Perpusnas RI Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Probolinggo

Konten Media Partner
20 Juli 2019 6:37 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Probolinggo, Kabarpas.com – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Jum’at (19/7/2019) siang berkunjung ke Kabupaten Probolinggo untuk melakukan safari gerakan nasional gemar membaca. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar ini dilaksanakan di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.
ADVERTISEMENT
Kegiatan yang mengambil tema “Pustakawan Berkarya Mewujudkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” ini diikuti oleh 248 orang pemerhati perpustakaan di Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini dibuka Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko dan dihadiri anggota Komisi X DPR RI Ayub Khan didampingi Upriyadi dari Perpusnas RI, Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Jawa Timur Sudjono dan Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Endang Astuti.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan penyediaan bahan bacaan untuk perpustakaan ini menjadi kewajiban keluarga, institusi pendidikan dan tempat kerja. Perpustakaan itu harus ada dimana-mana supaya masyarakat mudah untuk mendapatkan bahan bacaan.
“Mari bersama-sama bagaimana generasi muda mempunyai semangat untuk mencintai perpustakaan. Oleh karena perpustakaan itu harus dibangun dengan baik dan didekatkan dengan masyarakat. Kami akan terus menggelorakan semangat membaca literasi. Bagaimana budaya gemar membaca ini terus dilakukan demi menyiapkan generasi milenial gemar membaca,” katanya.
ADVERTISEMENT
Sementara Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka pada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Upriyadi mengungkapkan perpustakaan memiliki peran untuk mendukung Kegiatan Prioritas (KP) penguatan literasi untuk kesejahteraan melalui kebijakan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk mendorong peran perpustakaan dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.
“Pustakawan sebagai agen perubahan diharapkan dapat menjadi sebagai pencipta, mediator pengetahuan, mengembangkan pengetahuan, penyedia informasi, pengolah pengetahuan, pelestari pengetahuan dan penyebar luasan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya,” ungkapnya. (mel/nis)