Konten dari Pengguna

Pelajaran dan Pengalaman dari Pertukaran Pelajar di USIM, Malaysia

Kaka Arya

Kaka Arya

Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis UMY dan sedang menempuh gelar S1

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kaka Arya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengikuti program pertukaran pelajar adalah salah satu keputusan terbaik yang saya buat untuk kemajuan pribadi dan akademik. Saya tidak ragu untuk memilih Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) sebagai tujuan. Malaysia adalah tempat yang luar biasa untuk belajar dan berkembang karena kedekatannya dan budaya yang sangat berbeda dari tempat lain. Artikel ini membahas apa yang saya pelajari dan bagaimana perasaan saya selama satu semester menjadi mahasiswa di USIM. Pengalaman ini mengajarkan saya banyak hal baru dan mengubah cara saya berinteraksi dengan orang lain.

Tidak semua orang mengetahui apa itu pertukaran pelajar, jadi saya akan menjelaskannya. Program pertukaran pelajar memungkinkan siswa dari satu sekolah untuk belajar di sekolah lain, biasanya di negara lain, selama waktu tertentu. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu siswa memahami budaya, sistem pendidikan, dan cara hidup yang berbeda. Dengan mengikuti program ini, siswa dapat meningkatkan kemampuan akademis dan keterampilan sosial mereka. Biasanya, program ini melibatkan pertukaran siswa antara dua sekolah, sehingga mereka dapat belajar di tempat yang baru tanpa harus membayar biaya kuliah tambahan.

            Gambar yang menunjukkan foto bersama dengan mahasiswa internasional
zoom-in-whitePerbesar
Gambar yang menunjukkan foto bersama dengan mahasiswa internasional

Saat pertama kali mengikuti program pertukaran di USIM, saya langsung merasakan perbedaan dalam cara belajar. Mahasiswa di sana tidak hanya duduk mendengarkan kuliah, tetapi juga aktif berdiskusi dalam kelompok kecil dan mengajukan pertanyaan. Saya mengambil lima mata kuliah di USIM, salah satunya adalah kelas kredit manajemen yang tidak tersedia di universitas saya. Dalam mata kuliah ini, saya mempelajari konsep, strategi, dan alat yang digunakan dalam mengelola kredit dan piutang di dunia bisnis dan keuangan. Tujuan utama dari pelajaran ini adalah untuk memahami bagaimana bank dan perusahaan mengelola risiko kredit agar tidak mengalami kerugian besar akibat pinjaman macet dan arus kas yang tidak stabil.

USIM juga memiliki metode penilaian yang berbeda. Selain ujian tengah semester dan ujian akhir, ada proyek kelompok dan presentasi yang mengharuskan kerja sama tim serta pemahaman yang mendalam terhadap materi. Hal ini membantu saya belajar untuk berbicara di depan umum dan mengelola waktu saya dengan lebih baik. Kelas yang multikultural memberikan perspektif baru dalam melihat berbagai masalah. Saya belajar bersama mahasiswa dari Arab Saudi, Indonesia, dan Brunei, yang membuat diskusi menjadi lebih menarik dan membuka wawasan saya terhadap berbagai pandangan.

Foto bersama sedang melakukan kegiatan di USIM

Saat tinggal di negara baru, penting untuk beradaptasi, terutama dengan budaya dan kehidupan sosial. Malaysia adalah tempat yang sempurna untuk bertemu orang dari berbagai latar belakang budaya, karena memiliki beragam kelompok etnis dan agama. Saya belajar menikmati kebiasaan makan dan cara berinteraksi orang Malaysia. Berbicara dengan mahasiswa USIM memberi saya banyak pemahaman baru tentang budaya mereka. Mereka sangat ramah dan sering mengundang saya untuk mengikuti berbagai acara sekolah seperti bazar makanan, festival budaya, dan kegiatan keagamaan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya membantu saya bertemu orang baru, tetapi juga mengajarkan saya untuk menghargai perbedaan dan berpikiran terbuka.

Saya juga sempat mengunjungi banyak tempat bersejarah dan wisata di Malaysia, yang semakin memperkaya pengalaman budaya saya. Pulau Genting, misalnya, adalah salah satu tempat yang sangat berkesan. Di sana, saya menikmati taman hiburan dan pemandangan pegunungan yang indah. Udara sejuk di pegunungan dan cahaya lampu yang berkelap-kelip di malam hari membuat tempat ini terasa luar biasa. Saya melakukan banyak wahana dan menikmati penampilan yang mereka tampilkan. Kunjungan ke Genting menjadi penyegar setelah semua tugas kuliah yang harus saya selesaikan. Ini juga mengajarkan saya pentingnya menemukan keseimbangan antara belajar dan bersenang-senang untuk menjaga kebahagiaan dan kesehatan.

Perjalanan saya ke Penang memberikan pengalaman budaya dan spiritual yang mendalam. Saya ikut serta dalam parade di mana hewan dikorbankan sebagai bagian dari tradisi penting bagi masyarakat Muslim di sana. Melalui pengalaman ini, saya belajar tentang makna pengorbanan, persatuan, dan rasa syukur dalam budaya tersebut. Saya mengamati bagaimana masyarakat di Pulau Pinang bekerja sama dengan penuh rasa hormat dan solidaritas, dari persiapan daging untuk pengorbanan hingga membagikannya kepada yang membutuhkan. Pengalaman ini mengajarkan saya lebih dalam tentang prinsip-prinsip kemanusiaan dan agama yang universal.

Foto menunjukkan keseruan saaat Idul Adha

Selama program pertukaran, saya juga menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang akademik maupun kehidupan pribadi. Salah satu kesulitan yang saya alami adalah perbedaan sistem pendidikan yang mempersulit saya mengikuti pelajaran dan memahami materi pada awalnya. Selain itu, saya harus mengatur waktu dengan cermat karena saya juga mengikuti tiga mata kuliah di universitas asal saya. Ada beberapa situasi di mana jadwal kuliah saya bertabrakan, dan saya harus memilih mana yang lebih prioritas. Hal ini membuat proses belajar tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Saya juga menghadapi tantangan sosial, terutama dalam menyesuaikan diri dengan aturan dan kebiasaan yang baru. Saya belajar untuk lebih menerima perbedaan dan mencoba memahami perasaan orang lain tanpa menghakimi mereka. Banyak teman yang tinggal di sekitar saya dan di kampus sangat religius. Mereka selalu mengenakan pakaian yang menutupi aurat, bahkan untuk kegiatan sehari-hari seperti membeli makanan. Setiap hari, saya melihat banyak orang beribadah di masjid atau mushola. Malaysia adalah tempat yang menyenangkan bagi umat Islam, dengan Islam sebagai agama resmi dan hukum syariah diterapkan dalam dunia bisnis. Program pertukaran di USIM memberi saya banyak pelajaran berharga.

Saya belajar banyak hal di USIM yang tidak saya pelajari di universitas asal saya, seperti cara berpikir dan belajar secara lebih aktif. Saya juga belajar bagaimana bekerja sama dengan orang lain, melakukan presentasi, dan berkomunikasi dengan lebih efektif, yang sangat berguna untuk karier saya di masa depan. Bahkan, saya berhasil meraih juara pertama dalam lomba ide bisnis di USIM bersama seorang teman. Pengalaman ini juga mengajarkan saya pentingnya terbuka terhadap ide baru, fleksibel, dan ramah. Saya menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan lebih tenang dalam menghadapi kesalahan. Program pertukaran ini telah menjadikan saya pribadi yang lebih baik.

Program pertukaran pelajar di USIM, Malaysia, adalah kesempatan luar biasa untuk bertemu orang baru dan mempelajari banyak hal. Saya yakin pengalaman ini akan mendorong lebih banyak orang untuk menjelajahi dunia melalui program pertukaran pelajar. Program ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membantu kita tumbuh sebagai individu dan membangun hubungan dengan orang-orang dari berbagai negara. Malaysia bukan satu-satunya negara yang menawarkan program pertukaran. Ada banyak negara lain dengan kelebihan dan tantangan masing-masing. Thailand, misalnya, menawarkan budaya yang kaya dan masakan yang lezat. Filipina dikenal dengan keramahan warganya dan penggunaan bahasa Inggris. China menawarkan kesempatan untuk mempelajari ekonomi terbesar kedua di dunia dan sejarah yang panjang. Negara seperti Uzbekistan dan Jepang juga bisa menjadi pilihan menarik untuk pengalaman pertukaran.

Gambar yang menunjukkan mengikuti pengajian bersama mahasiswa USIM

Setiap negara memiliki tantangannya sendiri, tetapi hal ini memberikan kesempatan besar untuk belajar lebih banyak tentang dunia, bertemu orang dari berbagai budaya, dan mengasah keterampilan komunikasi serta sosial kita. Jika Anda tertarik mengikuti jejak saya, bersiaplah untuk terbuka terhadap ide baru dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang. Jangan takut menghadapi tantangan, karena dari setiap pengalaman kita dapat belajar sesuatu yang berharga. Program pertukaran pelajar bukan hanya tempat untuk belajar, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh sebagai pribadi yang lebih baik. Jadi, manfaatkan kesempatan ini dan nikmati setiap momennya.

#Student pertukaran

#Malaysia

#UMY

#IMaBs UMY

#USIM Malaysia

#Exchange Program

#Management UMY

#FEB UMY