Konten dari Pengguna

Zaman Batu Besar: Pengertian dan Hasil Budayanya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi zaman batu besar. Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi zaman batu besar. Sumber: Pixabay.com

Pada zaman praaksara, terdapat periode yang disebut dengan zaman batu besar atau disebut Megalitikum. Jika dilihat dari teknologi peralatannya, zaman praaksara terbagi menjadi dua bagian, yaitu zaman batu dan zaman logam.

Zaman batu kemudian terbagi lagi menjadi beberapa periode. Secara umum, pembabakan zaman batu antara lain zaman batu tua (Paleolitikum), zaman batu madya (Mesolitikum), zaman batu muda (Neolitikum), dan yang terakhir zaman batu besar atau Megalitikum.

Seputar Zaman Batu Besar

Seperti namanya, pada zaman ini ditemukan batu-batu besar hasil dari kebudayaan masyarakat praaksara. Istilah Megalitikum berasal dari kata “mega” yang berarti besar dan “lithos” yang berarti batu.

Bila merujuk pada buku Sejarah Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK/MAK yang ditulis Amurwani Dwi L. dkk., megalitik diartikan sebagai budaya yang pada umumnya diwujudkan dalam bentuk batu-batu besar. Pendiriannya dimaksudkan sebagai lambang atau sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang.

Ilustrasi peninggalan zaman batu besar. Foto: Pexels.com

Hasil Budaya Zaman Batu Besar

Menyadur dari buku Sejarah untuk SMA/MA Kelas X oleh Dwi Ari Listiyani, berbagai hasil budaya megalitik antara lain sebagai berikut.

1. Menhir

Menhir adalah tugu dari batu tunggal. Fungsinya adalah sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Menhir ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, antara lain di Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.

2. Dolmen

Kata lain dolmen bisa diartikan sebagai meja batu. Fungsinya sebagai tempat meletakkan sajian untuk pemujaan roh nenek moyang. Ada juga dolmen yang dipergunakan sebagai peti mayat.

3. Sarkofagus

Sarkofagus atau keranda merupakan peti batu besar yang bentuknya seperti palung atau lesung dan diberi tutup. Fungsinya, sebagai kuburan atau peti mayat. Di dalamnya ditemukan tulang-tulang manusia bersama bekal kuburnya.

4. Kubur Batu

Kubur batu berupa kuburan dalam tanah. Sisi samping, alas, dan tutupnya diberi semacam papan-papan dari batu. Fungsinya, untuk mengubur mayat, tetapi bentuknya berbeda dengan Dolmen dan Sarkofagus.

5. Punden Berundak-undak

Bangunan ini terbuat dari batu yang disusun secara bertingkat. Fungsinya, sebagai pemujaan roh nenek moyang. Bangunan ini merupakan bentuk pendahuluan dari candi. Punden Berundak ditemukan di Lebak Sibedug daerah Banten Selatan.

6. Arca

Arca sederhananya adalah bangunan batu berbentuk manusia atau binatang yang merupakan perwujudan dari roh nenek moyang. Arca dari megalitik bentuknya sangat sederhana dan kasar.

Arca yang berbentuk manusia umumnya digambarkan secara utuh atau setengah badan. Sedangkan, arca-arca yang berbentuk binatang digambarkan seperti gajah, kerbau, harimau, dan monyet.

(AMP)

Frequently Asked Question Section

Apa nama lain dari zaman batu besar?

chevron-down

Zaman batu besar disebut juga Megalitikum.

Sebutkan hasil budaya zaman batu besar!

chevron-down

Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur Batu, Punden Berundak, dan Arca.

Apa fungsi dari dolmen?

chevron-down

Sebagai tempat meletakkan sajian untuk pemujaan roh nenek moyang.