Usaha Mencegah Banjir: Reboisasi hingga Membuat Tanggul Penahan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usaha untuk mencegah banjir bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Namun hal utama yang bisa dilakukan adalah niat dari dalam diri untuk menjaga lingkungan sekitar.
Mengutip laman resmi dari Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, banjir merupakan keadaan di mana suatu daerah tergenang oleh air dalam jumlah yang besar.
Kedatangan banjir sebetulnya dapat diprediksi dengan memperhatikan curah hujan dan aliran air. Namun, tidak sedikit banjir yang datang tiba-tiba akibat angin badai atau kebocoran tanggul yang biasa disebut dengan banjir bandang.
Tanpa disadari, kedatangan banjir dapat menimbulkan dampak yang besar untuk lingkungan di sekitar masyarakat. Mengutip buku Air Sumber Kehidupan karya Bekti Nuryani, banjir dapat mengakibatkan:
Bangunan, gedung, rumah menjadi rusak atau roboh, bahkan tanah longsor hingga erosi.
Jembatan dan jalanan yang rusak.
Tanah pertanian hanyut dan rusak.
Binatang ternak hanyut dan mati.
Menelan korban manusia.
Timbul bermacam-macam wabah penyakit.
Akibat dari bencana banjir tersebut, tidak sedikit masyarakat yang kehilangan harta bendanya bahkan nyawa. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengetahui lebih lanjut apa saja penyebab dan usaha mengatasi banjir. Simak penjelasannya di bawah ini.
Penyebab Terjadinya Banjir
Bencana alam yang dinamakan banjir sebetulnya bisa terjadi secara langsung dan tidak langsung. Namun, sebagian besar permasalahan banjir yang dirasakan oleh masyarakat disebabkan oleh perilakunya masing-masing.
Berikut beberapa sebab terjadinya banjir di lingkungan sekitar yang disadari maupun tanpa disadari, yakni:
Frekuensi hujan yang terus-menerus dalam beberapa hari.
Penggundulan hutan.
Sungai yang tidak bisa menampung air hujan yang banyak.
Permukaan tanah yang lebih rendah dibandingkan dengan sedikit resapan air.
Pendirian bangunan disepanjang bantaran sungai.
Aliran sungai yang tidak lancar akibat terhambat oleh sampah.
Kurangnya tutupan lahan di daerah sungai.
Usaha untuk Mencegah Banjir
Karena kedatangan banjir tidak bisa diprediksi, namun bisa diketahui penyebabnya apa saja. Hal ini membuat sebagian masyarakat mulai berinisiatif melakukan usaha atau upaya mencegah banjir.
Mengutip buku Geografi SMA/MA Kelas X (Diknas) yang diterbitkan oleh Grasindo, upaya untuk memprediksi terjadinya banjir dapat dilakukan dengan menggunakan data penginderaan jauh, baik melalui citra radar maupun dengan satelit melalui kegiatan inventarisasi dan analisis kondisi fisik DAS (Daerah Aliran Sungai).
Tentunya dengan melakukan upaya-upaya tersebut, dampak negatif dari banjir yang telah disebutkan sebelumnya bisa diminimalisasi.
Berikut adalah beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk mengurangi dan menanggulangi banjir, yakni:
Menjaga kelestarian hutan di kawasan DAS, sehingga volume dan kualitas air sungai tetap terjaga.
Mencegah dan melarang pembuangan sampah ke sungai dan melaksanakan program kali bersih atau prokasih.
Tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan.
Penanaman pohon kembali pada hutan yang gundul (reboisasi).
Memperkuat tanggul penahan banjir.
Membangun waduk atau bendungan pengendali banjir.
(JA)
