Lintas Kabarpas Begini Cara SMP Negeri 1 Bangorejo Tanamkan Konsep Demokrasi ke Para Siswa

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Untuk menanamkan konsep demokrasi pada pelajar, Sekolah Mengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bangorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, menggelar pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Layaknya pemilihan Presiden berbagai tahapan seleksi pun dilakukan, misalnya yaitu seperti pendaftaran calon ketua Osis, tes tulis, interview, workshop, hingga debat kandidat. Hingga tahapan akhir yakni pemilihan secara langsung di lakukan oleh seluruh Siswa-Siswi SMP N 1 Bangorejo tersebut.
Dari pantauan Kabarpas.com biro Banyuwangi saat di lokasi, proses pemilihan ini tergolong unik. Karena proses penghitungan yang terbagi menjadi empat tempat di halaman sekolah, seakan seperti pentas seni ketika diiringi musik gamelan yang dimainkan oleh anak didik.
Ditambah lagi ketegangan antar sembilan kanidat tak terlihat, ketika hiburan tarian tampil di tengah penghitungan pemilihan ketua OSIS.Menurut Dick Ahmad (13) salah satu siswa di SMPN tersebut mengatakan, pemilihan Ketua OSIS ini menjadi sebuah pembelajaran baginya tentang pentingnya demokrasi dalam memilih pemimpin. Apalagi dengan berbagai tahapan proses seleksi yang dilakukan oleh panitia, pastinya akan melahirkan ketua yang juga kompeten dalam memimpin Organisasi Siswa Intra Sekolah.
“Saya pikir pemilihan pemimpin atau pesta demokrasi itu seperti yang dikatakan orang-orang dewasa. Namun, di sini kok terlihat enjoy, santai, seru, dan gak ada tegangnya sama sekali,“ ucap Dick Ahmad kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi.
Sementara Munawaroh, Kepala Sekolah SMP N 1 Bangorejo yang saat itu ada di lokasi untuk memantau jalanya pemilihan ketua OSIS ini menjelaskan, pemilihan ini sengaja dikemas layaknya pemilihan Presiden, Gubernur, atau Bupati, guna menanamkan konsep Demokrasi pada anak sejak dini. Namun, ada yang berbeda dengan pemilihan pada umumnya, suasana di sekolah yang ia pimpin itu sengaja dibuat enjoy dengan penampilah murid berbakat di dunia seni.
" Jadi gamelan yang ditabuh langsung oleh anak-anak, disertai dengan tarian menjadi hiburan tersendiri dan pastiya membuat ketegangan tidak muncul dalam pemilihan ini,” tegas perempuan bergelar Sarjana Pendidikan tersebut.
Munawaroh juga menambahkan, jumlah kandidat sebanyak sembilan orang dari perwakilan masing-masing kelas yang sudah terseleksi dengan ketat. Dan dari hasil penghitungan oleh panitia, Gesang Surya merupakan calon yang terpilih dengan suara terbanyak.
“Dari hasil ini, selain untuk pembelajaran demokrasi sejak dini untuk anak-anak. Pastinya mereka puas denga terpilihanya Gesang sebagai ketua OSIS dengan pemilihan secara langsung dan transparan,” pungkasnya. (*).
Reporter : Pendik
Editor : Memey Mega
