Konten dari Pengguna

Utang Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, Karakteristik, dan Contoh Soalnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penghitungan utang jangka pendek. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penghitungan utang jangka pendek. Foto: Pexels.com

Setiap perusahaan tentu memerlukan dana untuk melakukan kegiatan operasional dan mengembangkan bisnisnya. Salah satu kebijakan yang dipilih saat perusahaan berencana menambah dana atau modal adalah dengan memberlakukan utang jangka pendek.

Utang jangka pendek ini berupa pinjaman dana yang biasanya wajib dikembalikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Agar lebih memahami materi utang jangka pendek, simak penjelasan lebih rincinya berikut ini!

Pengertian Utang Jangka Pendek

Apa yang dimaksud dengan utang jangka pendek? Dikutip dari Akuntansi Keuangan 2 oleh May Mulyaningsih, utang jangka pendek adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam tempo satu tahun.

Utang jangka pendek disebut juga sebagai liabilitas lancar yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau siklus operasi normal. Pelunasan utang jangka pendek menggunakan aset perusahaan yang telah diperhitungkan sebelumnya.

Jika tidak mampu melunsi utangnya, perusahaan harus mengambil kebijakan dividen, yakni utang dibayarkan melalui hasil keuntungan milik investor secara sementara.

Jenis-jenis Utang Jangka Pendek

Salah satu jenis utang jangka pendek adalah dividen. Foto: Pexels.com

Biasanya utang jangka pendek diambil demi keperluan jual-beli perusahaan. Jenis utang jangka pendek ini bermacam-macam. Utang jangka pendek contohnya adalah pendapatan diterima di muka.

Utang jenis ini terjadi ketika perusahaan telah membayar sejumlah uang untuk membeli produk, tetapi produk itu belum diserahkan. Dengan demikian, perusahaan tercatat mempunyai utang karena ada kewajiban yang belum terselesaikan.

Lebih jelasnya, berikut macam-macam utang jangka pendek yang dikutip dari Sumber Belajar Penunjang PLPG 2016 Akuntansi Hutang Jangka Pendek:

  • Utang dagang

Banyak perusahaan memperoleh barang dagangan dari pemasok atau produsen lain. Untuk mendapatkan barang tersebut perusahaan harus membayar sejumlah uang.

Namun ternyata perusahaan bisa membayar barang dagangan itu tidak langsung lunas. Jika barang tersebut sudah diterima, perusahaan harus mencatat utang itu ke dalam jenis utang jangka pendek.

  • Utang wesel

Selanjutnya yang termasuk utang jangka pendek lainnya adalah utang wesel. Utang wesel jangka pendek biasanya mempunyai bukti tertulis berupa surat.

Orang-orang mengenal jenis utang jangka pendek ini dengan istilah pinjaman wesel. Sama seperti kebanyakan utang jenis jangka pendek lainnya, utang wesel tidak membutuhkan jaminan.

  • Dividen

Beberapa perusahaan menawarkan saham mereka ke publik. Dengan begitu perusahaan wajib membagikan dividen secara rutin ke para pemegang saham.

Jadwal pembagian dividen ditentukan oleh perusahaan, biasanya ada yang setahun sekali atau lebih dari setahun sekali. Dividen yang dibagikan minimal setahun sekali ini termasuk ke dalam utang jangka pendek.

  • Pendapatan diterima di muka

Pada jenis utang jangka pendek ini perusahaan mendapatkan sebagian pembayaran sebelum barang atau jasa diterima oleh konsumen. Jenis utang ini berupa barang ataupun jasa yang harus dikirimkan sesuai pesanan.

Perlu diingat bahwa perusahaan harus mengirim barang atau jasa tersebut sesuai tanggal kesepakatan. Setelah itu jika produk sudah diterima, konsumen tersebut akan membayar sisanya ke perusahaan.

  • Utang biaya

Utang biaya wajib dicatat agar perusahaan tidak melupakan kewajiban jangka pendeknya. Contoh utang jangka pendek dari utang biaya antara lain pengeluaran rutin bulanan seperti tarif listrik, air, telepon, dan internet.

Karakteristik utang jangka pendek:

  1. Sifatnya harus segera dilunasi.

  2. Memiliki jatuh tempo yang sudah disepakati bersama dalam waktu kurang 12 bulan.

  3. Memiliki nominal yang jelas.

  4. Ada yang mempunyai bunga dan ada juga yang tidak. Hal ini tergantung kebijakan kreditur.

  5. Biasanya tidak membutuhkan jaminan.

Perbedaan Utang Jangka Pendek dan Utang Jangka Panjang

Ilustrasi menghitung uang untuk melunasi utang. Foto: Pexels.com

Selain jangka pendek, perusahaan juga bisa berutang dalam jangka panjang. Menurut buku Akuntansi Keuangan Menengah 2, utang jangka panjang adalah kewajiban yang waktu pelunasannya cukup lama, biasanya lebih dari satu tahun.

Perbedaan antara utang jangka pendek dan panjang jelas terlihat pada periode pelunasannya. Periode pelunasan utang jangka pendek adalah satu tahun atau sesuai siklus operasi normal.

Sementara pada utang jangka panjang, periode pelunasan adalah satu tahun setelah tanggal neraca atau satu siklus operasi normal. Adapun persamaan dari utang jangka pendek dan panjang dapat dilihat dari manfaat yang dirasakan.

Manfaat utang jangka panjang dan jangka pendek sama-sama membantu perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui pinjaman dana inilah perusahaan dapat memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Contoh Soal Utang Jangka Pendek

Ilustrasi contoh soal utang jangka pendek. Foto: Pexels.com

Berikut adalah contoh soal utang jangka pendek beserta jawabannya:

  • Contoh 1: Wesel Bayar Jangka Pendek

Pada 1 Desember 2010 PT X membeli persediaan barang dagang sebesar Rp2.000.000, dengan mengeluarkan wesel dengan tingkat bunga 12% per tahun, jangka waktu 60 hari

1/12 Pembelian Barang Dagang 2.000.000

Wesel Bayar (jangka pendek) 2.000.000

Pembelian barang dengan mengeluarkan sebuah wesel

31/12 Beban bunga 20.000

Hutang bunga 20.000

Penyesuaian bunga (utang bunga dilaporkan sebagai utang jangka pendek)

Perhitungan bunga: 2.000.000 x 12% x (30/360) = 20.000 dari tanggal 1/12 s/d 31/12 = 30 hari

Jurnal Balik

1/1 utang bunga 20.000

Beban Bunga 20.000

Pembayaran wesel

30/1 Wesel Bayar 2.000.000

Beban bunga 40.000

Kas 2.040.000

Perhitungan bunga: 2.000.000 x 12% x (60/360) = 40.000

  • Contoh 2: Pendapatan Diterima di Muka

PT ABC menerima uang muka sebesar Rp480.000 untuk berlangganan majalah “Musik” selama satu tahun pada 1 April 2011.

April 1: Kas 480.000

Pendapatan diterima dimuka 480.000

Penerimaan uang muka sebesar 480.000 untuk 12 bulan

Jadi per bulannya = 480.000 / 12 = 40.000

Pada akhir tahun, 31 Desember 2011 PT ABC akan mengakui pendapatan untuk 9 bulan (1 april s/d 31 desember = 9 bulan)

Pendapatan diakui jika majalah “Musik” sudah diberikan ke pelanggannya. Karena selama 9 bulan sudah diberikan, maka pendapatan diakui.

Des 31 Pendapatan diterima dimuka 360.000

Pendapatan 360.000

Pengakuan pendapatan selama 9 bulan.

Per bulannya sebesar Rp 40.000

Jadi, 9 bulannya sebesar Rp 40.000 x 9 = 360.000

NB: diasumsikan jurnal penutup dibuat.

Mar 31 Pendapatan diterima dimuka 120.000

Pendapatan 120.000

Pengakuan pendapatan sisanya, yaitu 3 bulan (1 Jan s/d 31 Maret = 3 bulan)

Per bulannya sebesar Rp 40.000,

Jadi, 3 bulannya sebesarnya Rp 40.000 x 3 = 120.000

(ZHR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja macam-macam utang jangka pendek?

chevron-down

Utang dagang, Utang wesel, Dividen, Pendapatan diterima di muka, dan Utang Biaya.

Apa manfaat utang jangka panjang dan jangka pendek?

chevron-down

Sama-sama membantu perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dan membantu memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Apa saja ciri-ciri utang jangka pendek?

chevron-down

1. Sifatnya harus segera dilunasi. 2. Memiliki jatuh tempo yang sudah disepakati bersama dalam waktu kurang 12 bulan. 3. Memiliki nominal yang jelas. 4. Ada yang mempunyai bunga dan ada juga yang tidak, tergantung kebijakan kreditur. 5. Biasanya tidak membutuhkan jaminan.