Cek Sawah saat Banjir Menerjang, Satu Warga di Kabupaten Wajo Dilaporkan Hilang
·waktu baca 2 menit

WAJO - Banjir yang merendam sebagian wilayah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Jumat (3/5/2024) menyisakan kisah pilu.
Selain merendam ratusan rumah warga di tiga kecamatan yakni Pitumpanua, Keera, dan Tempe, satu orang warga juga dilaporkan hilang diduga terbawa arus saat banjir bandang menerjang.
Hal ini diungkapkan salah seorang warga Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Siti Rahmawaty, saat ditemui Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin yang meninjau posko terpadu di Pasar Siwa pada Sabtu (4/5) sore.
"Om saya pergi melihat sawah, kemungkinan tiba-tiba air datang dan membawanya pergi. Tim SAR masih mencari, dan yang kami temukan hanya topinya," kata Siti dengan mata berkaca-kaca.
Siti menambahkan, hal yang paling dibutuhkan warga yang terdampak banjir saat ini yakni air bersih, beras, serta makanan untuk anak-anak.
"Air bersih sangat kami butuhkan, bahkan air mineral dalam gelas pun sulit didapatkan. Beras juga penting, meskipun kami masih bisa memakan pepaya. Yang terpenting adalah makanan untuk anak-anak," ujar dia.
Menanggapi hal itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin memberikan dukungan kepada Siti Rahmawaty dan berharap keluarganya yang dilaporkan hilang segera ditemukan.
Dia juga menyerahkan bantuan beras dan air minum kepada warga yang terdampak banjir. Melalui koordinasi dengan Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi, tim cepat tanggap bencana memindahkan satu unit water treatment dan dapur umum dari Belopa ke Siwa.
"Memang masyarakat di sini kesulitan air bersih. Saya berterima kasih pada Kapolda karena dalam waktu sesingkat-singkatnya ini, ada alat yang dimiliki Kapolda," kata Bahtiar.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pitumpanua dr. Susanny Said mengatakan, pihaknya memindahkan layanan dasar puskesmas di sekitar Pasar Siwa karena gedung puskesmas turut terendam banjir.
"Hari ini kami telah melayani 35 korban banjir dengan berbagai keluhan seperti nyeri dan gatal-gatal akibat lumpur. Kami telah memindahkan layanan dasar puskesmas ke sini karena puskesmas masih terendam dan siap merujuk pasien ke rumah sakit jika diperlukan," pungkas Susanny. []
