13 Pekerja Migran Bali Diduga Terlantar di Dubai, Disnaker Lakukan Penelusuran
·waktu baca 2 menit

DENPASAR, Kanalbali.com - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda menyatakan, tengah menelusuri dugaan penelantaran 13 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali di Kota Dubai, Uni Emirates Arab.
Sebelumnya, viral di akun media sosial milik seorang anggota DPD RI asal Bali yang memperlihatkan 13 orang pekerja migran tengah berbagi makanan dari satu tempat yang sama.
Video singkat itupun disertakan keterangan terkait kondisi mereka disana. "Duh Dewa Ratu, sejumlah TKI/PMI asal Bali makan seadanya di Dubai akibat dugaan penipuan agen,".
Arda menuturkan bahwa pihaknya belum menerima berita dan laporan dari para PMI maupun dari pihak keluarga. Termasuk BP2MI dan Kementerian Luar Negeri juga tidak ada yang melaporkan kasus ini. Ia pun akan menelusuri dugaan kasus penelantaran orang ini lebih jauh lagi.
"Coba nanti kami hubungi Kemenlu dulu dan konfirmasi BP2MI, termasuk juga kalau sudah diketahui alamatnya, maka kami akan konfirmasi ke Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten terkait," kata dia, Rabu, (7/9/2022).
Selain itu, pihaknya juga akan menghubungi perwakilan Indonesia di negara tersebut untuk mengetahui kronologi kejadian. "Tapi pertama kali akan kami cari dulu agar bisa mereka bisa diatasi. Mulai dari nama, dan tengah berada dimana," imbuhnya.
Menurutnya Ngurah Arda, hal ini tidak akan terjadi jika dari awal para PMI melaporkan diri begitu tiba di negara tujuan. Sehingga, bisa diketahui resmi atau tidaknya proses pemberangkatan.
"Kalau memang dia resmi, data-datanya pasti ada di kami atau BP2MI. Kalau dia PMI yang resmi, dia punya paspor, visa kerja, ada E-KTKLN, surat keterangan sehat, dan kemudian ikut program BPJS. Kalau yang seperti ini bagaimana kita tahu, kecuali keluarganya yang melapor ke kami, itu harapan kami biar cepat kami lacak," jelasnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Anak Agung Gde Indra Hardiawan mengatakan, anak-anak yang dinyatakan terlantar tersebut berangkat ke Dubai untuk menjalani program magang, jadi bukan sebagai PMI.
"Karena statusnya itu, mereka berangkat tanpa melalui BP2MI," kata dia. (Kanalbali/LSU)
