Aksiologi atau Nilai dari Pendidikan Islam

Dosen Pendidikan Agama Islam di Politeknik Negeri Bandung
Tulisan dari Satria Kharimul Qolbi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu Aksiologi
Menurut KBBI Kata aksiologi berasal dari kata “axios” yang berarti “nilai”. Ketiga kata tersebut ditambah dengan kata “logos” berarti”ilmu. Jadi aksiologi adalah teori tentang nilai. Maka dari itu aksiologi membahas mengenai suatu nilai dalam ilmu pengetahuan dimana ilmu pengetahuan tersebut dapat diketahui kegunaannya. Secara moral dapat kita telaah apakah nilai tersebut dapan meningkatkan kualitas dari manusia. Nilai-nilai bertalian dengan apa yang memuaskan keinginan atau kebutuhan seseorang, kualitas dan harga sesuatu atau tanggapan apresiatif. Dapat kita pahami bahwa suatu nilai berkaitan dengan kepuasan, dimana kepuasan tersebut didasari kualitas yang baik karena suatu nilai mendadakan suatu bentuk yang berharga dan berkualitas
Aksiologi memiliki komponen dasar antara lain pertama, etika yang membahas masalah-masalah moral, perilaku, norma, dan adat istiadat yang berlaku pada komunitas tertentu. Kedua, estetika mengandung makna keindahan dimana suatu nilai harus memiliki nilai keindahan. Keindahan mengandung arti bahwa didalam diri segala sesuatu terdapat unsur-unsur yang tertata secara tertib dan harmonis dalam suatu hubungan yang utuh menyeluruh. Aksiologi dalam ilmu pengetahuan menentukan nilai suatu pengetahuan. baik buruknya suatu tindakan yang didasari ilmu pengetahuan yang berwujud etika. Sehingga terciptanya kehidupan yang baik, masyarakat yang damai dan masyarakat yang mengedepankan norma-norma positif.
Aksiologi berupa nilai antara lain nilai merupakan kualitas empiris yang dapat didefenisikan, dengan demikian nilai tidak semata-mata subyektif namun terdapat tolok ukur yang pasti. Nilai sebagai objek kepentingan yakni objek yang berada dalam kenyataan maupun pikiran dapat memperoleh nilai jika suatu ketika berhubungan dengan subjek-subjek yang memiliki kepentingan. Nilai adalah sebagai hasil dari pemberian nilai, nilai itu diciptakan oleh situasi kehidupan. Nilai sebagai nilai esensi yang merupakan ciptaan sejak dulu dan masih berlaku sampai dengan saat ini.
Aksiologi Pendidikan
Pendidikan sering dipahami sebagai suatu hal yang sifatnya normatif atau berorientasi pada nilai-nilai tertentu. Aksiologi dalam pendidikan dapat dikategorikan dalam penggunaannya menjadi dua antara lain kegunaan teoritis adalah konsep-konsep ilmiah tentang aspek dan dimensi pendidikan sebagai salah satu gejala kehidupan manusia dan kegunaan praktis adalah konsep-konsep ilmiah pendidikan menerangkan prinsip-prinsip bagaimana orang melakukan pendidikan. Aksiologi pendidikan juga dimaknai sebagai refleksi dari nilai pendidikan yang berupa hasil suatu pendidikan dengan wujud tindakan nyata seperti adap perilaku, jujur, toleransi, religious dan perilaku baik lainnya serta meningkatnya suatu pengetahuan potensi manusia.
Aksiologi Pendidikan Islam
Nilai Pendidikan Islam adalah ciri-ciri atau sifat khas Islami yang dimiliki sistem pendidikan Islam. Dalam arti lain nilai pendidikan Islam ada pada determinasi yang terdiri dari cara pandang, aturan dan norma yang ada pada pendidikan Islam yang selalu berkaitan dengan akidah, ibadah syariah, dan akhlak. Produk dari nilai Agama terkait aksiologi pendidikan Islam yaitu Pendidikan Akhlak. Pendidikan akhlah yang diterapkan pada setiap pendidikan merupakan proses suatu nilai yang akan ditanamkan pada setiap siswa sehingga terbentuklah Akhlakul karimah bagi setiap siswa yang kelak menjadi generasi penerus. Dan hal tersebut sangat berkait dengan Aksiologi Pendidikan Islam yang menekankan suatu Akhlakul Karimah. Maka dapat kita maknai bahwa nilai-nilai pendidikan Islam merupakan ciri khas yang melekat pada aturan-aturan dan cara pandang yang dianut Agama Islam.
Aksiologi atau nilai pendidikan Islam memiliki sumber dan system. Sumber dari nilai-nilai pendidikan Islam anatara lain. Pertama Nilai-nilai Ilahiayah yang melekat pada manusia seperti asmaul husna Ar Rahman dan Ar Rahim dimana kasih saying juga terdapat pada jiwa manusia, Al ‘Alim manusia juga dibekali pengetahuan dan memiliki rasa keingin tahuan yang tinggi. Dan masih banyak beberapa nilai asmaul husna yang melekat pada manusia. Kedua nilai insaniyah adalah kesepakatan manusia sehingga terciptalah nilai yang sudah mengakar. Namun, setiap daerah memiliki perbedaan tersendiri sesuai kesepakatan yang sudah ditetapkan bersama dan hal tersebut juga dapat berubah.
Untuk system nilai pendidikan itu sendiri dapat kita telaah antara lain. Pertama Nilai sentral berada pada wilayah titik pusat nilai yang menjadi sumber pengambilan keputusan pendidikan dan lainnya. Kedua Nilai sekuler ialah nilai sebagai penafsiran nilai sentral berupa norma-norma yang berhubungan dengan Tuhan, manusia dan lingkungan alam. Ketiga Nilai operasional ialah nilai yang berwujud dalam lahir dari tindakan sehari-hariyang merupakan penjabaran dari nilai sekuler. Sistem nilai ini merupakan urutan yang tepat sebelum nilai itu ditetapkan dan digunakan menjadi sebuah produk masyarakat.
Aksiologi sebagai cabang filsafat aksiologi pendidikan memberikan kajian terkait nilai-nilai dalam pendidikan atau pendidikan nilai yang didasari perbedaan nilai atau moral di berbagai kalangan masyarakat sehingga Aksiologi sebagai filsafat menjadi tolok ukur dalam memberikan kontribusi terkait perbedaan tersebut. Nilai-nilai ini yang dapat berupa etika dan estetika dalam ilmu pengetahuan. melalui proses-proses tertentu sehingga dihasilkan suatu ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan maka itulah ilmu pengetahuan yang berniali. Membahas aksiologi menghasilkan bahwa pentingnya menilai benar salahnya pengetahuan.
