Pencarian populer
PUBLISHER STORY
12 September 2018 11:58 WIB
..
..
Ekonomi dunia dinilai tak pasti karena keperkasaan dolar ASJAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) menilai salah satu faktor yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi dunia saat ini adalah pertumbuhan ekonomi dunia yang berat sebelah, yakni menguatnya Amerika Serikat (AS).

"Ekonomi dunia pertumbuhannya berat sebelah. Ibarat pesawat, hanya satu mesin yang menggerakan, karena ekonomi Amerika yang kuat, negara lain melemah," kata Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdi dalam diskusi 'Bersatu untuk Rupiah', di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Tumbuhnya perekonomian AS yang diikuti dengan penurunan kinerja ekonomi negara lain inilah yang menimbulkan kekhawatiran di pasar global.

"Orang kemudian khawatir kalau mesin sebelah seperti ini, masih bisa bertahan maju atau tidak sehingga investor ragu dengan ketahanan ekonomi dunia," jelasnya.

Guna menghadapi situasi ketidakpastian ekonomi dunia ini, Bank Indonesia telah menerapkan tiga bauran kebijakan, antara lain kebijakan moneter, kebijakan mitigasi, dan kebijakan menaikkan suku bunga, di mana ketiganya dimaksudkan untuk menstabilitaskan situasi ekonomi dalam negeri.

"Situasi yang kita hadapi memang situasi yang belum pasti. Kita harus selalu waspada. Yang perlu dilihat bahwa otoritas terkait, baik pemerintah, BI, dan OJK tidak tidur, terus berkoordinasi sehingga langkah-langkah stabilisasi terus berjalan," ujarnya.

"Yang kita sarankan adalah masyarakat tetap tenang, menggunakan produk dalam negeri, lalu untuk liburan keluar negeri kurangi dahulu. Intinya, tolong berbagai pihak masyarakat membantu mencoba mengurangi dominasi dolar," tandas Doddy.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Baca Lainnya
Pertumbuhan ekonomi 2019 diprediksi 5,3%, ini alasannya
JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah telah menetapkan pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 sebesar 5,3%.Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan alasan pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi di tahun depan. Target tersebut berkaitan dengan perkembangan ekonomi global yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Langkah pemerintah AS itu diyakini akan mempengaruhi nilai dolar AS (USD)."AS melakukan normalisasi kebijakan moneter. Implikasi kebijakan moneter AS itu berdampak secara global karena USD merupakan mata uang seluruh dunia, USD merupakan basket currency dunia," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (10/9/2018).Sejak 2017 hingga 2018, bank sentral AS juga menaikkan tingkat suku bunga. Beberapa kuartal terakhir, The Federal Reserve menaikkan suku bunga hingga 175 basis poin. Di sisi lain, kebijakan perdagangan AS juga berdampak pada perekonomian dunia. Perang dagang antara AS dan China diprediksi membuat perekonomian negara-negara berkembang kian menukik.Pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN diprediksi tumbuh 5,3% pada tahun ini lantaran tatangan eksternal yang semakin meningkat. Sementara, ekonomi AS tumbuh paling kuat dengan outlook 2018 sebesar 2,9%"Pertumbuhan ekonomi global di 2018 masih 3,9%. Zona Eropa diperkirakan akan sedikit menurun jadi 2,2%, terutama Jerman dari 2,5% ke 2,2%. Kemudian Prancis di bawah 2% dan Italia tumbuh lebih rendah," pungkas Sri Mulyani. kbc10
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: