Konten dari Pengguna

Usaha Sampingan di Desa: Modal Sedikit, Potensi Untung Selangit

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Usaha sampingan di desa. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Usaha sampingan di desa. Foto: Pixabay

Pola kehidupan masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh kondisi fisik lingkungan setempat, termasuk kehidupan sosial ekonomi.

Dalam buku Penggunaan Lahan di Desa dan di Kota oleh Agus Maryoto, pemanfaatan lahan untuk kebutuhan hidup manusia harus disesuaikan oleh kondisi fisik di sekitarnya. Begitu pula di perdesaan.

Ketersediaan lahan di perdesaan menjadi alternatif untuk membuka usaha sampingan. Namun, sayangnya mencari dan memulai ide bisnis bukanlah perkara yang mudah.

Menurut buku Cara Cepat Buka Usaha di Desa: Panduan Praktis oleh Yudi Utomo, dkk., kesulitan dalam mencari ide bisnis salah satunya karena keterbatasan sumber daya modal ataupun keterampilan yang kurang memadai.

Terlepas dari berbagai hambatan yang ada di desa, ternyata terdapat beragam alternatif usaha yang tergolong mudah dilakukan. Selain tidak memerlukan keterampilan spesifik, usaha sampingan ini tidak membutuhkan modal besar. Berikut ulasan selengkapnya.

Usaha Sampingan di Desa

Pemanfaatan lahan di desa dengan potensi alam yang tersedia dapat dijadikan peluang usaha sampingan. Misalnya, di sektor pertanian, peternakan, dan sebagainya.

1. Sektor Peternakan

Menurut Maryoto dalam buku Penggunaan Lahan di Desa dan di Kota, salah satu potensi usaha di perdesaan, yakni usaha peternakan.

Usaha peternakan masyarakat perdesaan dilakukan dalam skala kecil. Dalam artian, peternakan bisa dijadikan sebagai usaha sampingan, bukan sebagai sumber mata pencaharian pokok.

Ilustrasi Beternak ayam. Foto: Pixabay

Dalam buku Menjadi Pengusaha Setelah di-PHK oleh Nurnitasari, dkk., usaha peternakan dengan modal kecil yang bisa dilakukan antara lain:

  • Beternak ayam

Kondisi lahan peRdesaan yang masih luas, memungkinkan seseorang untuk membuka usaha ternak ayam. Unggas yang dipelihara dapat ditempatkan di dalam kandang atau di sekitar pekarangan rumah.

Kondisi tersebut dapat memudahkan seseorang untuk melakukan pekerjaan lainnya. Sehingga beternak ayam bisa menjadi alternatif dalam membangun usaha sampingan di desa.

  • Budi daya ikan lele

Sama halnya dengan beternak ayam, membudidayakan ikan lele bisa menjadi usaha sampingan di desa.

Modal untuk memulai usaha sampingan ini dinilai cukup terjangkau. Dengan modal yang tidak menguras kantong, budi daya ikan lele berpotensi menjadi usaha sampingan yang menjanjikan.

Ilustrasi: Berkebun sayuran. Foto: Pixabay

2. Sektor Pertanian

Menurut Maryoto, lahan pertanian di perdesaan lebih luas dibandingkan dengan lahan permukiman. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha sampingan.

Adapun usaha sampingan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Berkebun sayuran

Selain padi, menanam sayur menjadi salah satu prospek yang cukup menjanjikan. Inilah mengapa menanam sayur dapat dijadikan usaha sampingan di desa.

Petani dengan lahan terbatas biasanya memanfaatkan pematang sawah untuk ditanami sayuran tertentu, misalnya, kacang panjang.

Pemanfaatan lahan pertanian dengan sebaik-baiknya dapat mendatangkan keuntungan lebih. Asalkan dapat menangkap dan memahami peluang yang tersedia.

  • Menanam cabai

Lahan pertanian yang luas, terkadang juga dijadikan sebagai lahan untuk menanam cabai. Namun, bila kondisi lahan pertanian tidak mencukupi, menanam cabai bisa dilakukan di pekarangan atau halaman rumah.

Perawatan yang tergolong mudah, menjadi salah satu alasan mengapa tanaman ini bisa dijadikan sebagai peluang usaha sampingan.

Itulah beberapa usaha sampingan di desa yang dapat dilakukan. Pemanfaatan lahan yang tersedia menjadi salah satu potensi usaha sampingan yang bisa mendatangkan keuntungan.

(ANM)