Konten dari Pengguna

Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar dalam Biologi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk urutan organisasi kehidupan dari terkecil ke terbesar. Foto: Unsplash/Elena Mozhvilo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk urutan organisasi kehidupan dari terkecil ke terbesar. Foto: Unsplash/Elena Mozhvilo

Urutan organisasi kehidupan dari terkecil ke terbesar dalam ilmu Biologi diketahui berawal dari ‘molekul’ dan berakhir dengan ‘biosfer.’ Kedua organisasi kehidupan ini mewakili kelompok makhluk hidup paling sederhana dan kelompok paling kompleks.

Dalam Biologi, semua makhluk hidup di planet bumi, seperti mikroorganisme, hewan dan tumbuhan, hingga berbagai aspek kehidupan lain tercatat memiliki struktur, fungsi, hingga hubungan dengan lingkungannya masing-masing (pustaka.ut.ac.id).

Materi tersebut penting untuk dipelajari, menimbang banyaknya manfaat untuk pengenalan diri, lingkungan, dan pemecahan masalah secara ilmiah. Dimulai dengan mengenal urutan organisme kehidupan beserta penjelasannya pada ulasan di bawah ini.

Daftar isi

Urutan Organisasi Kehidupan dari Terkecil ke Terbesar

Ilustrasi untuk urutan organisasi kehidupan. Foto: Unsplash/Kai Dahms

Terdapat sepuluh tingkatan organisasi kehidupan dalam Biologi, mulai dari molekul, sel, jaringan, hingga yang terkompleks, biosfer. Untuk lebih jelasnya, simaklah urutan organisasi kehidupan dari terkecil ke terbesar, berikut ini (repository.uhamka.ac.id):

1. Molekul

Molekul merupakan partikel-partikel penyusun organisme yang dibangun oleh atom-atom. Adapun atom-atom yang umumnya menjadi penyusun molekul pada tubuh organisme, yaitu atom Karbon (C), Hydrogen (H), Oksigen (O), dan Nitrogen (N).

Molekul pada tubuh organisme terbagi menjadi 2 jenis, yakni molekul anorganik, seperti air, CO2, asam, hingga garam, dan molekul organik, berupa seluruh senyawa yang mengandung unsur karbon, seperti karbohidrat, protein, lipid, hingga steroid.

2. Sel

Sel dikenal sebagai unit dasar kehidupan yang merupakan bagian struktural dan fungsional terkecil penyusun tubuh organisme. Meski berada pada tingkatan terendah dalam hierarki organisasi kehidupan, sel masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan.

Secara umum, struktur sel terdiri dari membran sel (selaput), dinding sel, inti sel (nukleus), dan sitoplasma. Setiap bagiannya memiliki fungsi masing-masing yang dapat membedakan atau menyelaraskan sel yang dimiliki organisme, seperti hewan dan tumbuhan.

  • Membran sel: bagian sel berupa selaput yang membungkus seluruh isi sel untuk melindungi seluruh isi sel.

  • Dinding sel: bagian ini hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel memiliki sifat yang kaku, sehingga dapat memberi bentuk pada sel dan melindungi seluruh isi sel.

  • Sitoplasma: bagian berupa koloid yang mengisi seluruh bagian sel. Sitoplasma menjadi tempat terlarutnya zat makanan dan zat lain, serta berbagai macam organel sel.

  • Inti sel: tersusun atas membran inti yang memiliki pori, cairan yang disebut neukleoplasma, DNA, RNA, dan anak inti sel atau nukleolus. Bagian sel yang satu ini terdapat pada semua sel, kecuali sel darah merah.

3. Jaringan

Pada tingkatan ke tiga, jaringan tercatat sebagai kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Umumnya, jaringan disatukan oleh matriks ekstraseluler lengket yang melapisi sel-sel atau menenun beberapa sel menjadi suatu anyaman serat.

Jenis jaringan yang dimiliki makhluk hidup berbeda beda. Pada hewan, terdiri atas jaringan ikat, epitel, otot, dan jaringan saraf. Sedangkan, pada tumbuhan, terdiri dari jaringan meristem, epidermis, parenkim, penyokong, hingga jaringan pengangkut.

  • Jaringan epitel: jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang membungkus atau melapisi permukaan tubuh atau organ, baik permukaan dalam (endotelium), permukaan luar (eksotelium), maupun membatasi rongga tubuh (mesotelium).

  • Jaringan ikat: jaringan yang mengikat atau menghubungkan jaringan dan alat tubuh, terbagi lagi menjadi jaringan pengikat umum, seperti jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat, dan pengikat khusus, seperti jaringan darah, tulang, kartilago.

  • Jaringan otot: jaringan yang tersusun atas sel-sel otot dan bersifat lentur. Jenis jaringan ini terbagi menjadi tiga, yaitu jaringan otot polos (otot volunter), jaringan otot lurik (otot rangka), dan jaringan otot jantung (otot cardiak).

  • Jaringan saraf: jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ, serta menerima dan meneruskan rangsangan. Jaringan ini terdiri dari sistem saraf pusat (neurin) dan sistem saraf tepi (neuroglia).

  • Jaringan meristem: disebut juga sebagai jaringan muda, yaitu jaringan yang terus menerus membelah dan tidak memiliki fungsi khusus. Jaringan ini terbagi menjadi jaringan meristem primer dan jaringan meristem sekunder.

  • Jaringan epidermis: disebut juga sebagai jaringan pelindung. Jaringan ini terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan, baik akar, batang, maupun daun, guna melindungi bagian organ dalam.

  • Jaringan parenkim: disebut juga sebagai jaringan dasar, yaitu jaringan yang menyusun sebagian besar jaringan-jaringan pada zat akar, batang, daun, dan buah. Jaringan ini terdapat di antara xilem dan floem, berbentuk sel besar dan tidak rapat.

  • Jaringan penyokong/pengangkut: berperan dalam mengangkut zat-zat (air maupun hara) yang dibutuhkan oleh tumbuhan dari akar ke daun atau sebaliknya (tugas floem dan xilem), serta menjadi penyokong tumbuhan untuk berdiri secara kokoh.

Ilustrasi untuk urutan organisasi kehidupan. Foto: Unsplash/Robina Weermeijer

4. Organ

Organ adalah kumpulan jaringan yang memiliki peranan tertentu. Keberadaan organ ini berfungsi untuk menyokong kehidupan suatu makhluk hidup, dan menjadikan makhluk hidup itu memiliki fungsi fisiologis terhadap kondisi lingkungan.

Beberapa contoh organ yang dimiliki makhluk hidup, yaitu akar, batang, dan daun pada tumbuhan; paru-paru, kulit, trakea, hingga insang pada hewan; serta hidung, tenggorokan (faring), pangkal tenggorokan (laring), jantung, dan ginjal pada manusia.

5. Sistem Organ

Sebagaimana namanya, sistem organ ini adalah kelompok organ yang bekerja sama membentuk suatu fungsi yang berkesinambungan. Di antara sistem organ pada tubuh hewan dan manusia, yaitu sistem pernapasan, rangka, pencernaan, dan reproduksi.

Sedangkan, pada tumbuhan terdapat sistem pernapasan, pengangkutan, dan sistem reproduksi. Contoh keterlibatan beberapa organ dalam sistem organ adalah kerja sama hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru pada sistem pernapasan manusia.

6. Individu

Individu atau organisme adalah makhluk hidup tunggal yang memiliki struktur tubuh lengkap. Selain strukturnya yang kompleks dan lengkap, organisme juga memiliki fungsi kompleks, serta mampu bereproduksi dan berevolusi dalam suatu lingkungan.

Beberapa contoh organisme atau individu, yaitu mulai dari bakteri mikroskopis; hewan kambing, burung, tikus, dan ikan; tanaman singkong, bunga matahari, dan tanaman mangga; hingga individu berupa manusia perorangan.

7. Populasi

Urutan organisasi kehidupan dari terkecil ke terbesar selanjutnya adalah populasi. Populasi diartikan sebagai tingkatan organisasi yang terdiri atas sekelompok individu sejenis yang menempati ruang atau tempat dan waktu yang sama.

Contoh kasus yang menggiring pada sistem populasi adalah adanya pohon bakau di hutan mangrove, Aceh, dan pohon bakau di pesisir Pantai Selatan. Keduanya terdiri dari jenis individu yang sama, namun, berbeda tempat, sehingga, disebut dua populasi.

Ilustrasi untuk urutan organisasi kehidupan. Foto: Unsplash/NEOM

8. Komunitas

Komunitas adalah tingkat organisasi kehidupan yang tersusun atas sekumpulan populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama. Contoh komunitas yaitu perkumpulan populasi alang-alang, rerumputan, belalang, hingga populasi rusa di satu tempat.

Sebutan bagi tempat tinggal beragam populasi tersebut adalah habitat, di mana biasanya komunitas pada setiap habitatnya ini terdiri atas populasi berbeda jenis, seperti kombinasi populasi tumbuhan, populasi hewan, dan populasi mikroorganisme.

9. Ekosistem

Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan. Tingkatan ini disebut sebagai satu kesatuan yang utuh antar unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsi dan peranan yang berbeda dan saling membutuhkan, sehingga menciptakan keseimbangan ekosistem yang terjaga. Contoh komponennya adalah suhu, air, tanah, batu, konsumen, hingga pengurai.

10. Biosfer

Tingkatan terkompleks atau terbesar adalah biosfer. Disebut sebagai sistem kehidupan paling besar karena biosfer terdiri atas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Tingkatan ini diartikan juga sebagai keseluruhan ekosistem di bumi.

Dari segi geofisiologi, biosfer merupakan sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup (biotic) dan hubungan antar mereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi.

  • Litosfer (batuan): lapisan batuan ini terbagi lagi berdasarkan tempat terjadinya pada beberapa bagian, yaitu batuan intrusif (di bagian dalam Bumi), ekstrusif (di dekat permukaan atau di luar permukaan Bumi), hypobiosis (saluran kulit Bumi).

  • Hidrosfer (air): semua bentuk air yang ada di atas muka Bumi adalah bagian dari hidrosfer. Di antara bagian terbesarnya adalah samudra dan lautan. Bagian Bumi ini diketahui menguasai sebanyak 72% dari seluruh isi Bumi.

  • Atmosfer (udara): bagian Bumi yang dikelilingi oleh selimut gas yang disebut udara atau atmosfer. Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan, di antara yang terdekat dengan permukaan adalah troposfer dan di atasnya terdapat stratosfer.

Demikian ulasan mengenai urutan organisasi kehidupan dari terkecil ke terbesar dalam Biologi beserta penjelasannya yang dapat pembaca simak. Jika ingin mengetahui lebih jauh terkait materi, bacalah buku maupun platform terpercaya lainnya.

Baca juga: Pengertian Nukleus dalam Sel, Fungsi, dan Strukturnya