Komitmen Jaga Lingkungan

Kader Hidjo
Pengajar di UM Yogyakarta dan Pegiat Lingkungan hidup dan Pecinta Planet Bumi. Mencari jalan menuju masa depan yang bermanfaat bagi semua orang dan planet kehidupan.
Konten dari Pengguna
21 April 2024 10:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kader Hidjo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokumen pribadi/2024
zoom-in-whitePerbesar
Dokumen pribadi/2024
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Aktivis Agama dan Lingkungan Kukuhkan Komitmen Pelestarian Lingkungan di Indonesia dalam kesempatan sharing idea dan praktik menjalankan kegiatan dan aktifisme lingkungan memberikan komitmen bersama di Surabaya pada tanggal 8 Maret 2024 pekan lalu.
ADVERTISEMENT
Diskusi Kelompok Terarah (FGD) kedua tentang agama dan lingkungan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta di Surabaya pada 6-8 Maret 2024 menghasilkan pernyataan bersama dari para aktivis lintas agama, kepercayaan, dan kearifan lokal untuk bersatu dalam upaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan dan seimbang di Indonesia.
Para aktivis menegaskan komitmen kolektif mereka untuk mencegah dan mengecam segala bentuk kejahatan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan sinergi, para aktivis akan memerangi ancaman yang membahayakan ekosistem, merugikan masyarakat, dan mengancam kesehatan publik.
Sedikitnya ada empat poin pernyataan bersama yang digagas para aktivis. Poin- poin tersebut yakni: Perlindungan Lingkungan; Solidaritas, Kolaborasi dan Jaringan; Pelibatan Lintas Generasi pada Isu Lingkungan; dan Desakan Pemulihan dan Penindakan Kejahatan Lingkungan.
ADVERTISEMENT
Program Manager REACT (Religious Environmentalism Actions) Saiful Umam mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sebagai wadah dialog, pertemuan ini juga menjadi panggung bagi para aktivis untuk menegaskan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan dan seimbang di Indonesia.
"Semoga komunikasi dan koordinasi kita antar komunitas dan lembaga yang konsen dengan isu agama dan lingkungan ini semakin erat dan tercipta kolaborasi yang membawa manfaat dan kemaslahatan bersama," ujar Saiful Umam.
Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta Didin Syafruddin mengapresiasi komitmen aktivis dalam berjejaring dan berkolaborasi. Isu krisis iklim, menurutnya, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, butuh upaya kolektif untuk mengarusutamakan isu ini.
“Terima kasih atas saran, masukan dan kontribusi teman-teman aktivis yang hadir di Surabaya. Kami berharap kolaborasi yang lebih riil ke depan,“ katanya.
ADVERTISEMENT
FGD ini melibatkan lebih dari dua puluh organisasi dan komunitas lingkungan hidup yang berlandaskan pada agama, kepercayaan, dan kearifan lokal. Para aktivis optimis bahwa komitmen yang dihasilkan dari FGD ini akan menjadi landasan dan pendorong kuat untuk mewujudkan kedaulatan lingkungan yang adil dan berkelanjutan di Indonesia.
Dukungan dan partisipasi dari media dan masyarakat luas sangat diharapkan untuk menyebarkan semangat pernyataan bersama ini sebagai tonggak positif dalam perjuangan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.