Tanggapi Demo di Wajo, PT GSI Tegaskan Komitmen Terhadap Tenaga Kerja Lokal
·waktu baca 2 menit

WAJO - Pihak PT Gelombang Seismic Indonesia (GSI) angkat bicara terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Tolak Eksploitasi Daerah (Almamater) pada Selasa (17/3).
Perwakilan PT GSI Muhammad Hasbi Latif menuturkan, pihak perusahaan berkomitmen terhadap tenaga kerja lokal. Dia menyebut, GSI telah secara konsisten memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan kegiatan survei seismik 3D Tosora.
"Hingga saat ini, 252 tenaga kerja lokal telah direkrut, baik melalui sistem kontrak maupun tenaga harian (temporer), yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kompetensi masing-masing individu," ungkap Hasbi, Kamis (19/3).
Di samping itu, lanjut dia, GSI turut melibatkan pengusaha atau mitra kerja lokal dalam berbagai aspek kegiatan operasional.
Menurut Hasbi, kehadiran fieldcamp di beberapa lokasi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aktivitas dan pendapatan pelaku UMKM di sekitar wilayah kerja.
Terkait komitmen PT GSI terhadap perlindungan lingkungan, dia menyampaikan pihak perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban terkait perizinan lingkungan, termasuk memperoleh izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup (UKL-UPL).
"Proses pengawasan terhadap kegiatan operasional juga dilakukan oleh instansi berwenang yang memiliki otoritas dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku," jelasnya.
Menyikapi aksi unjuk rasa tersebut, Hasbi menuturkan PT GSI senantiasa terbuka terhadap dialog yang tertib dan konstruktif dengan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
"Kami berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab, transparan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," pungkas dia.
Minta Penjelasan
Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Tolak Eksploitasi Daerah (Almamater) menggelar aksi unjuk rasa di depan Bundaran BNI dan kantor PT GSI, Kabupaten Wajo, Selasa (17/3). Mereka menuntut penghentian sementara aktivitas survei seismik di Blok Sengkang.
Perwakilan Almamater, Supris, mengatakan pihaknya tidak mendapat penjelasan memadai dari perusahaan terkait kegiatan yang dilakukan di wilayah tersebut.
“Ini adalah aspirasi masyarakat. Tidak ada satu pun pihak PT GSI yang menerima pendemo, sehingga kami menyegel kantor dan menghentikan aktivitas sampai ada pertemuan,” kata Supris di lokasi aksi.
