Konten dari Pengguna

Ustadz Atau Ustad, Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kata ustadz atau ustad dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kata ustadz atau ustad dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash.

Umat Muslim kerap mendengar kata ustadz atau ustad dalam berbagai kesempatan. Dalam KBBI, kata tersebut dipakai untuk menggambarkan seseorang yang ahli dalam ilmu agama.

Baik dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari, penggunaan kata ustadz dan ustad masih sering keliru karena tidak sesuai KBBI. Lalu, mana penulisan yang benar dalam bahasa Indonesia, ustadz atau ustad?

Penulisan Ustadz atau Ustad yang Benar

Ilustrasi ustadz atau ustad dalam bahasa Indonesia. Foto: Aria Pradana/Kumparan

Merujuk pada laman Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ustadz bukanlah kata yang baku. Ternyata, ustad juga bukan sebuah kata baku yang tercantum dalam KBBI.

Saat mencari kata ustadz dan ustad dalam kolom pencarian, penelusuran akan mengarahkan pada kata ustaz. Artinya, kata yang baku untuk menyebut pemuka agama bukan ustadz atau ustad, melainkan ustaz.

Ustaz dalam KBBI adalah sapaan untuk guru besar atau guru agama. Ustaz sendiri merupakan kata serapan yang diambil dari bahasa Arab.

Mengutip buku Kosakata Keagamaan oleh Quraisy Shihab, kata ustaz berasal dari bahasa Persia, yang kemudian diserap ke dalam bahasa Arab dan juga bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Persia, kata ustaz ditulis dengan akhiran huruf "d", yakni ustad yang artinya pengajar atau orang yang ahli dalam suatu bidang. Kata tersebut dipakai untuk menyebut pengajar secara umum, bukan hanya sebatas orang yang ahli dalam ilmu agama.

Setelah diserap ke dalam bahasa Arab, kata ustad berubah menjadi ustadz. Penulisan ejaan disesuaikan dengan huruf hijaiyah yang digunakan bangsa Arab.

Kata ustadz dalam bahasa Arab memiliki arti orang yang berpengetahuan atau guru. Ustaz juga digunakan sebagai kata sapaan untuk menyebut orang-orang yang ahli di bidangnya.

Sementara dalam bahasa Indonesia, kata ustadz diserap menjadi ustaz. Pengubahan kata "dz" menjadi "z" disesuaikan dengan aksara latin yang digunakan di Indonesia. Proses penyerapan kata model ini disebut dengan adaptasi.

Proses adaptasi dilakukan dengan cara mengambil makna kata asing, sementara penulisannya disesuaikan dengan EYD dan KBBI. Contoh lain dari kata serapan jenis ini adalah direktur (director), aktor (actor), dan kopi (coffee).

Baca Juga: Perbedaan Ustadz dan Kyai, Sebutan bagi Pemuka Agama Islam di Indonesia

Kata Tidak Baku

Ilustrasi kata ustadz atau ustad dalam bahasa Indonesia. Foto: Unsplash.

Selain kata ustadz atau ustad, ada juga kata lain yang sering salah dalam penggunaannya. Berikut kumpulan kata yang sering keliru dalam bahasa Indonesia.

  • Hakikat/hakekat: kata yang baku adalah hakikat.

  • Nasihat/nasehat: kata yang baku adalah nasihat.

  • Karisma/kharisma: kata yang baku adalah karisma.

  • Jenasah/jenazah: kata yang baku adalah jenazah.

  • Hadis/hadits: kata yang baku adalah hadis.

Frequently Asked Question Section

Dari mana asal kata ustaz?

chevron-down

Ustaz berasal dari bahasa Persia.

Apa arti ustad dalam bahasa Persia?

chevron-down

Ustad dalam bahasa Persia artinya pengajar.

Antara hadis dan hadits, mana penulisan yang benar?

chevron-down

Penulisan yang sesuai dengan KBBI adalah hadis.

(GLW)