Konten dari Pengguna

Tobololo, Alternatif Wisata Pantai di Utara Kota Ternate

Kamaruddin Azis

Kamaruddin Azis

Penulis tema kelautan dan perikanan, bekerja untuk organisasi masyarakat sipil

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kamaruddin Azis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tobololo, Alternatif Wisata Pantai di Utara Kota Ternate
zoom-in-whitePerbesar

Pantai Tobololo berlatar Pulau Hiri (foto: Kamaruddin Azis)

Maluku Utara adalah satu dari tiga provinsi di Indonesia dengan jumlah pulau terbanyak. Tidak kurang 1.450an pulau sebagai asetnya di bawah posisi Papua Barat dan Kepulauan Riau. Sebagai perbandingan, Kepulauan Riau mempunyai 2.500an pulau.

Nah, dengan jumlah pulau sebanyak itu maka wajar jika provinsi yang beribukota Ternate itu menyimpan potensi dan pesona keindahan berlatar pulau.

Gunung adalah salah satu keindahan Maluku. Yang lainnya adalah tradisi kebudayaan, kesenian, kuliner hingga pesona hamparan pasir pantai, dari yang hitam karena merupakan butiran lava hingga pasir putih seperti di Gebe atau Morotai.

Ternate menyimpan nama-nama beken sebagai destinasi seperti kawasan bekas aliran lava di Batu Angus di utara Ternate, atau air jernih di tepian Pantai Sulamadaha, keindahan Danau Tolire, Benteng Kastela hingga magis Pulau Maitara dan Tidore.

Semakin banyaknya pengunjung ke Kota Ternate dalam 5 tahun terakhir, memotivasi warga di kelurahan pesisir utara kako Gunung Gamalama itu tak mau kehilangan momentum untuk ikut menggeliat sebagai destinasi wisata. Salah satunya warga di di Kelurahan Tobololo.

Di kelurahan tersebut, kita bisa melihat keindahan Pulau Hiri dari timur. Demikian pula lekuk Halmahera dari jauh. Warga juga menyadari bahwa jarak dari Kota Ternate ke Tobololo sungguhlah tak jauh sehingga terbuka harapan untuk mereka bisa mengembangkan lokasi wisata juga, kawasan Pantai Tobololo.

Tobololo, Alternatif Wisata Pantai di Utara Kota Ternate (1)
zoom-in-whitePerbesar

Penulis di Pantai Tobololo (foto: istimewa)

Salah satu dari warga yang menyadari peluang itu adalah Umran. Dia lahir dan besar di Tobololo dan mempunyai gagasan cemerlang untuk memanfaatkan potensi pesisir tersebut sebagai lokasi wisata pantai.

Tobololo dapat dijangkau dari Kota Ternate selama 20 menit dengan roda empat. Di sana terdapat hamparan pantai berpasir gelap namun bersih sepanjang 1 kilometer serta deburan ombak utara dan rerimbun pohon di sekitar pantai.

Di sekitar pantai terdapat sumber air panas dari batang gunung Gamalama. Tobololo juga mempunya terumbu karang yang dapat menjadi destinasi snorkeling atau diving. Di pantai, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan antara Pulau Hiri dan Halmahera. Bagi yang suka berselancar, bisa juga memanfaatkan alun gelombang untuk berselancar mesti tak terlalu tinggi.

Bagi yang suka selfie atau wefie, latar belakang Gunung Hiri adalah ruang yang baik untuk berfoto.

Tobololo, Alternatif Wisata Pantai di Utara Kota Ternate (2)
zoom-in-whitePerbesar

Umran dan pajeko-nya. Siap menanti anda. (foto: istimewa)

Ada apa di Tobololo?

Pagi itu, sepasang muda sedang mandi di pantai saat saya bersama Adi Priana Pasaribu dari kantor PMO-CCDP IFAD di Jakarta berkunjung ke Tobololo. Ikut mendampingi Sufyani Hamani dan Muhammad Yatim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate, juga Syahnul Titaheluw. Konsultan CCDP dan kepala Kelurahan Tobololo, Bakar Kasim.

Adalah Umran (47), ketua kelompok Pengelola Sumber Daya Alam Tobololo yang memberikan penjelasan tentang bentuk fasilitasi CCDP untuk pengembangan pariwisata Tobololo.

Umran bercerita bahwa yang menjadi alasan mengapa warga mengusulkan pembuatan jalan rabat beton sepanjang 180 meter dengan lebar 1 meter adalah untuk memudahkan akses pariwisata ke pantai Tobololo.

“Terkait bantuan CCDP-IFAD, yang kita telah lakukan adalah pembangunan jalan setapak yang didahului pembebasan lahan. Tidak ada ganti rugi, hanya bicara baik-baik dengan masyarakat untuk menyetujui jalan setapak,” kata Umran.

“Setelah itu dilanjutkan dengan pembangunan gazebo, penyiapan pajeko dan shelter atau rumah payung,” lanjutnya. Dia melanjutkan bahwa ide tersebut murni datang dari warga yang disampaikan ke Dinas (PIU) untuk dievaluasi.

Terkait dukungan para pihak seperti Pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata, Umran menambahkan.

“Begini, pengelolaan pariwisata ini tidak semudah membalik telapak tangan. Kalau tidak kerjasama dengan pemerintah maka tidak akan jalan,” lanjut sembari menyilakan kami menikmati sajian kelapa muda.

Tobololo, Alternatif Wisata Pantai di Utara Kota Ternate (3)
zoom-in-whitePerbesar

Menikmati kelapa muda di gazebo bantuan CCDP (foto: Kamaruddin Azis)

Menyadari situasi tersebut, Umran mengajak warga yang lain yaitu Ibu Seha, Busran, Ismail dan Affan untuk bersama mendirikan kelompok pengelola sumber daya alam dan meyakinkan CCDP bahwa mereka bisa menjadi pengelola sumber daya yang akan disiapkan oleh proyek melalui dana.

“Setelah itu kami membangun sarana prasarana, sekarang sudah mulai ada manfaatnya. Gazebo yang didirikan mulai digunakan pengunjung dan mereka tidak sungkan memberikan 50 ribu sebagai biaya penggunaannya. Kelola PSDA yang mengelolanya,” papar Umran yang mengaku lahir dan besar di Tobololo dan pernah berkunjung ke Bali atas fasilitasi PIU dan CCDP IFAD.

Umran ke Bali untuk tujuan studi banding pengelolaan wisata. Salah satu keterampilan yang diperolehnya adalah teknik membuka dan menyajikan kelapa muda ke pengunjung dengan gaya unik.

Saat berada di lokasi itu, yang terbaca adalah setelah pembangunan gazebo ini, warga juga satu persatu mulai berjualan di lokasi wisata. Bukan hanya dari CCDP-IFAD Pemerintah Kota Ternate juga menambah jumlah gazebo untuk meramaikan Tobololo.

“Ada manfaat ke masyarakat, mereka berjualan melalui kios pribadi. Pada hari Sabtu atau Minggu suasana menjadi sangat ramai pengunjung,” tambah Umran.

Kepada Lurah Tobololo Bakar Kasim dan Adi Priana Pasaribu dari PMO-CCDP, Umran mengharapkan bahwa untuk pengembangan ke depan diperlukan jalan yang lebih lebar.

“Jalan untuk turun ke pantai perlu diperluas dan diperbaiki. Termasuk lahan parkir. Setiap hari atau kalau lagi ramai, warga bebas parkir di jalan raya dan bisa mengganggu kenyamanan,” kata Lurah Tobololo.

Tobololo, Alternatif Wisata Pantai di Utara Kota Ternate (4)
zoom-in-whitePerbesar

Rekreasi ke Tobololo, bagus untuk menyesap pesan alam (foto: Kamaruddin Azis)

Adi Pasaribu menyampaikan bahwa ada baiknya kelompok PSDA Tobololo mencontoh apa yang dilakukan oleh Kelompok PSDA di Kota Kupang atau Lembar Selatan di Lombok Barat.

“Di Kupang itu, banyak pengunjung datang karena memperoleh informasi dari internet, dari facebook. Ada yang dari Aceh malahan. Jadi kelompok PSDA Tobololo bisa bikin promosi lewat internet,” kata Adi.

Hal lain yang diingatkan Adi adalah perlunya pengelolaan sampah di sekitar lokasi wisata.

“Ketersediaan tempat sampah, terjaganya kebersihan adalah alasan mengapa orang mau datang ke lokasi wisata. Lagian ini tidak terlalu jauh dari kota. Jadi tetap ada harapan,” katanya seraya melihat ke Lurah Tobololo.

***

Begitulah suasana dan ikhtiar yang ditunjukkan oleh para pihak di Kelurahan Tobololo, waktu dan warga jua yang akan menjawabnya, akankah menjadi destinasi wisata unggulan setelah difasilitasi CCDP-IFAD atau akan kembali seperti semula.

Kalau melihat antusiasme Umran sebagai pengurus kelopok PSDA masih terbuka kesempatan untuk menjadikan Tobololo sebagai salah satu destinasi alternatif di Kota Ternate.

Semoga!