16 Warga di Klungkung, Bali, Digigit Anjing Rabies

KLUNGKUNG - Petugas Dinas Pertanian yang membawahi masalah hewan di Klungkung, Senin (10/5/2021) melakukan vaksinasi darurat untuk mengatasi bahaya rabies. Hal itu menyusul kejadian adanya 16 warga yang digigit anjing rabies
Kejadian bermula sejak Sabtu (8/5) sore hingga Minggu siang di Banjar Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh, Kabupaten Klungkung, Bali.
Salah-satunya dialami, I Wayan Kerta warga Pegending. Saat itu dia mengendarai sepeda motor, sampai di sampi Balai banjar berhenti lalu datang anjing dan mengigitnya.
“Anjingnya tidak mengonggong, tapi langsung gigit, kali kanan saya kena pada bagian betis, dan langsung dibelikan obat tempel karena banyak darah,” terangnya. Kepala lingkungan setempat diajak kepuskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) di Puskesmas Klungkung 1.
Kepala lingkungan Pegending, Nengah Sudira mengatakan, saat ini petugas dan aparat desa masih melakukan penelusuran untuk mengecek warga yang digigit dan baru ada 16 yang melapor.
Diduga anjing mengigit langsung lari dan mengigit korban lainnya, namun saat ini anjing sudah dibunuh dan dibuang warga menghindari korban gigitan lain. “Kemarin baru lapor sebelas, sampai pagi tadi ada 14 dan sekarang nambah dua jadi 16 orang yang sudah lapor, saat ini masih cek lagi keliling,” katanya.
Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dan petugas dari Dinas Pertanian turun kelokasi kasus gigitan untuk melakukan penelusuran korban lainnya yang sempat digigit anjing yang sama, untuk segera diberikan vaksin VAR oleh petugas kesehatan jika masih ada yang belum di vaksin.
Sementara vaksinasi anjing dan hewan peliharaan warga lainnya yang bisa menularkan rabies, seperti kucing dan kera, juga dilakukan secara darutat diwilayah ini, untuk memutus rantai penyebaran rabies yang sudah dua kali terjadi.
Kepala dinas pertanian, yang membidangi kesehatan hewan, Ida Bagus Juanida mengatakan petugas melakukan vaksinasi emergensi atau vaksin darurat karena ada kasus gigitan anjing yang diduga rabies karena sampel otak tidak didapatkan karena anjing sudah terlebih dahulu dibuang warga.
Selain vaksin juga melakukan penelusuran anjing liar yang diijinkan warga untuk dilakukan eliminasi, memutus rantai rabies yang masih terjadi di wilayah Klungkung. Karena sebelumnya desa tetangga ini juga sempat ada kasus gigitan anjing yang positif rabies.
“Dari hasil kesehatan hewan kita hari ini, melakukan vaksinasi emergensi wilayah, di wialayah ini dijadwalkan minggu depan tiap tahun rutin, karena ada kasus gigitan maka kita masukan dan dilakukan hariini vaksinasi emergensi dan anjing-anjing lain yang dianggap tidak berpemilik dan diijinkan oleh masyarakat,” kata Kadistan.
Petugas dibagi menjadi beberapa titik, ada yang menunggu di Balai banjar dan ada keliling ke rumah-rumah yang tidak sempat membawa ke balai banjar. “Antusias cukup tinggi, mereka datang tidak saja bawa anjing tapi kucing dan kera,” tambahnya. (kanalbali/KR7)
