Apa Itu Depresiasi Mata Uang di Dunia Ekonomi?

Menyajikan informasi seputar dunia bisnis, investasi dan finansial.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kamus Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Definisi Depresiasi Mata Uang
Depresiasi mata uang adalah penurunan daya beli mata uang domestik relatif terhadap mata uang lainnya. Depresiasi mata uang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian, khususnya perdagangan internasional dan transaksi keuangan internasional.
Apa itu Depresiasi Mata Uang?
Depresiasi mata uang adalah suatu kondisi di mana mata uang kehilangan nilai terhadap mata uang asing. Depresiasi dan apresiasi mata uang selalu terjadi secara harmonis ketika membandingkan dua mata uang, misalnya jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terapresiasi, nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah terdepresiasi.
Sebuah mata uang terdepresiasi akan mengakibatkan pembelian mata uang asing pada tingkat yang lebih tinggi.
Faktor Depresiasi Mata Uang
Nilai tukar selalu berfluktuasi karena beberapa faktor, antara lain:
Neraca Perdagangan Salah satu penyebab depresiasi adalah situasi defisiensi dimana nilai impor melebihi nilai ekspor. Perdagangan luar negeri dilakukan dengan membayar mata uang domestik pihak penjual, sehingga jika kita mengekspor lebih banyak daripada mengimpor, mata uang kita akan terapresiasi.
Tingkat Inflasi Nilai produk domestik di pasar internasional dipengaruhi oleh inflasi domestik yang tinggi, sehingga nilai ekspor menurun dan menyebabkan depresiasi mata uang domestik. Ketika inflasi domestik rendah, terjadi sebaliknya.
Suku Bunga Penurunan suku bunga dapat membuat mata uang domestik terdepresiasi. Hal ini dikarenakan investor akan selalu menginginkan return yang lebih tinggi dari modal, sehingga akan meninggalkan pasar domestik dan menyebabkan depresiasi. Di sisi lain, kenaikan suku bunga domestik akan mendorong arus masuk modal dan meningkatkan nilai atau apresiasi mata uang domestik.
Dampak Depresiasi Mata Uang
Depresiasi akan mengakibatkan kenaikan harga impor, sehingga akan mengurangi jumlah produk asing yang diimpor ke pasar domestik. Di sisi lain, situasi ini dapat mendorong ekspor karena biaya pembelian produk dalam negeri akan lebih murah untuk pasar internasional. Menurut ini, neraca perdagangan harus surplus dan mendorong pertumbuhan PDB riil negara itu.
