Arti Break Even Point (BEP) dalam Dunia Bisnis

Menyajikan informasi seputar dunia bisnis, investasi dan finansial.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kamus Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu Break Even Point?
Break Even Point dalam istilah akuntansi disebut dengan analisis titik impas. Dalam situasi di mana jumlah uang yang diinvestasikan untuk biaya produksi sama dengan jumlah pendapatan yang diterima dari penjualan. Total laba rugi perusahaan berada pada titik 0, menyiratkan bahwa tidak ada yang namanya rugi atau untung saat ini.
Perhitungan BEP merupakan faktor kunci dalam menentukan jumlah unit yang harus diproduksi dan biaya yang harus dikeluarkan, serta harga jual yang harus diperoleh untuk mencapai titik impas, walaupun perusahaan tidak menderita kerugian. Apa manfaat dari Break Even Point?
Dengan adanya perhitungan Break Even Point (BEP), perusahaan bisa menghitung target minimal penjualan agar bisa mendapatkan keuntungan yang diinginkan, terlepas dari untuk menutupi modal awal biaya produksi yang dikeluarkan. Pemain saham juga menggunakan Break-even Points.
Kapan waktu yang tepat untuk membeli (call) dan kapan harus menjual (put), perhitungan saham yang dilakukan dengan menggunakan metode BEP saat melakukan jual beli saham akan membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli (call) dan kapan harus menjual (put).
Tujuan BEP
Setelah mencapai BEP dan mengetahui perkiraan keuntungan atau kerugian yang dapat dicapai secara optimal, dapat membantu perusahaan dalam menentukan kapasitas produksi.
Kemudahan dalam menentukan langkah bisnis selanjutnya yang lebih efisien, misalnya menggantikan SDM dengan otomotif.
Ketika harga produk berubah, perusahaan dapat melihat pergeseran nilai produk mereka.
Menunjukkan kerugian sehingga perusahaan mampu merencanakannya walaupun terjadi penurunan penjualan.
Manfaat Perhitungan BEP
Untuk menjadi pedoman bagi perusahaan atau pelaku bisnis, penting untuk memiliki nilai investasi yang tepat dan mampu membiayai biaya produksi.
Prakiraan keuangan dan perencanaan anggaran perusahaan, serta menjadi titik acuan penyelidikan perusahaan untuk mengetahui nilai transaksi atau penjualan dan pembelian sahamnya.
Menjadi model untuk menentukan margin.
Membuat insan perusahaan lebih sadar akan industrinya dan berinovasi sehingga dapat terus berkembang.
Cara serta Contoh Perhitungan BEP
BEP dihitung menggunakan empat komponen utama, yaitu:
Biaya Tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan walaupun angka produksi berubah, seperti gaji pegawai tetap, tarif sewa, biaya penyusutan, bunga bank, dan sebagainya.
Biaya Variabel adalah biaya proporsional yang disesuaikan dengan volume produksi, seperti gaji lembur, biaya bahan baku, bahan bakar, dan sebagainya.
Pendapatan (Revenue) adalah jumlah dana yang diperoleh dari penjualan.
Laba (Profit) adalah selisih antara total pendapatan dikurangi biaya tetap dan biaya variabel.
BEP Unit
Rumus BEP dihitung dari biaya tetap unit dibagi dengan margin kontribusi. Nilai margin ditentukan oleh selisih antara harga jual dan biaya variabel per unit. Nilai margin juga dapat ditentukan dari hasil bagi antara jumlah total penjualan dan biaya variabel.
BEP Unit = (Fixed Cost)/(harga unit – variable cost unit)
BEP Nilai Penjualan
Formula BEP lainnya diestimasi berdasarkan hasil nilai penjualan.
BEP = biaya tetap/(1-(variable cost/harga))
BEP Mata Uang
Ketika sebuah perusahaan perlu mengetahui nilai BEP berdasarkan mata uang yang digunakan, rumus ini digunakan. Hal ini dicapai dengan membagi biaya tetap dengan pembagian kontribusi margin unit dengan harga unit.
BEP Mata Uang = (Fixed cost) / (Kontribusi margin unit/harga unit)
Contohnya,
Perusahaan X bergerak dalam bidang penjualan kue. Perusahaan X telah menetapkan biaya tetap berupa pajak properti, biaya sewa, dan gaji eksekutif sebesar 37,5 juta. Sebagai perbandingan, biaya variabel perusahaan untuk memproduksi kue adalah 15 ribu per unit, dengan harga jual 90 ribu. Anda dapat menghitung Break Even Point untuk mengetahui titik impas dengan menggunakan rumus berikut:
BEP = 37.500.000 / (90.000-15.000)= 500
Perusahaan X harus menjual 500 unit untuk mencapai Break Even Point atau titik impas perusahaannya, berdasarkan perkiraan ini.
Faktor Peningkat BEP
Peningkatan Penjualan
Untuk mengimbangi kenaikan penjualan, produksi harus ditingkatkan agar BEP naik untuk menutupi biaya tambahan dari tambahan produksi tersebut.
Biaya Produksi Meningkat
BEP juga akan naik sebagai akibat dari kenaikan tarif sewa gedung, gaji karyawan, atau harga utilitas, bukan hanya biaya produksi.
Perbaikan Peralatan
Kegagalan produk atau peralatan juga dapat berkontribusi pada biaya operasional yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan titik impas yang lebih tinggi.
