Dari Sampah Jadi Manfaat: KKM UNTIRTA Olah Plastik Jadi Paving Block Desa Lontar

Mahasiswa Ilmu Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kairul Tanjung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Lontar, Serang Banten-Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Desa Lontar menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan, khususnya dalam tata kelola limbah plastik di wilayah Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten.
Kegiatan pelatihan pembuatan paving block dari sampah plastik ini digelar pada Senin, 22 Juli 2025, pukul 09.00–13.00 WIB, berlokasi di Lapangan Desa Lontar. Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, aparatur pemerintah desa, serta kehadiran dosen Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA. Mahasiswa KKM turut aktif mendampingi peserta mulai dari persiapan tempat hingga proses pembuatan paving block.
Koordinator KKM menjelaskan, kehadiran mereka di Desa Lontar dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi lingkungan, terutama pengelolaan sampah plastik yang belum optimal. “Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan penyakit berbahaya bagi masyarakat. Karena itu, kami menawarkan solusi inovatif yang mudah diterapkan, yaitu mengolah sampah plastik menjadi paving block,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Pengelolaan limbah plastik secara efektif dapat mengurangi polusi, melestarikan sumber daya, dan mencegah dampak negatif terhadap kesehatan manusia serta lingkungan.
Kepala Desa Lontar menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi semangat kolaboratif mahasiswa. Ia berharap program ini dapat berlanjut dan menjadi langkah awal mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan bebas sampah plastik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin peduli dan terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama demi menciptakan Desa Lontar yang lestari dan mandiri.
