Tergesernya Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di kalangan Milenial

Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KaisyaNabila Saomy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemajuan teknologi memudahkan orang untuk berbagi dan mencari informasi melalui internet maupun sosial media. Kemajuan teknologi juga berpengaruh terhadap perubahan kehidupan manusia dalam segi kehidupan sosial budaya, transportasi, komunikasi, dan bahasa. Bahasa merupakan salah satu jati diri bangsa yang menjadi identitas atau pembeda antar bangsa satu dengan bangsa lainnya.
Bahasa Indonesia merupakan identitas negara Indonesia. Dalam UU No. 24 Tahun 2009 disebutkan bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku, serta sarana komunikasi antar daerah dan antar budaya daerah. Lalu bagaimana jika masyarakat Indonesia sendiri tidak tahu penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar?
Pada tanggal 30 September 2019 Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden RI No. 63 Tahun 2019 tentang penggunaan bahasa Indonesia. Apa sih yang dimaksud dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar? Berikut saya akan menjelaskannya.
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik artinya menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan situasi dan keadaan pada saat menggunakan bahasa tersebut. Sedangkan penggunaan bahasa Indonesia yang benar artinya menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah dan tata bahasa dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
Penggunaan bahasa yang baik belum tentu benar dan bahasa yang benar belum tentu baik maksudnya, bahasa yang menurut kita baik ketika berkomunikasi belum tentu benar tata bahasanya.
Di era milenial seperti saat ini penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai tergeserkan dengan munculnya bahasa asing dan pengaruh bahasa gaul. Dewasa ini penggunaan bahasa gaul sedang naik daun di kalangan milenial, karena bahasanya yang simpel, mudah diucapkan, dan terkesan ’zaman now’. Sebenarnya tidak masalah dengan penggunaan bahasa gaul di kalangan milenial namun, jika hal tersebut dibiarkan tanpa ada edukasi mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar maka akan menyebabkan hilangnya bahasa Indonesia dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Penyebaran bahasa gaul pun tidak luput dari kemajuan teknologi, terutama media sosial yang menjadi penyebab tersebarnya bahasa tersebut secara cepat karena semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa menggunakan media sosial.
Sebagai orang dewasa perlu mengawasi apa yang dimainkan oleh anak-anak di media sosial, karena karakter mereka yang mudah menangkap informasi tanpa tahu hal tersebut benar atau salah. Misalkan anak-anak mendapatkan kata baru di media sosial, karena kata tersebut mudah untuk diucapkan dan terdengar gaul, akhirnya mereka gunakan kata tersebut dalam komunikasi sehari-hari. Namun, ketika ditanya maksud dari kata tersebut mereka tidak tahu. Maka dari itu sebagai orang tua perlu mengawasi apa yang diucapkan oleh anak.
Sebagai kaum milenial pun haruslah menjadi kaum milenial yang bijak dengan memilah mana bahasa yang pantas ketika diucapkan kepada sesama teman dan mana bahasa yang pantas ketika diucapkan kepada orang dewasa.
