Pertempuran Leuwiliang di Jembatan Tjianten

MAHASISWA UNIVERSITAS PAMULANG
Tulisan dari WILDAN HAKIKI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pertempuran Leuwiliang, pada tanggal 3-5 Maret 1942, telah ter ja di perang antara Jepang dan Sekutu (Australia, Inggris, dan Amerika Serikat) di Jembatan Ci an ten, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pertempuran berdarah ini terkenal dengan nama "Pertempuran Leuwiliang".
Belasan orang dari Kedutaan Besar Jepang dan dari berbagai perusahaan swasta Jepang di Indonesia berkumpul di tepi Sungai Ci an ten di Kecamatan Leuwiliang, Jawa Barat, Selasa (26/10/2021) pagi. Mereka berdoa di depan sebuah monumen beraksara Kanji. Lalu meletakkan bunga, memasang dupa, dan menyiramkan sake ke atas monumen yang berterakan deretan tulisan kanji.
Saya pernah melewati daerah ini beberapa kali dan sudah sangat berbeda dengan jaman dulu karena perawatan daerah tersebut meski di daerah perbukitan sangat di jaga sekali, apalagi dengan tanaman kebun teh yang menghiasi daerah tersebut.
Perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua atau lebih kelompok manusia untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Perang secara purba di maknai sebagai pertikaian bersenjata. Di era modern, perang lebih mengarah pada superioritas teknologi dan industri.
Monumen yang bertuliskan tulisan kanji Jepang ini didirikan untuk menganang pasukan Jepang yang gugur saat tempur. Perang Besar Bisa Ter ja dikarena Miss kal ku lasi, Pemimpin Era tik dan Nasionalisme yang Ekstrem. Perang dapat merugikan sebuah negara atau bisa ja di dunia.
Peperangan ini pecah karena usaha pasukan Australia untuk menahan pasukan Jepang dalam rangka melindungi penarikan pasukan Belanda saat invasi daerah Jawa oleh Jepang.
Berbagai pertempuran ter ja di antara tentara Kekaisaran Jepang dan pasukan Sekutu di kawasan Pasifik pada Perang Dunia II, menyusul serangan Jepang ke Pearl Harbor, Hawaii, 7 Desember 1941. Salah satu pertempuran berdarah antara Jepang dan Sekutu, yang jarang diketahui orang, terutama warga Indonesia, pecah di Jembatan Ci an ten, sebelah timur Kota Kecamatan Leuwiliang, sekitar 25 kilometer arah barat Kota Bogor, 2-4 Maret 1942, tepat 76 tahun silam.
Lokasi pertempuran tersebut berada di sekitar Jembatan Ci an ten dan sebelah selatan jembatan yang digunakan pasukan Jepang untuk menerobos ke arah Bogor setelah mereka mendarat di Merak pada 1 Maret 1942.
Bagaimana, menarik bukan untuk menambah wawasan kita, sejarah yang harus selalu kita kenang, untuk mengetahui kejadian masa lampau yang terjadi, dengan begitu kita mengetahui betapa sulitnya perjuangan sebuah negara untuk mendapatkan kemerdekaan.
