Work Life Balance: Pengertian dan Faktor yang Memengaruhinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Work life balance merupakan suatu konsep yang diterapkan seseorang dengan membagi antara aktivitas pekerjaan dan kegiatan di luar bekerja agar mencapai keseimbangan. Hal ini penting, sebab dapat berpengaruh pada kinerja dan produktivitas pekerja.
Dalam konsep work-life balance, pekerjaan dan kehidupan pribadi merupakan dua hal yang dijalankan masing-masing. Keduanya diupayakan untuk tidak saling mengintervensi antara satu sama lain atau tetap berada dalam porsi yang baik dan wajar.
Pengertian Work Life Balance
Lalu, apa itu sebenarnya work life balance? Menurut Fisher dkk., dalam Jurnal Maneksi Volume 7 Nomor 1 yang ditulis Maryo Wildo Wenno, work-life balance adalah sesuatu yang dilakukan seseorang dalam membagi waktunya, baik di tempat kerja maupun kegiatan lain di luar pekerjaan. Di dalamnya terdapat perilaku individu yang dapat menjadi sumber konflik pribadi dan sumber energi bagi diri sendiri.
Perilaku individu yang dimaksud adalah ketika individu melakukan suatu tindakan untuk dirinya sendiri, baik di tempat kerja maupun melakukan aktivitas untuk dirinya sendiri di luar jam kerja.
Hal ini hanya dapat dilakukan oleh individu. Bila seorang individu sudah menikah, ia akan mempunyai tanggung jawab untuk hidup berkeluarga dan melaksanakan pekerjaan sebagai tanggung jawab. Sehingga, apabila individu tersebut tidak dapat mengatur waktu untuk kedua hal tersebut, dapat terjadi konflik.
Merujuk pada buku karya Paula McDonald dan Lisa M. Bradley yang berjudul The Case for Work/Life Balance: Closing the Gap Between Policy and Practice, konsep work-life balance pada awalnya adalah konsep untuk menciptakan keseimbangan yang lebih menitikberatkan pada work-family balance.
Dalam perkembangannya, konsep ini berubah karena masalah keseimbangan tidak terbatas pada anggota keluarga, tetapi juga mencakup bidang kehidupan individu lainnya. Untuk alasan ini, istilah work life balance menggantikan apa yang semula dikenal sebagai work-family balance.
Pentingnya Work Life Balance
Berdasarkan artikel penelitian dalam jurnal yang ditulis Maryo Wildo Wenno, apabila individu dapat melaksanakan tanggung jawabnya, baik sebagai pekerja maupun sebagai bagian dari keluarga, individu tersebut akan merasakan kepuasan kerja karena individu tersebut dapat bekerja dengan baik selama berada di kantor. Sehingga, tidak perlu dibebani dengan masalah atau status memiliki keluarga.
Jika individu tidak dapat mengatur waktu, individu tersebut dapat dikatakan tidak memiliki work life balance yang baik. Namun, apabila individu dapat mengatur waktu dengan baik, ia akan bekerja dengan baik sesuai dengan tanggung jawab di kantor, sehingga menimbulkan kepuasan kerja karena selama pekerjaan itu menghasilkan emosi positif.
Ada empat dimensi dalam mengukur work life balance. Menurut Rincy dan Panchanatham dalam penelitian mereka yang bertajuk Development of a Psychometric Instrument To Measure Work Life Balance, berikut di antaranya:
a. Intrusion of personal life into work (IPLW)
Dimensi ini mengacu pada seberapa banyak domain kehidupan pribadi individu mengganggu domain kehidupan kerja. Misalnya, individu sering menunda-nunda pekerjaan karena ada tugas atau tanggung jawab tentang rumah tangga yang harus diselesaikan, akibatnya kinerja individu menurun.
b. Intrusion of work into personal life (IWPL)
Dimensi ini mengacu pada sejauh mana domain pekerjaan mengganggu domain kehidupan pribadi (keluarga). Misalnya, karena sulitnya mengatur waktu ketika menyelesaikan pekerjaan kantor, individu tidak dapat mencurahkan waktu untuk berinteraksi dengan keluarganya.
c. Work enhancement by personal life (WEPL)
Dimensi ini mengacu pada seberapa jauh kinerja individu dalam bekerja karena kehidupan pribadinya. Misalnya, kepercayaan diri individu dalam bekerja meningkat karena kehidupan pribadinya mengalami hal yang positif.
d. Personal life enhancement by work (PLEW)
Dimensi ini mengacu pada seberapa jauh peningkatan kualitas kehidupan pribadi yang disebabkan oleh pekerjaan. Misalnya, kebiasaan tepat waktu yang sudah menjadi budaya di tempat kerja membuat individu tepat waktu dalam mengerjakan tugas-tugas rumah tangga.
Faktor yang Memengaruhi Work Life Balance
Ada empat faktor yang dapat berpengaruh dalam upaya menerapkan work life balance. Menyadur dari Jurnal Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi Volume 10 Nomor 2 yang ditulis Dewi Padmi Pratiwi dan Anita Silvianita, berikut faktor-faktor yang bisa memengaruhi work-life balance menurut Pouluse dan Sudarsan:
1. Faktor Individu
Kepribadian: kesadaran, keterbukaan terhadap pengalaman, keramahan, neurotisisme, ekstraversi.
Kesejahteraan: dipengaruhi oleh dua komponen, yaitu komponen kognitif (kepuasan hidup) dan komponen afektif (kesejahteraan emosional).
Kecerdasan Emosional (EI).
2. Faktor Organisasi
Pengaturan Kerja: Menyesuaikan pengaturan kerja dengan mudah dapat membantu karyawan mencapai tingkat pencampuran yang lebih baik antara aktivitas di tempat kerja dan di luar pekerjaan dan membantu organisasi merekrut, mempertahankan, dan memotivasi karyawan.
Dukungan Organisasi: Dukungan formal dapat berupa ketersediaan kebijakan atau tunjangan kerja-keluarga dan pengaturan jadwal kerja yang fleksibel. Sedangkan dukungan informal dapat berupa dukungan dari atasan, dukungan karir karyawan, dan otonomi kerja.
Stres Kerja: Persepsi individu terhadap lingkungan kerja.
Peran: Peran yang berlebihan, konflik peran, dan ambiguitas peran.
Teknologi: Membantu pekerjaan kantor dan rumah menjadi lebih mudah dan cepat sehingga berguna untuk manajemen waktu.
3. Faktor lingkungan
Pengaturan penitipan anak: jumlah anak dan tanggung jawab pengasuhan anak.
Dukungan keluarga: orang tua, keluarga dan pasangan
Faktor lingkungan sosial lainnya: lingkungan rumah, interaksi dengan tetangga, dan teman sebaya.
4. Faktor lain
Usia, jenis keluarga, status orang tua, jenis pekerjaan, pendapatan, tingkat karyawan, dan jenis kelamin.
Itulah kurang lebih penjelasan mengenai definisi dari work-life balance dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh dalam mewujudkannya.
Pada intinya, dengan menerapkan work life-balance, hal itu dapat mendatangkan berbagai manfaat bagi individu pekerja maupun perusahaan dalam hal kinerja dan produktivitas kerja.
(AMP)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud work life balance?

Apa yang dimaksud work life balance?
Sesuatu yang dilakukan seseorang dalam membagi waktunya, baik di tempat kerja maupun kegiatan lain di luar pekerjaan. Di dalamnya terdapat perilaku individu yang dapat menjadi sumber konflik pribadi dan sumber energi bagi diri sendiri.
Kenapa work life balance itu penting?

Kenapa work life balance itu penting?
Dengan menerapkan work-life balance, seorang individu dapat melaksanakan tanggung jawabnya, baik sebagai pekerja maupun sebagai bagian dari keluarga. Ia juga akan merasakan kepuasan kerja karena dapat bekerja dengan baik tanpa perlu dibebani dengan masalah atau status memiliki keluarga.
Apa saja yang mempengaruhi Work Life Balance?

Apa saja yang mempengaruhi Work Life Balance?
Faktor Individu (kepribadian, kesejahteraan, dan kecerdasan Emosional), Faktor Organisasi (pengaturan kerja, dukungan organisasi, stres kerja, peran, teknologi), Faktor lingkungan (pengaturan penitipan anak, dukungan keluarga), dan Faktor lain (usia, jenis keluarga, status orang tua, jenis pekerjaan, pendapatan, tingkat karyawan, dan jenis kelamin).
