Konten dari Pengguna

Pengertian Devaluasi dalam Dunia Ekonomi

Kamus Bisnis

Kamus Bisnis

Menyajikan informasi seputar dunia bisnis, investasi dan finansial.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kamus Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Transaksi atau Uang Rupiah. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Transaksi atau Uang Rupiah. Foto: Shutterstock.

Definisi Devaluasi

"Penurunan nilai uang yang disengaja terhadap mata uang asing atau terhadap emas (misalnya untuk meningkatkan perekonomian)"

"Penurunan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain; biasanya devaluasi suatu mata uang dilakukan dalam rangka pelaksanaan kebijakan moneter (devaluasi)."

Apa itu devaluasi?

Pemerintah memprakarsai penurunan nilai mata uang suatu negara terhadap nilai mata uang asing. Singkatnya, nilai mata uang suatu negara berada di bawah rata-rata nilai mata uang asing.

Situasi devaluasi ini berdampak besar pada perekonomian negara, khususnya dalam hubungan perdagangan internasional.

Tujuan Devaluasi

Tentunya pemerintah mempunyai rencana atau tujuan untuk menurunkan nilai mata uang negara dengan cara menurunkan nilai mata uang negara tersebut.

  • Menguatkan perekonomian dalam negeri dengan menggunakan produk lokal sehingga produk lokal dapat bersaing di dalam dan di luar negeri

  • Setelah produk dalam negeri mempunyai kualitas yang cukup baik maka dari itu tujuan selanjutnya adalah untuk mengekspor produk lokal agar pendapatan negara bertambah atau dapat memperbaiki balance of payment

  • Tercapainya kesetimbangan balance of payment, sehingga kurs mata uang asing menjadi relatif stabil

Faktor Penyebab Devaluasi

Situasi ini akan mengakibatkan nilai tukar mata uang lokal menjadi lebih kecil seperti yang telah kita bahas secara singkat di atas. Dalam jangka pendek, menengah, dan panjang, kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap perekonomian nasional.

Perilaku masyarakat, di mana kegiatan impor menjadi faktor utama penyebab devaluasi. Misalnya, tingginya impor produk dari luar negeri, apalagi jika tidak diimbangi dengan kegiatan ekspor yang memadai, akan mengakibatkan meningkatnya permintaan konversi nilai mata uang lokal ke mata uang asing.

Jika permintaan lebih tinggi, maka kurs beli dolar akan naik dan nilai rupiah akan turun, yang juga akan berpengaruh pada inflasi. Oleh karena itu, pemerintah memperkenalkan kebijakan devaluasi sebagai langkah untuk memulihkan perekonomian suatu negara.

Singkatnya, berikut ini adalah akar dari devaluasi mata uang:

  • Kegiatan impor yang tinggi (bahan pokok, elektronik, dan kebutuhan lainnya)

  • Kegiatan ekspor hanya pada bahan pangan dan biota laut

  • Tingginya tingkat pengangguran di suatu negara

Contoh Devaluasi di Indonesia

Devaluasi mata uang dapat terjadi jika pemerintah memiliki pengaruh terhadap nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Hal ini lebih mungkin terjadi jika nilai tukar Rupiah ditetapkan (fixed exchange rate).

Selama pemerintahan Presiden Soeharto, Rupiah mengalami devaluasi empat kali dalam sejarah Indonesia:

  • Ali Wardhana, Menteri Keuangan, mendevaluasi pada 21 Agustus 1971. Sejak Presiden Richard Nixon di Amerika Serikat saat itu berhenti menukarkan dolar dengan emas, Indonesia terpaksa mendevaluasi Rupiah. Devaluasi Rupiah yang terjadi adalah dari Rp. 378 menjadi Rp. 415.

  • Ali Wardhana, Menteri Keuangan, mendevaluasi pada tanggal 15 November 1978. Bahaya Pertamina bangkrut dengan utang US$ 10 miliar memaksa pemerintah melakukan devaluasi rupiah kedua dari Rp 415 menjadi Rp 625 per US$ 1.

  • Menteri Keuangan Radius Prawiro melakukan devaluasi devaluasi pada tanggal 30 Maret 1983. Devaluasi rupiah yang dilakukan naik 48 persen, dari Rp702,5 menjadi Rp970.

  • Menteri Keuangan Radius Prawiro melakukan devaluasi devaluasi pada 12 September 1986. Devaluasi yang dilakukan sebesar 47 persen, dari Rp1.134 menjadi Rp1.664.