Vaksin Moderna dari Negara Mana?

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
10 November 2021 17:39 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Vaksin Corona merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit Covid-19. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Vaksin Corona merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit Covid-19. Foto: Pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pandemi Covid-19 merupakan salah satu peristiwa yang membuat kehidupan masyarakat dunia menjadi berubah. Penyakit Covid-19 merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian.
ADVERTISEMENT
Ada sebanyak 5 juta orang yang meninggal akibat virus penyakit Covid-19, yakni Corona. Karena dinilai berbahaya, seluruh negara di dunia pun mencoba mencari solusi dari permasalahan ini.
Salah satu cara untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19 ialah dengan vaksinasi. Saat ini, ada banyak negara yang telah menciptakan vaksin Corona.
Contoh jenis vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19 adalah vaksin Moderna. Negara manakah yang menciptakan vaksin Moderna? Berikut jawabannya.

Vaksin Moderna dari Negara Mana?

Mengutip dari situs resmi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, vaksin Moderna atau mRNA-1273 adalah jenis vaksin mRNA (messenger RNA) yang dipercaya dapat mencegah kejadian penyakit COVID-19.
Vaksin Moderna berasal dari negara Amerika Serikat, yang mana dikembangkan oleh Moderna, Inc. dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) yang juga berkantor pusat di Amerika Serikat.
Vaksin Moderna berasal dari negara Amerika Serikat yang dikembangkan oleh perusahaan Moderna Inc. Foto: Voa
Dikutip dari situs resmi Ministry of Health, Labour and Welfare of Japan, jenis vaksin ini terbukti bahwa ada penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi daripada yang tidak divaksinasi (efikasinya dalam mencegah kejadian penyakit dilaporkan mencapai sekitar 94%).
ADVERTISEMENT

Cara Kerja Vaksin Moderna

Cara kerja vaksin Moderna memiliki perbedaan dengan dengan vaksin yang menggunakan mRNA virus yang sudah dilemahkan, seperti Sinovac dan Sinopharm.
Vaksin Moderna biasanya memiliki frekuensi dua kali (dilakukan dua kali) dan memiliki jarak interval 4 minggu, dari vaksin pertama ke vaksin kedua.
Dosis vaksin Moderna 0,5 ml per dosis, total 2 dosis. Jika seseorang mendapat vaksin ini untuk dosis pertama, pastikan untuk mendapat vaksin yang sama untuk dosis kedua.
Vaksin Moderna akan bekerja dengan maksimal setelah 14 hari pasca pemberian dosis kedua. Vaksin ini tidak sepenuhnya mencegah infeksi COVID-19.

Efek Samping Vaksin Moderna

Vaksin Moderna akan mengakibatkan beberapa efek samping bagi penggunanya. Foto: Pexels.com
Seperti jenis vaksin lainnya, vaksin Moderna memiliki efek samping. Berikut beberapa efek samping vaksin Moderna, yaitu:
ADVERTISEMENT

Ciri-Ciri Orang yang Tidak Dapat Menerima Vaksin Moderna

Ada beberapa ciri-ciri orang yang tidak dapat menerima vaksin Moderna. Hal ini perlu diketahui dan teridentifikasi agar tidak menimbulkan akibat yang buruk.
Berikut ciri-ciri orang yang tidak dapat menerima vaksin Moderna:
ADVERTISEMENT
(SAI)