Empat Permainan Tradisional yang Masih Eksis di Masyarakat Pasuruan

Pasuruan (Kabarpas.com) – Di era modern ini tak sedikit permainan tradisional yang masih tetap eksis bertahan di tengah masyarakat. Sementara ada juga sebagian permainan tradisional yang mulai punah tergerus oleh perkembangan zaman. Untuk itulah, Federasi Olahrga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kabupaten Pasuruan menggelar lomba olahraga dan permainan tradisional yang saat ini masih eksis di masyarakat Pasuruan.
Sejumlah olahraga dan kesenian tradional yang dilombakan atau dipertandingkan tersebut, di antaranya yaitu dagongan (saling dorong dengan bambu), enggrang, terompah (kelompen) gandeng dan ojung cambuk rotan).
Lomba ini dilaksanakan di Lapangan Nguling. Lomba ini baru pertama kali digelar pasca beberapa waktu lalu dibentuknya penggurus Formi Kabupaten Pasuruan. Suasana penuh kekeluargaan dan kegotong royongan serta kebersamaan dengan menjunjung sportivitas, ditunjukkan melalui permainan olahraga dan kesenian tradisional tersebut. Dengan antusias warga bergantian memberikan dorongan semangat dan sekaligus menjadi peserta dalam lomba sebanyak empat cabang olahraga itu.Tak hanya itu, gelak tawa dan canda pun berbaur di antara peserta, meski terjatuh saat bermain engrang, terompah maupun dagongan, mendatangkan kegembiraan tersendiri bagi para peserta maupun penonton.
Bahkan, meski saling pukul dengan rotan dalam tari ojung, peserta tetap tersenyum ramah kepada lawan masing-masing. “Tradisi dan budaya yang ada di masyarakat melalui permainan rakyat menunjukkan rasa kebersamaan, kegotong royongan dan kekeluargaan yang tinggi. Makanya kami yang tergabung dalam Formi Kabupaten mengajak semua pihak menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi masyarakat,” kata Ketua Formi Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf kepada Kabarpas.com, saat ditemui di lokasi,
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi, menyampaikann bahwa melestarikan permainan dan olahraga tradisional, adalah cermin dari karakter Bangsa Indonesia yang sesungguhnya. “Tidak bisa dipungkiri lagi, dalam permainan dan olahraga serta kesenian tradisional justru menjadi pengikat tali silaturahmi yang kuat. Istilah kalah menang diterima dengan sangat sportif saling berjabat tangan dengan senyum. Bahkan meski kalah, tetap saja terbahak dan menunjukkan rasa guyub dan gotong royong yang kuat,” tegas Iswahyudi.
Semangat sportivitas itu tidak bisa dipungkiri dan nampak dalam berbagai permainan dan olahraga tradisional yang digelar Formi tersebut. Seperti dalam permainan engrang, para guru justru dikalahkan murid-muridnya dan mereka justru tertawa terbahak-bahak sambil merangkuli anak didik yang mengalahkannya. (*).
Reporter : Ajo
Editor : Agus Harianto
