Konten dari Pengguna

Vulkanisme: Pengertian, Gejala, dan Macam-macamnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Aktivitas Vulkanisme. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Aktivitas Vulkanisme. Foto: iStock

Vulkanisme adalah peristiwa alam yang berkaitan dengan pembentukan gunung api, yaitu pergerakan magma di kulit bumi (litosfer) yang menyusup ke lapisan lebih atas atau ke luar permukaan bumi.

Akibat dari aktivitas vulkanisme adalah terjadinya letusan gunung api, yaitu keluarnya magma dari perut bumi. Letusan gunung api membawa dampak bagi manusia, baik yang positif maupun negatif.

Dampak positif dari vulkanisme antara lain:

  • Menyuburkan lahan pertanian, terutama di sekitar atau di lereng pegunungan akibat tumpukan debu vulkanik yang terjadi pada saat erupsi.

  • Menghasilkan berbagai jenis batuan yang menjadi bahan galian industri, misalnya andesit, basalt, dan granit.

  • Membentuk mineral-mineral logam dan non-logam yang bernilai tinggi, seperti emas, baja, dan belerang.

Sementara itu, dampak negatif dari vulkanisme adalah mendatangkan bencana yang besar, misalnya letusan gunung api yang menimbulkan awan panas dan lava pijar yang membara sehingga dapat menghanguskan pemukiman, lingkungan, dan bahkan menimbulkan korban jiwa.

Gejala Aktivitas Vulkanisme

Gejala Aktivitas Vulkanisme. Foto: iStock

Dikutip dari Pocket Shortcut SMA Soshum oleh Tim Solusi Cerdas, gejala vulkanisme mencakup peristiwa intrusi magma dan ekstrusi magma.

1. Intrusi Magma

Intrusi magma adalah proses penerobosan magma ke dalam lapisan litosfer, tetapi tidak sampai keluar dari permukaan bumi. Bentuk intrusi magma adalah sebagai berikut.

  • Batolit, yaitu batuan beku yang terbentuk dalam dapur magma karena penurunan suhunya yang sangat lambat.

  • Lakolit, yaitu batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya menyerupai lensa cembung.

  • Keping intrusi atau sill, yaitu sisipan magma yang membeku di antara dua lapisan litosfer tidak cembung dan relatif tipis serta melebar.

  • Gang atau dike/retas, yaitu batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.

  • Apofisa, yaitu gang yang relatif kecil dan merupakan cabang gang.

  • Diaterma, yaitu batuan pengisi pipa letusan, berbentuk silinder mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi.

2. Ekstrusi Magma

Ekstrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma ke luar permukaan bumi yang menyebabkan terbentuknya gunung api. Ekstrusi magma juga dikenal dengan istilah erupsi.

Erupsi berdasarkan bentuk lubang keluarnya magma dibedakan menjadi erupsi linier, erupsi areal, dan erupsi sentral.

Macam-Macam Aktivitas Vulkanisme

Macam-Macam Aktivitas Vulkanisme. Foto: iStock

Dikutip dari CMS: Cara Menguasai Soal Geografi SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan yang ditulis oleh Santi Kurniasih, berikut macam-macam aktivitas vulkanisme.

1. Dinamika Litosfer dengan Aktivitas Vulkanisme

Vulkanisme berhubungan erat dengan keluarnya magma menuju permukaan bumi. Magma adalah substansi cair pijar yang terdapat di dalam bumi sebagai akibat pencairan lokal oleh panas interior bumi pada kerak bumi bagian bawah yang berbatasan dengan astenosfer.

Magma keluar melalui celah atau patahan pada kerak bumi. Celah dan retakan banyak terdapat pada tepian lempeng yang merupakan tempat terjadinya aktivitas vulkanisme.

2. Vulkanisme pada Tepi Lempeng Divergen

Tepi lempeng divergen merupakan celah memanjang mencapai ribuan kilometer dan umumnya terdapat di tengah-tengah samudra.

Melalui celah inilah magma dari astenosfer naik ke permukaan bumi pada dasar samudra. Akibat magma bersentuhan dengan air, terbentuk lava bantal yang apabila mengalami penumpukan akan membentuk punggung tengah samudra.

3. Vulkanisme pada Tepi Lempeng Konvergen

Konvergensi lempeng benua dengan benua tidak menimbulkan vulkanisme karena tidak ada zona subduksi, sehingga tidak terjadi pelepasan panas.

Vulkanisme hanya terjadi pada zona konvergensi antara lempeng samudra dengan lempeng samudra atau lempeng samudra dengan lempeng benua.

Keluarnya magma pada tepian lempeng konvergen menghasilkan magma dengan viskositas dan tekanan gas tinggi sehingga menghasilkan daya erupsi yang bersifat eksplosif (ledakan).

4. Vulkanisme Intra Plate

Vulkanisme merupakan aktivitas vulkanik yang terjadi di tengah-tengah suatu lempeng. Magma terbentuk akibat konsentrasi lokal bahan radioaktif dengan membentuk dapur magma lokal yang potensial. Magma pada intra plate bersifat basalt sehingga keluar dengan tenang.

5. Letusan Gunung Api

Gunung api terbentuk akibat vulkanisme, proses naiknya magma dari dalam bumi yang mendesak bagian litosfer hingga sampai di permukaan bumi.

Bahan-bahan yang dihasilkan dari letusan gunung api dapat berupa bahan padat seperti lava pijar, lahar, bahan-bahan lepas yang disebut piroklastika, dan bahan gas yang keluar dari gunung api yang disebut eksalasi.

(SFR)