Arti Kartel dalam Dunia Ekonomi

Menyajikan informasi seputar dunia bisnis, investasi dan finansial.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kamus Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Definisi Kartel
Kartel / kar·tel / /kartél/ n 1 organisasi perusahaan besar (negara dan sebagainya) yang memproduksi barang yang sejenis; 2 Man persetujuan sekelompok perusahaan dengan maksud mengendalikan harga komoditas tertentu
Beberapa pengusaha atau perusahaan bekerja sama dalam menentukan harga, jumlah, dan wilayah pemasaran untuk meminimalkan persaingan di antara mereka untuk mencapai semacam posisi monopoli (kartel). Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi.
Apa itu Kartel?
Kartel adalah sekelompok produsen pasar independen yang berkolaborasi satu sama lain untuk meningkatkan penjualan dan mendominasi pasar. Kartel sering dikaitkan dengan perusahaan di sektor industri yang sama, dan sering kali merupakan aliansi pesaing.
Karena aktivitas kartel melibatkan penetapan harga sampai menurunkan output, sebagian besar negara menganggap kartel sebagai perilaku anti-persaingan.
Kartel paling sering ditemukan di lingkungan oligopoli, di mana hanya ada sedikit pemasok jenis produk yang homogen. Mereka dapat mengontrol harga produk dengan membatasi ketersediaan produk atau membagi wilayah penjualan dalam kasus kartel.
Jenis-jenis Kartel
Kartel Harga – Kartel ini mengontrol harga jual minimum produk yang dibuat oleh anggota kartel. Setiap produsen dilarang menjual produknya dengan harga lebih rendah dari harga minimum yang telah ditetapkan.
Kartel Syarat – Kartel ini memberlakukan persyaratan tertentu, mulai dari jaminan kualitas produk hingga pengemasan, misalnya. Tujuannya adalah untuk membangun konsistensi produk dan atributnya sehingga tidak ada persaingan antar produsen.
Kartel Rayon – Penentuan wilayah penjualan dan harga untuk setiap wilayah. Anggota kartel dilarang mengekspor produk mereka ke negara lain sebagai akibat dari kesepakatan pembagian wilayah.
Kartel Produksi – Kartel ini telah menyepakati jumlah maksimum barang yang dapat diproduksi oleh setiap anggota. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kelebihan produksi, yang dapat mengakibatkan harga yang lebih rendah.
Kartel Pool – Keuntungan yang diperoleh anggota kartel dikumpulkan menjadi satu kas bersama dan kemudian dibagi sesuai kesepakatan yang disepakati.
Sindikat Penjualan – Anggota kartel menyerahkan produk mereka ke kantor penjualan pusat untuk mencegah persaingan.
