Konten dari Pengguna

Rumus Quick Ratio dalam Analisis Fundamental untuk Mengukur Likuiditas Saham

Kamus Bisnis

Kamus Bisnis

Menyajikan informasi seputar dunia bisnis, investasi dan finansial.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kamus Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menghitung quick ratio. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menghitung quick ratio. Foto: pixabay

Analisis laporan keuangan memerlukan ukuran yang biasa disebut rasio. Dalam ranah saham, rasio merupakan alat arithmetical terms yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan dua macam data finansial.

Disebutkan dalam Buku Kerja untuk Manager Keuangan dan Akuntan susunan Johar Arifin, terdapat banyak rasio analisis yang dapat dibuat menurut kebutuhan penganalisa. Namun secara umum, rasio tersebut dibagi menjadi empat kelompok, yakni rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio keuntungan.

Rasio likuiditas dapat menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (liquid assets). Dalam ilmu bisnis, rasio tersebut dikenal dengan istilah Quick Ratio.

Bagaimana rumus Quick Ratio? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan lengkap dalam artikel berikut.

Rumus Quick Ratio

Quick Ratio biasa digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid. Rumus Quick Ratio adalah sebagai berikut:

Ilustrasi menghitung quick ratio. Foto: pixabay

Quick Ratio = (Kas + Efek + Piutang) / Kewajiban Lancar

Atau bisa juga menggunakan rumus berikut:

Quick Ratio = Cash Assets / Total Deposit

dr. Febri Endra dalam buku Manajemen Rumah Sakit (2019) menyebutkan bahwa rasio lebih besar dari 1 menunjukkan harta lancar (setelah dikurangi persediaan) dapat menutup utang lancarnya. Sementara Quick Ratio yang lebih kecil dari 0,75 menunjukan bahwa perusahaan tidak dapat menutup utang lancarnya dengan segera.

Quick Ratio lebih baik dari Current Ratio karena telah mempertimbangkan persediaan dalam perhitungannya. Sebelum menginvestasikan dana Anda di sebuah saham, pastikan nilai Quick Rationya lebih dari 1.

Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir dengan risiko kebangkrutan di kemudian hari. Quick Ratio dapat membantu Anda menentukan emiten yang memiliki kapabilitas dan fundamental bagus.

Selain Quick Ratio, ada rasio lain yang perlu diketahui untuk mengukur likuiditas perusahaan. Dirangkum dari buku Aplikasi Excel dalam Bisnis Perbankan Terapan karya Johar Arifin, dkk., berikut penjelasannya:

Ilustrasi menghitung quick ratio. Foto: pixabay

1. Current Ratio

Current Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rumus untuk menghitung Current Ratio sebagai berikut:

Current Ratio = Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar.

2. Cash Ratio atau Ratio of Immediate Solvency

Cash Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dan efek (surat berharga) yang dapat segera dicairkan. Rumus Cash Ratio adalah sebagai berikut:

Cash Ratio = Kas + Efek / Kewajiban Lancar

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu Quick Ratio?
chevron-down

Rasio dalam analisis fundamental yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid (liquid assets).

Apa saja rasio untuk mengukur fundamental saham?
chevron-down

Quick Ratio, Current Ratio, dan Cash Ratio.

Apa itu Current Ratio?
chevron-down

Current Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya.