingin berlalu.
Perayaan Imlek dilaksanakan selama 15 hari dengan hari terakhir disebut Cap Go Meh atau hari penutup perayaan tahun baru.
Sejarah Perayaan Imlek
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Imlek dirayakan dalam rangka pergantian musim dari musim dingin menjadi musim semi.
Perubahan cuaca tersebut dimanfaatkan oleh petani China untuk bercocok tanam, sehingga petani dapat memiliki nilai ekonomi dari perubahan cuaca tersebut.
Perayaan Imlek ini dilakukan setiap satu tahun sekali oleh orang-orang Tionghoa, dalam bentuk rasa syukur kenikmatan yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Perayaan Imlek sering disebut Sin Cia atau Festival Musim Semi yang berlangsung selama 15 hari mulai dari tanggal 1 bulan pertama (1 Cia Gwee) dan berakhir tanggal 15 bulan pertama (15 Cia Gwee).
Tradisi Imlek
Mengutip tulisan Paulus Haryono dalam bukunya yang berjudul Kultur Jawa dan Cina: Pemahaman Menuju Asimilasi Kultural ada beberapa tradisi yang dilakukan pada hari raya Imlek, yaitu:
Imlek dimulai pada tanggal 30 bulan terakhir dalam penanggalan Yinli. Pada malam menyambut tahun baru, semua orang makan jiaozi dan ikan. Makna dari tradisi ini, tidak ada perbedaan tingkat kesenjangan sosial.
Tepat pada malam tahun baru, masyarakat Tionghoa tidak tidur, dan rumah dalam keadaan terang benderang. Makna dari tradisi ini yaitu agar setiap roh jahat akan keluar dari tempat persembunyian dan menghilang.
Pada hari tepat jam 12 malam, semua orang mengenakan pakaian baru serta mengunjungi kerabatnya sambil mengucapkan selamat tahun baru. Maknanya adalah bentuk ucapan syukur dan mendoakan kepada kerabat agar semua hal dapat berjalan baik.
Hari kedua, hari di mana masyarakat Tionghoa mengunjungi kerabat dan keluarga dengan membawa kue atau permen.
Hari ketiga, hari ini masyarakat Tionghoa biasanya membersihkan rumah dengan tujuan untuk membuang semua kesialan. Di hari ini juga, masyarakat Tionghoa berdiam diri di rumah.
Hari kempat, hari di mana biasanya masyarakat perempuan Tionghoa berkunjung ke rumah orang tua dengan membawakan hadiah untuk orang tua dengan harapan dapat menyenangkan orang tua.
Hari kelima hari turunnya dewa dari langit untuk mengadakan inspeksi di dunia. Pada hari ini orang-orang akan memuja, berdoa, dan memohon rahmat. Hari ini juga merupakan hari terakhir rangkaian tradisi Imlek sebelum ke hari puncaknya yaitu hari ke-15.
Hari Raya Imlek Dirayakan Agama Khonghucu dan Tao
Imlek bukan sekadar hari besar masyarakat Tionghoa melainkan juga menjadi hari raya bagi masyarakat beragama Khonghucu.
Bagi umat Khonghucu, perayaan Imlek ini masuk pada ajaran agama. Ajaran Khonghucu ini memasukkan perayaan tradisi Imlek menjadi salah satu aibadahnya yaitu sembahyang Imlek.
Umat Khonghucu memfokuskan perayaan Imleknya kepada ritual praktik ibadahnya.
Selain Khonghucu, Tao juga merupakan agama yang menjadikan Imlek menjadi hari raya atau hari besar.
Namun, berbeda dengan Khonghucu, agama Tao merayakan ibadah atau ritualnya di awali di luar Kelenteng sedangkan agama Khonghucu melakukan ritual awal sampai akhir di dalam Kelenteng.
(SAI)
