Konten dari Pengguna

Tujuan Diciptakannya "Manusia" Dalam Islam

Kaisha Aidilah

Kaisha Aidilah

Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kaisha Aidilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : pexels
zoom-in-whitePerbesar
sumber : pexels

Segala sesuatu yang ada di dunia ini merupakan penciptaan dari Allah yang Maha Kuasa. Termasuk dari segala apa yang diciptakannya tidak satu pun tidak memiliki tujuan dan manfaat. Termasuk terhadap proses penciptaan manusia yang ada di muka bumi ini beserta segala isi alam semesta.

"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka." (Q.S Ali-Imran-19)

Untuk bisa bersyukur dan menghayati betapa besarnya karunia Allah pada manusia, maka itu perlu kiranya manusia mengetahui apa tujuan penciptaan dirinya atau tujuan hidup menurut islam sesuai apa yang dikatakan oleh Allah.Berikut adalah penjelasan mengenai tujuan penciptaan manusia :

1.Mengabdi Kepada Allah SWT

”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adzariyat : 54)

Allah adalah Zat Yang Maha Agung yang menciptakan manusia. Allah menciptakan manusia dengan kekuasaanya dan kemaha dahsyatannya membuat manusia tidak ada pilihan selain dari mengabdi dan melakukan apa yang Allah inginkan.

Konsep manusia menurut islam semata-mata untuk mengabdi atau melaksanakan ibadah kepada Allah. Ibadah sendiri berasal dari kata "Abada" yang artinya adalah sebagai budak. Untuk itu manusia hakikatnya adalah sebagai budak atau hamba dari Allah. Seorang budak atau hamba tidak lain pekerjaannya adalah mengikuti apa kata majikannya, menggantungkan hidup pada majikannya, dan senantiasa menjadikan perkataan majikannya sebagai tuntunan hidupnya.

2.Menjadi Khalifah fil Ard dan Tidak Berbuat Kerusakan di Muka Bumi

Tugas manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah sendiri bisa bermakna pemimpin atau penggganti. Misi ini adalah hakikat manusia menurut islam yang harus dilakukan. Untuk mengetahui apa sebetulnya makna khalifah maka perlu memahaminya lebih dalam lagi dengan pendekatan ayat Al-Quran.

a. Manusia Menjadi Pemimpin-Pengelola di Muka Bumi

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌۭ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةًۭ ۖ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”(Q.S Al-baqarah:30)

Bentuk pengabdian manusia kepada Allah salah satunya adalah menjalankan misi hidupnya sebagaimana yang telah Allah berikan untuk menjadi Khalifah fil Ard. Khalifah artinya adalah pemimpin. Tugas pemimpin adalah mengelola dan memperbaiki agar hal yang diatur dan dipimpinnya menjadi baik.Khalifah di muka bumi dilakukan oleh semua orang dan di semua lingkup. Keluarga, pekerjaan, lingkungan sekitar, masyarakat, dan negara adalah lingkup dari khalifah fil ard. Untuk menjalankannya maka kita membutuhkan ilmu pengetahuan dan skill untuk bisa berkarya bagi kelangsungan dan kelancaran kehidupan manusia di bumi menjadi seimbang dan tidak mengalami kerusakan.

b. Manusia Tidak Berbuat Kerusakan dan Melakukan Keadilan

"Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”(Q.S Al-Qasas : 77)

Sebagaimana ayat diatas maka manusia sebagai khalifah dilarang untuk berbuat kerusakan, kejahatan yang mampu merusak keadilan dan kemakmuran di muka bumi, termasuk menjaga pergaulan dalam islam yang sudah diatur untuk umat islam. Jika kerusakan tetap dilakukan oleh manusia maka yang merugi adalah manusia itu sendiri.Apa yang Allah berikan sudah banyak dan tidak ada kurang satu apapun.

c. Menegakkan Keadilan Antar Sesama Manusia

Menjadi khalifah fil ard bukan hanya mengurus alam dan kondisi sendiri, melainkan juga memperhatikan hak-hak hidup orang lain dan berlaku adil. Hal ini menjaga kedamaian di muka bumi serta melangsungkan keadilan adalah nilai-nilai dasar dari ajaran islam yang Rasulullah SAW ajarkan kepada umat islam.

Manusia yang tidak tahu tujuan diciptakannya maka hidupnya akan terombang ambing,tidak jelas arahnya kemana.Untuk itu, bersyukur bagi manusia yang menyadari dan mampu menghayati tujuan hidupnya. Ia akan mengarahkan jalannya pada jalan keselamatan bukan yang menyesatkan. Selain itu jika manusia tidak mengetahui tujuan hidupnya, ia akan berlaku sombong dan angkuh,sifat ini dalam islam adalah sifat yang buruk dan akan menjerumuskan manusia,karena orang sombong tidak pernah mengevaluasi dan bertafakur.

Kaisha Aidilah,Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung