Konten dari Pengguna

Urutan Saluran Pencernaan Manusia yang Benar

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anatomi tubuh manusia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anatomi tubuh manusia. Foto: Pixabay

Sistem pencernaan manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan yang memiliki peran penting dalam mengolah makanan dan minuman menjadi energi dan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Energi dan nutrisi sangat penting bagi tubuh manusia karena berfungsi untuk proses metabolisme, perbaikan sel dan jaringan tubuh, serta aktivitas sehari-hari, seperti bernapas, bergerak, dan lainnya.

Agar bisa diolah menjadi energi dan berbagai macam nutrisi tersebut, makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh perlu diproses terlebih dahulu. Proses tersebut berlangsung dengan bantuan kelenjar pencernaan dan saluran pencernaan.

Kelenjar pencernaan dapat berupa kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar empedu, dan kelenjar pankreas. Sementara saluran pencernaan terdiri dari beberapa bagian. Untuk lebih jelasnya, berikut urutan saluran pencernaan pada tubuh manusia.

Urutan Saluran Pencernaan Manusia yang Benar

Sistem pencernaan makanan pada tubuh manusia. Foto: Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII

Dikutip dari IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 2A oleh Mikrajuddin Abdullah dkk., berikut urutan saluran pencernaan manusia berserta fungsi dan prosesnya.

1. Mulut

Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut, ada alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah.

Dalam prosesnya, makanan mengalami pencernaan secara mekanis oleh gigi dan secara kimiawi oleh enzim amilase.

Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan menjadi ukuran yang lebih halus sehingga memudahkan enzim amilase bekerja. Enzim amilase akan menguraikan kandungan pati atau amilum dalam makanan tersebut menjadi gula sederhana yang dapat diserap tubuh.

Lidah dalam mulut berperan untuk mengarahkan makanan agar tergigit oleh gigi dan mendorongnya ke dalam kerongkongan untuk ditelan. Selain itu, lidah juga dapat membantu mengaduk makanan sehingga bisa bercampur dengan enzim amilase.

2. Tenggorokan dan Kerongkongan

Tenggorokan (faring) merupakan saluran tempat bermuaranya udara dari rongga hidung dan makanan dari rongga mulut. Saluran ini menjadi penghubung antara rongga mulut ke kerongkongan (esofagus).

Kerongkongan adalah saluran yang panjangnya sekitar 25 cm dan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah dari mulut menuju lambung.

Jadi, makanan yang telah ditelan dari mulut masuk melalui tenggorokan dan diteruskan ke kerongkongan.

Pada dinding kerongkongan terjadi gerakan peristalsis, yaitu gerakan meremas-remas yang mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Gerakan ini terjadi karena otot yang memanjang dan melingkari dinding kerongkongan mengkerut secara bergantian.

3. Lambung

Lambung merupakan kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut. Setelah menerima makanan dan minuman, lambung akan kembali mencerna makanan dan minuman tersebut secara mekanis melalui aktivitas otot berupa gerak peristalsis, dan secara kimiawi melalui bantuan kelenjar lambung.

Kelenjar lambung terdapat pada dinding lambung yang dapat menghasilkan getah lambung. Getah lambung umumnya mengandung asam klorida (HCI) dan enzim (pepsin dan renin).

4. Usus Halus

Usus halus merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Usus halus memiliki lipatan-lipatan yang pada permukaannya terdapat banyak jonjot usus. Ada tiga bagian dari usus halus, di antaranya:

  • Usus Dua Belas Jari

Usus dua belas jari atau duodenum merupakan bagian usus halus yang berhubungan dengan lambung. Usus dua belas jari bermuara pada dua saluran, yaitu saluran empedu dan saluran pankreas.

  1. Saluran Empedu, yakni berasal dari hati dan berfungsi sebagai penyalur cairan empedu. Di dalam cairan empedu terdapat garam empedu, kolestrol, bilirubin, air, serta mineral seperti kalium dan natrium.

  2. Saluran Pankreas, yakni berisi cairan pankreas yang digetahkan oleh kelenjar pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pemecah karbohidrat, protein, dan lemak.

  • Usus Kosong

Usus kosong atau jejenum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyelesaian dari semua proses pencernaan makanan.

Proses yang belum selesai di usus dua belas jari akan dicerna lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga menghasilkan glukosa, asam amino, serta asam lemak dan gliserol.

  • Usus Penyerapan

Usus penyerapan atau ileum merupakan bagian usus halus yang berfungsi sebagai tempat penyerapan zat-zat makanan.

5. Usus Besar

Usus besar merupakan saluran pencernaan yang terhubung dengan usus halus. Sisa makanan yang tidak bisa dicerna dan diserap tubuh akan diteruskan ke usus besar.

Usus besar berfungsi untuk membusukkan sisa makanan menjadi bentuk feses dengan bantuan bakteri Escherichia coli. Selain berfungsi dalam pembusukan sisa makanan, bakteri ini juga berguna dalam pembentukan vitamin K dan B kompleks yang diperlukan tubuh.

Selain itu, di dalam usus besar juga terjadi proses pengaturan kadar air dalam pembentukan feses. Selanjutnya melalui gerakan peristalsis feses didorong masuk ke dalam rektum. Rektum berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum feses dikeluarkan melalui anus.

(SFR)